Meski Pak Polisi Galak, Hatinya Semanis Madu

 



Udah lama pengen bikin tulisan ini,  tentang Pak Polisi serta Profesi sejenisnya yang menjaga keamanan suatu lingkungan. 


Meski kadang bete sama sebagian dari mereka. Yang suka bikin kaget. Galak di depan wajahku. 


Apalagi dulu,  beberapa kali di tegur sama Pak Satpam,  Pak Satpol PP dan Pak Polisi--akibat sifatku yang berbeda dari orang kebanyakan. 


Sampai pernah diusir juga,  atau diikuti hingga di giring ke tempat pengamanan. 


Padahal. Banyak hal yang mereka tidak tahu. Tapi aku tahu,  cuma kembali ke persepsi kebanyakan manusia,  kalau berlaku aneh-- bakalan di usir atau di amankan seperti berteriak tidak jelas,  atau karena membawa kayu di jalan dengan Berjalan kaki. 


Padahal aku berteriak itu,  melihat yang mereka tak tahu,  mau membasminya--bukannya kalau Pahlawan Yang sering aku tonton itu,  berteriak dulu--kalau mau melawan musuh didepan mata. Hehehe. 


Dan kalau aku membawa kayu,  ketika jalan kaki--itu karena aku menjaga diri--siapa tahu ada ular di jalan,  jadi aku sudah siap aba-aba,  untuk menjaga diri. 


Cuma mereka tidak percaya, dan menertawakanku. 


Ya sudahlah. 


Aku kalau keingat itu,  sebel sendiri sih--apa karena aku wanita?  --jadi kalau melakukan hal itu--dilarang dunia.  


Mungkin karena mereka peduli lebih dari yang aku sangka. Berbaik sangka saja. 


Untunglah,  kenanganku bersama para Pak Polisi,  SatPol PP dan Satpam itu lebih banyak bahagianya. 


Karena aku ingat banget,  teman-teman sekolah S2 ku dulu--banyak Pak Polisinya,  aku kira mereka sombong dan belagu. 


Ternyata. Salah besar saya. 


Mereka baik hati semua.  Bahkan,  setia kawan. 


Pernah dulu waktu ujian Semester--aku telat masuk kelas--dan sudah hampir sore, tapi mereka malah memberikan kertas jawaban-nya ke aku,  mereka bilang -- lihat aja jawaban mereka--trus mereka pulang. 


Pesan mereka cuma satu,  kalau sudah selesai menyalinnya--tolong dikumpulkan. 


Masya Allah,  baik banget emang Polisi-Polisi itu,  tidak seperti yang dikatakan orang kebanyakan--kalau Pak Polisi itu belagu dan sombong 


Bahkan,  beberapa tahun lalu--aku pernah ketemu--sama mereka--tapi lupa nama--malah mereka yang ingat namaku,  masya Allah.  Maafkan saya ya,  kadang otak ini terlalu minim kapasitasnya,  hehehe


Bahkan dulu,  aku pernah punya mimpi pengen jadi Polisi Wanita,  atau Intelegen Di Badan Agen Negara.  Tapi,  saran orang-orang terdekatku--mending jadi orang biasa saja. Karena ujian polisi itu ketat,  dan lebih mengutamakan fisik,  sedangkan aku--lemah di bidang itu. 


Tapi aku gak menyerah,  lewat tulisan-tulisanku,  aku sering bikin Novel dan cerpen detektif. Ingat banget,  waktu SMA--aku bikin dua buku novel yang berjudul Detektif Best Friend.  Yang dibaca--teman-teman SMAku dulu,  tapi novelnya cuma tulis tangan, dan belum di bukukan. 


Mereka inspiratif sih. 


Para penjaga keamanan itu,  soalnya punya jiwa Pemberani membela kedamaian orang banyak. 


Jadi meski gak jadi Polisi di dunia nyata,  sekiranya dalam menulis,  aku bisa.  Alhamdulillah. 


Polisi juga bukan hal baru di hidupku. Banyak keluargaku yang Polisi. Bahkan sepupuku pernah jadi Satpam di Sekolahan. 


Dan aku tahu persis. Kehidupan para Abdi Negara yang mulia itu,  meski gaji tidak seberapa dengan pengorbanannya--mereka tetap tulus menjaga keamanan negara Indonesia.


Jiwa Patriotnya luar biasa


Aku bahkan pernah berhutang kepada Satpol PP  untuk mengantarkan aku pulang kerumah--karena waktu itu --aku pinjam jasa mereka dulu---untuk membuat aku pulang menemui kucing-kucingku setelah dari rumah Pamanku yang meninggal. 


Karena,  yang mengantarkan aku--sedang sakit,  dan aku gak bawa motor.  Karena Kantor Polisi jauh dari rumahku,  yang dekat adalah kantor Satpol PP--mereka dengan sigap--mau mengantarkan aku pulang. 


Aku janji,  waktu itu--aku akan bayarkan bensinnya. Karena kucing-kucingku belum makan malamnya.  Alhamdulillah,  ketika gajian--aku lunasi.  Terima kasih sudah banyak membantu kesulitan orang lain. 


Dan aku kenal Pak Polisi yang baik hati juga,  dia Pamanku, dan rajin banget memasak.  Masakannya enak betul,  Bebek Rica-Rica. Juga orangnya lucu,  gak galak kaya orang-orang bilang dimana-mana,  kalau polisi iti galak,  jadi harap hati-hati kalau didekat mereka,  nanti di marahin hehehe. 


Nyatanya,  gak semua. 


Karena banyak Polisi,  yang tangguh di dalam mediasi para Pelapor-nya.  Banyak sabarnya mereka.  Bahkan aku pernah liat. Kantor mereka pun banyak kerusakan dimana -mana,  dari dinding yang rusak,  lantai yang jebol,  terharu melihat akhlak mereka. 


Membantu banyak pihak,  tapi tempat mereka tempati kadang gak sesuai dengan pengorbanan mereka. 


Aku juga pernah liat,  para Pengaman lainnya--tidur di ruangan ATM--ketika subuh,  saat aku liat di ATM--besoknya--mereka hanya tidur di terpal bekas saja,  masya Allah.  


Jadi keingat,  penjaga keamanan Ticket Karcis Rumah Sakit Umum Samarinda--dulu karena seringnya keluar malam--buat beli minuman atau makanan keluarga di rumah sakit ketika orang tua sakit--sampai kenal penjaganya--dan kaget--ketika pulang agak malam--mereka tidur di lantai depan pintu masuk kendaraan bermotor. 


semoga Allah membalaskan kebaikan-kebaikan kalian. Aamiin ya Rabb. 


Nah,  jadi--meski bete dengan beberapa hal yang kamu--gak suka dari para Penjaga Keamanan,  yakin saja--gak semua yang seperti itu. 


Karena hati mereka semanis madu. 


Semangat selalu Patriot Indonesia! 


Keterangan Photo : ini kucingku,  namanya Mily--dia ini sekarang dirawat sama kakakku--dan kini menjadi Polisi kucing--yang jagain ade-adenya dirumah,  gak nyangka --padahal dulu dia kecil banget---aku temukan di tempat sampah,  kini menjadi kucing Polisi yang tangguh,  melawan garong asing yang gak dikenal. Hehehe. 


Tenggarong ,  12 November 2020


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohana Permata Sari

Comments