Soal Ginian

 


Saya belum berumah tangga, jadi jangan di curhatin soal rumah tangga, silahkan tanya ke ahli-nya saja, seperti orang yang kalian kagumi dalam berumah tangga --entah dari keluarga , 


atau guru-guru kehidupan  di luar sana bisa dari teman yang bikin adem dengan rumah tangga nya yang menenangkan, atau bisa menggunakan jasa konsultan pernikahan seperti psikiater terdekat di rumah sakit, tenang aja selama di rumah sakit jg ada bpjs , jangan malu untuk bertanya kepada ahlinya


bisa di coba, kalau belum ketemu titik temu dan kedamaian dalam keluarga 🙏🏻


Dan jangan saya yang di curhati lagi, hehe


Kalau untuk masalah selain rumah tangga ,mungkin saya bisa bertukar pikiran, tapi kalau soal rumah tangga suami istri, saya belum ahli, jadi jangan meminta dukungan apapun dari saya


Karena saya kurang paham, sebagai manusia perempuan  jg saya hanya memberi nasehat--Jangan pernah menyakiti perempuan, kalau tahu bahwa perempuan itu adalah makhluk yang lemah


Tapi sebagai laki-laki, juga harus paham jgn jangan aji mumpung--hanya karena ada wanita yang suka--sedangkan masih ada ikatan pernikahan dengan wanita lainnya sehingga memberi duka dihidupnya


Dan sebagai perempuan, kita juga harus tahu--di neraka itu populasi terbanyaknya adalah perempuan, jadi banyakin sedekah, entah sedekah apapun yang bisa di lakukan


Dengan jangan berlaku kasar dengan suami, hingga KDRT atau sebaliknya


Pria pun meski bukan populasi terbanyak di neraka--tetapi setiap individu itu akan selalu di minta pertanggung jawabannya karena laki-laki adalah pemimpin para perempuan


Jadi saling menghargailah, asas win win solution, sinergi buat keluarga yang utuh untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, dan tentu saja semuanya untuk surga 


Mohon Maaf Atas Tulisan ini, karena ini berasal dari tulisan orang yang gak ahli soal ginian,  tapi selalu bertemu again dan again tentang ginian, hehehe


Tenggarong,  17 Mei 2021


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohana Permata Sari


Keterangan Photo :  Gini deh, kalau curhat sama yang gak ahli, ya saya ketawa saja, bukan tertawa untuk melecehkan, tetapi tawa yang spontan--reflek dari alam tanpa skenario , tolong carilah pendapat dari ahlinya? Semoga lain kali,gak ada lagi curhat soal ginian, hehehe

Comments