Ikhlas Itu Seperti Apa?

 



Kalau kata Muhammad Assad,  Penulis Buku Note oF Qatar--Ikhlas itu di ibaratkan seperti kita habis membuang kotoran (Pup) --lega dan gak pernah ingat-ingat lagi. 


Sepertinya gampang. Tapi dalam prakteknya, Ikhlas itu ilmu yang paling sulit--karena tingkatannya sudah level atas dari seorang Muslim. 


Punya sifat Ikhlas juga merupakan salah satu ciri-ciri manusia yang gak bisa di perdaya oleh Syetan.  Karena Iblis pernah bicara sama Allah,  mengenai janjinya akan membawa manusia dalam kesesatan kecuali hambaNya yang Ikhlas--Iblis tak mampu menggodanya. ( QS al-Hijr [15]:39-40) 


Seperti kisah seorang Kiyai--yang pernah aku baca di salah satu Majalah Islam --ketika murid-murid Pesantren-nya lulus--satu persatu berpamitan--ada yang di beri beliau dengan tasbih,  buku,  dan benda-benda bermanfaat lainnya--kecuali seseorang yang menjadi murid kesayangannya--dia tidak memberikan barang seperti halnya kepada muridnya yang lain,  tetapi sebuah Nasehat fenomenal yang akhirnya bikin murid berprestasinya itu menjadi orang sukses hingga kini--yaitu amalkan sifat Ikhlas dan sabar. 


Karena ikhlas dan sabar itu ada di tingkatan level atas orang yang beriman. 


Aku sendiri saja,  kurang paham Ikhlas itu seperti apa,  karena setiap berbuat kebaikan--aku selalu meminta Upah sama Allah--baik itu rejeki,  hidayah atau keridhoan-Nya.  


Karena katanya--yang namanya Ikhlas itu adalah berbuat tanpa pamrih. 


Padahal --aku selalu berbuat untuk pamrih--selalu meminta upah sama Allah atas apa yang aku lakukan. 


Seorang sahabat Rasulullah dengan wajah yang serius mengajukan sebuah pertanyaan,

“Ya kekasih Allah, bantulah aku mengetahui perihal kebodohanku ini. Kiranya engkau dapat menjelaskan kepadaku, apa yang dimaksud ikhlas itu?”

Rasulullah bersabda,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu? Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“ Allah SWT yang Mahaluas Pengetahuannya menjawab,“Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.”

[H.R Al-Qazwini]


Nah,  Dari sini bisa kita ambil kesimpulan,  yang namanya Ikhlas itu adalah suatu rahasia dari rahasia Allah yang Ia Tempatkan dihati hamba-hambaNya yang ia cintai. 


Dan yang namanya Ikhlas--setahuku--selalu berbuat hanya untuk mengharapkan Upah sama Allah.  Malah dianjurkan sama guru-guru ulama kita--kalau mau minta upah terbaik itu--mintanya sama Allah. 


Dan tentang Ikhlas--di buku manapun menjelaskannya,  tidak sebanding ketika kita mengalami sendiri bagaimana belajar untuk ikhlas. 


Ketika kebaikan kita tidak di hargai, atau ketika  dipuji atau dicela tetap melakukan hal yang baik,  apalagi ketika kita tidak bangga dengan amalan-amalan baik yang pernah kita lakukan,  atau ketika berusaha keras menyembunyikan amalan baik kita di hadapan dunia. 


Kalau kata Umi Pipik -- Orang lain selalu bilang padanya-- jangan lupa bersabar dan ikhlas kalau ditinggal orang yang kita sayang--tapi sabar dan ikhlas itu tidak semudah yang kita pikirkan--Yang pasti--gak apa-apa berpisah di dunia,  asal nanti di akhirat berkumpul kembali dengan orang yang kita sayangin. 


Jadi,  sudahkah siap kita menjadi orang yang Ikhlas?  🍀


Tenggarong,  25 November 2020


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohana Permata Sari 


Keterangan Photo : Ikhlas itu ketika kita sanggup mengulurkan tangan pada hewan yang mempunyai cakar seperti kucing--kata orang banyak--jangan mendekati mereka--karena kalau kena cakar kucing--bisa berbahaya untuk hidup kita--


Namun nyatanya-- bekas cakar kucing itu adalah bukti cinta dari keikhlasan seorang manusia.

Comments

Post a Comment