Balas Budi Dan Upah Dari Kebaikan

 



Prolog


Mother Of Mine


Pernah nonton drama Korea Mother Of Mine gak? --yang dramanya punya rating tertinggi di Korea yang kisahnya sederhana aja sih--tentang Keluarga--tapi menyentuh hati dan bisa bikin keingat mulu--sama kisahnya


Dimana perjuangan seorang ibu seorang janda-- yang mau saja jadi pembantu anaknya, penjaga cucunya, tukang masak untuk suami anaknya dan bahkan mau menghidupi anak orang lain yang di buang


Kenapa yuk? Drama ini bisa sukses banget!, soalnya ini memang kenyatannya di hidup budaya Asia --seorang Perempuan yang sebagai profesinya sebagai Ibu--biasanya akan banyak melakukan tugas untuk anak-anaknya meski bikin cape diri sendiri dan bikin Keki juga--karena beliau tidak meminta upah uang kepada mereka


Tapi endingnya normatif--dan bikin bahagia --yaitu ia meminta upah atas kebaikan nya itu kepada ibu yang membuang anaknya--untuk dapat merawat anak-anak kandung nya juga yang harus di beri nasehat dan motivasi ketika mereka lagi sedih--karena mamanya ini lagi sakit parah--dan punya feeling akan meninggal sebentar lagi


Jadi kalau ada mikirnya--ini ibu adalah orang yang banyak pamrihnya--ya wajar aja lah--soalnya beliau khan sudah susah payah membesarkan anak orang lain


Bab I Masa Mau Gratis Terus? 


Kalau kata Asma Nadia--cobalah untuk gak usah berpikir gimana caranya untuk dapat gratisan


Jadi ingat sama Ustad Yusuf Mansyur--kalau mau jadi Penghapal Alquran di Pesantren beliau itu harus bayar kecuali orang miskin bisa di gratisin


Soalnya kalau kita dapat hal-hal yang gratis dari orang lain--itu berarti kita punya balas budi kepada mereka


Coba bayangin--kalau kata Ustad Zaidul Akbar--makanan yang sering kita kasih ke orang beriman itu biasanya jadi darahnya--jadi selama ada di darahnya--pahala dia berbuat baik--kita juga dapat


Sehingga biasanya kalau orang beriman--akan mendoakan kita dengan membalas budi kebaikan yang pernah kita lakukan


itu balas budi mereka


Karena mereka tahu, bahwa membalas budi itu salah satu cara berterima kasih sama manusia dan mau bersyukur sama Allah


Sama juga kaya--orang yang selalu dikasih beasiswa sama Pemerintah karena miskin atau karena berprestasi


tapi gak mampu berdedikasi untuk negara--khan rasanya nonjok di kepala terus tiap hari--kecuali emang suka mental gratisan sih, sudah jadi orang cerdas--tapi malas nulis, malas bikin usaha, malas berdedikasi


Jadi kalau dikasih ilmu gratis itu dipergunakan sebaik mungkin


Aku aja kalau ikut seminar Bisnis dan Kepenulisan itu musti bayar--harganya juga gak murah--tapi karena kita perlu sama mereka--ya dijabanin aja


Jadi kalau ada orang sukses datang mau ngisi seminar bisnis atau penulisan secara gratis atau ulama datang dan boleh ditonton gratis--ya tolonglah dijabanin


Orang mau bagi-bagi ilmu secara gratis--jangan malah di cuekin--sibuk mainan mobil Lagend, atau tik tok-an


Entar dulu napa! 


Sana gih datang. Sudah dikasih gratis--tapi malesnya duh. 


Nanti aja mainan, tik tokan juga nanti aja, ambil dulu sana buku--tulis yang mereka bicarakan atau kalau gak suka nulis --ya cukup dengerkan aja deh mereka ngomong--sudah bisa jadi balas budi kita sama negara


Nah--ini yang gratisan malah di cuekin--ah gak minat--madesu


Masa depan suram ini mah! 


Hai. Halo! You are okay? 


Bab 2 Upah Dari Kebaikan


Boleh banget kita meminta Upah dari kebaikan kita, misalnya pengen sedekah bisa beli hape baru, mobil baru, rumah baru, usaha baru--ya boleh banget mah itu


selama di dunia--sesuka hati aja --mau jadi apa--soalnya hidup itu cuma sekali


Trus nanti di bilang gak ikhlas? 


Eh--yang ginian gak usah ngomong soal ikhlas nape! 


Tu orang-orang sukses bersedekah gak mikirin mau ikhlas kek--pamrih kek--peduli amat


Udah sedekah aja! 


Bill gates yang kaya-nya nauzubilah itu aja rajin sedekah banyak uang--mereka sih bilangnya--law of attraction


Tapi samir aja bahasanya cuy! 


