Semua Itu Pilihan



Sering kali kita merasa iri ketika melihat photo-photo orang lain di media sosial, yang selalu terlihat bahagia bersama keluarganya, atau pasangan hidupnya.

Ada yang melihatkan kekompakannya, atau melihatkan kemesraannya, hingga hati berguman, "andaikan aku bisa seperti itu juga"

Jadi keingat kata-kata Oki Setiana Dewi, di Instagram beliau--bahwa photo-photo yang selalu beliau tampilkan di media sosial itu adalah Photo-photo pilihan.

Karena yang namanya hidup itu selalu ada senang dan sulit. Namun, kalau lebih ditunjukkan selalu kesulitan kita di dalam hidup--terkesan tidak bisa memberi motivasi kepada orang lain, akhirnya orang lain yang punya masalah hampir mirip kaya kita--malah bakalan menyerah menjalani hidupnya.

Yang pasti, menurutku--kalau melihat orang lagi tersenyum di photo media sosialnya--berarti dia ingin bersedekah, bukankah senyum ceria kepada saudaramu itu adalah sedekah yang termudah 🍀

Mirip seperti Kisah hidup Penulis Asma Nadia, beliau itu hampir setiap waktu ke rumah sakit, karena memiliki penyakit di otak beliau--karena pernah jatuh dari kasur sewaktu kecil, tapi kalau melihat semangat beliau mengutarakan banyak ide-ide menulisnya, lalu menceritakan pengalaman beliau keliling dunia, atau memberikan inspirasi dari kisah beliau bersama keluarga kecil beliau--gak bakalan nyangka--kalau beliau ini--penulis yang diakui secara Internasional dan salah satu Perempuan yang berpengaruh di dunia.

Padahal--kalau pengen kepo dikit--di jejaring media sosialnya--Asma Nadia sama sekali jarang memberi tahu--beliau lagi sakit, malah seringnya menampilkan jiwa yang ceria dan bahagia pada setiap tulisannya.

Jadi kalau lagi liat photo orang lain lagi bahagia--jangan iri hati lagi, mungkin saja itu salah satu marketingnya--yang lagi pengen jualan sama Allah.

Biar bikin orang lain termotivasi.

Karena itu mirip seperti kisahku, adik dari Ayahku--orangnya terlihat gagah berani, selalu menunjukkan kepada keluarga besar kami--bahwa harus selalu bahagia--ternyata setelah beliau meninggal--aku baru tahu--kalau beliau itu bisa nangis juga, mirip kaya abahku. Yang suka nangis. Kalau nonton film drama, hehehe.

Kalau kata Kakakku--jangan nangis di hadapan orang lain, nanti dikira lemah --tapi aku selalu berpikir--orang yang suka menangis itu bukan orang yang lemah--tetapi karena hatinya lembut, jadi bersyukur lah kalau suka menangis, karena hati yang keras itu susah buat nerima kebaikan dari segala penjuru.

Nah, sama juga dengan apa yang sering orang lain tunjukkan ke kita pada kehidupan pribadi-nya, itu tergantung dengan pilihannya, karena pilihan Hidup yang dipilih mereka, itu adalah jalan mereka untuk bahagia, agar orang lain terinspirasi setiap hari dengan kehadiran mereka di muka bumi ini.

Jadi, kalau liat photo orang lain lagi senyum bahagia sama pasangannya, sama keluarganya, sama teman-temannya--jangan malah mengeluh pengen juga seperti mereka--tetapi jadikan kisah Hidup mereka sebagai inspirasi untuk kita dan orang-orang terdekat kita.

Keterangan Photo : Selalu berbagi cerita, dan belajar lagi ketika bersama mereka, mereka ini sepupu-sepupuku, Acil-Acilku dari pihak Ayahku. Seru kalau sudah ketemu,

tapi ini semua adalah photo pilihan, karena di media sosial.

Cuma ada dua pilihan, yaitu positif dan negatif--pilihan yang bagus itu adalah pilihan positif, karena sesuatu yang negatif--gak akan bisa jadi jalan keluar untuk masalah orang lain, yang ada malah memperbanyak penyakit hati bukan memberi motivasi.

Karena motivasi itu penting banget, meski hanya berkata baik kepada orang lain, karena kita gak akan pernah tahu, gimana perjuangan hidupnya yang bisa sampai sekarang berjalan dengan tangguh dan bersusah payah bahagia dengan selalu menyembunyikan kesedihan dan keluhannya.

Jadi keingat kata-kata Ustad yang ada di youtube,
bahwa orang yang paling banyak tangisnya itu adalah Ulama--karena setiap malam mereka berdoa untuk orang lain, dan untuk dirinya agar terjauh dari siksa Neraka.

Masya Allah, itu pilihan mereka, selalu menampilkan tawa di wajahnya ketika bertemu jamaahnya. Namun di gelapnya malam, dan sunyinya sepertiga malam--mereka menangis tersedu-sedu, karena pikiran ulama itu beda dengan pikiran kita--yang hanya memikirkan nasip diri kita sendiri,

Ulama itu sanggup belajar siang malam hanya untuk meluruskan Bangsa dan Negara, siapa tahu dari perkataan mereka--banyak yang termotivasi dan akhirnya bertekad kuat membangun negeri dan meminimalisir kezaliman di muka bumi.

Dan seperti kalian juga, membaca tulisan ini sampai akhir-- ini juga pilihan, hehehe.

Terima kasih untuk selalu setia membaca tulisan-tulisan mungilku, jangan lupa saling mendoakan ya!

Salam Manis Dariku

Tenggarong, 17 November 2020

Sahabat Sehidup Sesurgamu

Rohana Permata Sari

 

 

Keterangan Tambahan

Acil : Itu adalah Arti dari Paman Atau Tante dari Bahasa Suku Banjar

Comments