Ketika Temanmu Lagi Galau

 

Cimol Yang Suka Galau

 
 
 
Aku belajar dari teman-temanku, yang suka banget di marahin kakak-kakakku kalau lagi main kerumahku--sampai tengah malam--karena saking sukanya cerita panjang lebar--sampai gak terasa malam hari.

Mereka diam saja. Tak pernah marah balik ke kakakku--atau sampai detik Ini --mengeluhkan suara omelan kakak-kakakku kepada mereka. 
 
Aku kadang gak enak, tapi mereka besoknya datang lagi dan lagi, hahaha..
😂
Malahan, temanku pernah bilang--aku itu beruntung hidup nya karena banyak punya kakak-kakak yang perhatian. 
 
Padahal mereka khan gak pernah tahu, gak enaknya hidup serba di atur, di paksa sana sini--karena aku mikirnya --Masuk Islam aja gak boleh ada paksaan--apalagi soal menyangkut minat dan impian seseorang. 
 
Dari dulu, kalau aku curcol sama mereka tentang begitu rese-nya kakak-kakakku, mereka gak pernah meng-iyakan kegalauanku, hehehe. 
 
Mereka selalu menyalahkanku, mereka selalu bilang, "iya. Emang kamu itu yang salah" atau " gak boleh gitu, mereka itu emang keliatan jahat, tapi khan baik banget sama kamu, soalnya yang mengurus kamu sedari kecil itu mereka bukan orang tuamu"
 
Duh. Kalau ingat kata-kata temanku itu, suka malu sendiri.
Biasanya kalau habis berdiskusi sama temanku, dan mereka sering tidak mendukungku--aku pasti lari meninggalkan mereka--dan nangis di dalam toilet, hahaha. 
 
Tapi--ternyata aku mikir sampai sekarang--semua perkataan teman-temanku itu ada benarnya. 
 
Karena kalau saja, temanku selalu mengiyakan kata-kata galauku, bukan sebagai mediator yang netral--mungkin kakak-kakakku gak akan bisa berteman akrab dengan semua teman-temanku. 
 
Mereka sangat menghargai keluargaku. Meski di kasari dengan bahasa cetus dan nyelekit 😅
😁
 
Itu yang aku selalu suka dari mereka. 
 
Jadi, disini kita belajar lagi,
Bahwa kalau ada temanmu yang lagi curhat galau tentang keluarganya--upayakan jangan sebagai pendukungnya--tetapi sebagai mediator yang bisa membuka cakrawalanya--bahwa keluarga itu harta yang paling berharga,
beri nasehat yang Bisa bikin dia tahu--bahwa bahasa kasar Keluarga itu lebih baik di banding bahasa lembut orang lain tapi tidak menginginkan kemajuan untuk hidupnya.
 
Karena dalam hidup ini, kadang hinaan bisa bikin kita lebih maju dibanding selalu di puji, itu nilai positifnya, 
 
karena kita selalu antusias bersemangat--membuktikan bahwa hinaan itu menjadi berkah dalam hidup kita untuk selalu bahagia
🍀
 
 
Seperti kisahnya saudara-nya Ustad Felix Siaw--yang baru-baru ini masuk Islam --adalah orang yang paling ketus dengan apapun yang dilakukan Ustad Felix Siaw, tapi ternyata malah itu yang membuka mata dan bathin Ustad Felix ketika mengetahui apa yang sering beliau sampaikan kepada orang lain--di dengar oleh saudara beliau yang paling di benci sama Ustad Felix. 
 
Karena kadang kala--dengan hinaan kita lebih banyak berkaca, dan memperbaiki diri dari kesalahan-kesalahan yang ada. 
 
Jadi keingat juga kata-kata Dosenku, ketika menguji Karya Tulis Ilmiahku, "Serius ini kamu yang buat?, coba kalau copy paste konsep itu yang rapi, ini loh--beda tempat yang mau kamu teliti "
hehehe. 
 
Aku langsung sumringah, 
 
Duh ketahuan sama Dosen, kalau aku buat Karya Tulis Ilmiah-nya itu karena suka copy paste di beberapa dokumen di internet. Lalu ku edit sedikit, namun mungkin karena mata mengantuk, jadi lupa mengganti tempat Penelitiannya, hahaha
😂
 
Untung, kemaren dapet Dosen yang baik hati--meski pas beliau ngomong gitu, kaya ketabok batu bata rasa kepala, hehehe. 
 
Jadi, kadang-kadang kita perlu banget bahasa kasar dan cetus agar lebih mudah menyadarkan hati dan otak yang kadang suka lupa dan lalai.
Karena kita ini manusia sosial, dan butuh orang lain untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. 
 
Maafin aku ya, kalau punya salah dalam apapun. 
 
Dan jangan lupa selalu berdoa sama Allah--semoga didekatkan dengan teman-teman yang hatinya penuh dengan kebaikan, aamiin ya Rabb.
 
Keterangan Photo : ini kucing kakakku. Namanya Cimol, dia suka galau kalau gak di keluarin dari rumah, pasti bakalan ngomel terus--tapi kalau ketika aku disuruh jagain dia--ku biarin aja dia galau--paling nanti kalau aku kasih whiskas basah--lupa kalau pernah galau. Hehehe
 
Tenggarong, 18 November 2020
 
Sahabat Sehidup Sesurgamu
 
Rohana Permata Sari

Comments