Sedekah juga, uang mereka gak habis-habis, malah numbuh mulu--kaya daun di pepohonan, malah ada buah-buahnya


Lu mau se-kaya apa? Sedekah aja nape, ribut amat dunia--


Kalau kamu--mau upah dari kebaikanmu sama orang lain--sana sedekah aja


Orang lain mana mau ngasih kamu uang


Nanti kamu punya mental pengemis


Jangan kalah sama tukang bakso viral yang di tendang --dikasih uang berobat--beliau gak mau--hebat ni orang! 


Miskin katanya--tapi mentalnya mah kaya, tapi menurutku kalau orang buka usaha itu bukan orang miskin--tapi orang kaya --soalnya dia bisa jadi bos buat usahanya sendiri


Bab 3 udah, gak usah manja! 


Hari gini mah--gak usah manja-manja, yang boleh manja itu cuma Kucing, hehehe--kalau manusia mah khan punya akal, jadi gak usah manja


Marah di minta untuk balas budi sama negara karena negara itu dan ini--udahlah gak usah ngeluh--kebanyakan ngeluh, gak dapat Nikmat Allah loh


Jadi kalau Pemimpin Rumah yaitu Ibu--lagi nuntut kamu jadi orang sukses bagi negara --ya jabanin nape! 


Setidaknya cuma dengerin orang-orang sukses bicara--kalau kamu bete! 


Makan es krim sana! 


Atau makan snack kesukaanmu, ah ribet ini


Mau jadi orang sukses, tapi mau nyerah buat sekolah online, ahhhh lebay ini dari teman-temanku di Rumah Sakit Jiwa--mereka jangan di iri-in ya sob--manusia surga soalnya, lah kita? Belum tentu


Bab 4 Kamu mau imbalan apa? 


Masa diajak sukses. Kaga mau? Heran saya. 


Imbalan apa yang kamu mau? 


Uang? 


Cari sendiri! 


Kata mamaku yang hanya lulusan SMP ke anak-anaknya--aku itu gak bisa kasih kamu uang, aku kasih kamu ilmu aja--nanti ilmu yang kamu dapat--bisa bikin kamu cari uang sendiri


Duh, betul banget dah. 


Kalau cuma mau uang doang, gampang mah! 


Pemerintah kita itu baik


Banyak beasiswa--sana sekolah yang bener--biar dapat nilai berprestasi--lah kalau nilai jelek--kamu mau jadi apa? 


Mang Oleh--yang odading itu aja usaha cari uang--dengan jualan di tiktok--bagus banget itu dicontoh


Ini Pemerintah kasih beasiswa gratis, ngomel terus, salah terus mah Pemerintah --jadi yang betul siapa coba? 


Bab 5 jadi kamu mau kasih upah apa sama Negara? 


Ayo mau kasih apa? 


Ada gak nulis di blog hari ini? Bikin youtube hari ini? Biasanya loh--mainan terus--boleh mainan--tapi coba kek usaha--tu nah Perusahaan Google lagi bagi- bagi adsense--manfaatin nape! 


iya kalau orang tua masih ada--kalau sudah meninggal kaya gimana? 


Iya kalau punya saudara baik, tapi kalau punya saudara zalim--mau dikata ape? 


Eh ngomong-ngomong soal saudara--hari ini adalah hari persaudaraan nasional


Soalnya hari ini pemilu--hore! 


Ayo--tadi nyoblos gak? Ih yang gak nyoblos itu lebay--masa mau menikmati Pembangunan --tapi gak milih di pemilu


Soal siapa yang menang kalah khan santai aja--yang penting kita saling sayang--gitu sih kata pamflet besar yang aku liat barusan


Kasih lah upah buat negara buat balas budi karena bisa menikmati pembangunan, bebas dari penderitaan perang


Karena kita itu harus bersyukur--kalau kata dosenku--


Ciri utama kesejahteraan rakyatnya itu adalah keamanan negaranya


Nah. Sudah aman negara, masih juga ngeluh kurang sana sini


Ya sudah--banyakin sedekah sana, repot aku ngadapin orang ngeluh--sedangkan daya ini juga gak punya kuasa buat bikin mereka gak ngeluh lagi


Khan lebay dunia tralala


Keterangan Photo :


Ini jari kelingkingku--membuktikan kalau aku nyoblos, ini salah satu bukti cinta sama Negara--kalau gak bisa nulis, kalau gak bisa jadi pembicara seminar, kalau gak bisa jadi youtuber, kalau gak bisa jadi artis tiktok, gak bisa jadi selegram yang membawa misi buat berbisnis membantu negara --setidaknya khan nyoblos doang


Bahagia dunia, ah ribet! 


Mau jadi haters kok gak ahli banget! 


Tenggarong, 09 Desember 2020


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohana Permata Sari

Comments