Positif Dan Empati Dalam Setiap Impian

 



Kata Temanku, aku ini orang yang selalu berpikiran positif--lalu dia bilang lagi--kalau aku gak pernah mau memikirkan perasaan orang lain yang pernah disakiti di kehidupannya (baca: empaty). 


Jadi menurut dia. Semakin aku berpikir positif tentang masalahnya--berarti rasa empati-ku pun berkurang, akibat kebanyakan berbaik sangka. 


Padahal dia tidak tahu. Berpikir positif itu bisa bikin kita lebih hidup. Beda lagi dengan pengertian empati. 


Aku ingat, dulu pesan kakak-kakakku yang preman romantis itu--sedari kecil memintaku jangan punya banyak Teman --karena kalau banyak teman--nanti bisa terpengaruh jadi malas belajar, maunya mainan terus. 


Nyatanya--aku selalu berbaik sangka dengan Nasehat mereka--dan tetap mencari teman sebanyak-banyaknya, karena kalau punya teman sedikit--wawasan kita juga sedikit, ibarat sambil menyelam minum air. 


Banyak punya teman, tapi gak bikin semangat belajarku menurun--malah karena banyak teman--aku senang bersaing secara prestasi--mengamati karakteristik teman-temanku sambil mengambil ilmu dari keahlian mereka. 


Nah, kalau soal empati --itu beda lagi dengan berpikiran positif. 


Empati itu seperti respek pada suatu masalah, nah kalau respek--gak harus diutarakan dengan bahasa positif, kalau kita menyadari bahwa curcol teman kita ini sudah melanggar etika sosial yang sudah melekat di masyarakat Indonesia--seorang teman yang baik--bukan selalu mengiyakan masalah tersebut tetapi memberikan opini lain--kalau masalah teman tersebut bersumber dari dirinya sendiri yang salah. 


Teman yang baik itu bukan selalu mengiyakan kehendakmu--karena kalau kamu lagi salah--dia yang bakalan menasehatimu, apa yang kamu lakukan itu tidak benar. 


Seperti ketika kita membaca Ramalan Bintang--dulu aku suka percaya dengan apapun yang ramalan bintang itu bicarakan--sampai dulu aku beli buku Pintar yang isinya tentang keberuntungan shio-shio, sehingga aku dulu sering mengamati sifatku dan teman-temanku dari ramalan bintang tersebut. 


Namun, lama-kelamaan--aku pikir apapun yang di bilang ramalan bintang ini seperti ingin menyenangkan hati kita saja, atau membuat hati kita gelisah. 


Karena kata Ramalan Bintang--tanggal lahirku ini adalah bintang Sagitarius--seseorang yang mempunyai wawasan yang luas. 


Namun nyatanya--aku tidak mempunyai wawasan yang luas. Seperti belum bisa menghapal 30 Juz Alquran. 


Mirip ketika kita punya masalah--dan kita datang ke tukang ramal atau dukun. Kita di investigasi oleh tukang ramal tersebut--lalu jualan lah dengan para Dukun tersebut--sehingga yakin akan tercapainya misi kita. 


Padahal segala sesuatu itu atas izin Allah, kalau Allah gak izinin, gak akan tercapai. 


Apalagi menurut Ustad Muhammad Faizar--di youtube pribadi beliau--pernah mengatakan bahwa orang kalau mau menyantet sampai mati itu harus membayar sekitar 300 juta-an, dan butuh modal banyak juga --gak sembarangan gratis gak pake duit--itu kata beliau ketika mencari informasi dengan praktisi Santet (baca: dukun) yang sudah bertobat. 


kalau mau kerennya lagi--kalau memang para Peramal itu hebat--dulu ketika 300 Tahun--Indonesia di jajah--nenek moyangnya ada dimana?!, kenapa tidak bisa bikin penjajah mati dengan keahlian santet-nya. 


Jadi, aku bisa menyimpulkan--bahwa ramalan bintang dan para peramal yang berkata baik atau tidak baik untuk hidup kita--lebih baik gak usah di percayai. Karena kalau percaya dengan apa yang dikatakan para pendusta itu, sama saja--kita termasuk di dalam golongan mereka, yang tak percaya Allah. 


Silahkan saja mereka berjualan apa yang menurut mereka benar. 


Tapi kita juga harus yakin, jualan yang paling fenomenal itu adalah jualan sama Allah, ntr balasannya melebihi dari harapan kita. 


Gimana sih, jualan sama Allah itu? --banyakin sedekah, banyakin berbuat kebaikan, banyakin bertobat--karena Allah suka dengan manusia yang memperbaiki dirinya. 


Nah, seperti kata-kata di Paragraf pertama tadi--berpikiran positif itu penting--apalagi menyangkut kehidupan kita, karena Allah itu gak pernah sia-sia dalam menciptakan manusia seperti kamu. 


Soal empati--gak semua perhatian itu dari kata-kata yang manis--kadangkala sindiran sinis, atau bahasa kasar orang lain--lebih bagus untuk hidup kita, dibanding kata-kata manis tetapi pendusta dan teramat benci bin dengki dengan hidup kita seperti ramalan bintang dan para praktisi ramalan. 


Jangan lupa, pilih yang menyenangkan hatimu dan yang kamu yakin--kalau kamu memilih jalan itu--bisa memperlebar impian-impian indahmu🍀


Tenggarong, 25 November 2020


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohana Permata Sari


Keterangan Photo : Jangan lupa sedekahi tubuh kita dengan minum air kelapa murni dan dikasih bunga belimbing wuluh, bagus buat imun dan kaya antioksidan--bikin virus gak pengen dekat-dekat lagi karena itu adalah resep Sehat dari pengalamannya Dewi Hughes ketika sakit panas dala m datang menghampiri🍀

Comments