Hinaan Itu Seperti Kompos




Barusan keliat kenangan waktu Tim Google merespon ketidaksukaanku--karena banyak postingan blogku--di copy paste oleh website lain tanpa mencantumkan sumbernya. 


Beberapa kali aku email dengan bahasa inggris seadanya--tapi masya Allah--Google sangat perhatian dan sangat menghargai keoriginal-an postingan. 


Aku kalau ingat baiknya google mau merespon pemilik blog gratis seperti milikku--jadi keingat bahwa google sendiri dulu sering dianggap remeh pada Perusahaan besar seperti Yahoo,  ketika google menawarkan kerjasama dengan ide-idenya,  Yahoo menolaknya dengan beranggapan Google tidak cocok di Perusahaan milik Yahoo.  


akhirnya hinaan tersebut berbuah manis--google kini berdiri sendiri dan bisa sebesar sekarang--dan termasuk Perusahaan terbaik di bidang Teknologi dan Internet di masa sekarang.  


Makanya google,  sangat menghargai karya orisinil,  meski hanya beberapa postingan saja. 


Jadi semangat buat nulis,  meski seadanya dari otak yang minimalis ini. Hehehe. 


Aku jadi mikirnya--kadang hinaan bikin kita lebih maju dan sukses. Kalau kita jadikan hinaan itu seperti kompos--itu kata Bapak Gen Halilintar--ketika memberi semangat kepada anak-anaknya. Ketika banyak respon kurang baik atas kemampuan anak-anaknya dalam menyajikan hiburan di youtube. 


Yang namanya kompos itu adalah pupuk dari daun busuk,  buah-buahan busuk,  yang dicampur tanah,  ditunggu satu bulan--baru bisa digunakan tanahnya,  untuk menyuburkan Tanah,  dan bagus untuk menyuburkan tanaman. 


Sebenarnya Hinaan itu bisa menjadi positif di hidup kita--kalau kita menganggap hinaan itu adalah kecutnya Jeruk--namun sekecut-kecutnya Jeruk--vitamin C-nya tiada duanya,  tetap bagus buat daya tahan tubuh dan pencernaan kita. 


Jadi kalau dihina--banyakin doa yang bagus buat orang yang suka menghina kita,  karena doa terzalimi itu mustajab, kalau bisa doanya gini " semoga dia menjadi orang terbaik di muka bumi ini" aamiin ya Rabb. 

 


Tenggarong,  26 November 2020


Sahabat Sehidup Sesurga-mu


Rohana Permata Sari


Keterangan Photo : ini caraku buat menghangatkan badan anak kucing yang gak ada induknya--meski begitu cara sederhana ini bisa bikin aku bahagia--karena sudah bisa bikin dia gak kedinginan. 


Hal ini terinspirasi dengan kata-kata seseorang kepadaku,  "kalau bukan kamu yang merawatnya--siapa lagi! "


Ini aku anggap sebagai hinaan yang menampar diriku--yang kurang tegaan kalau merawat bayi kucing,  karena takut dia tersedak,  atau mati dengan cepat. 


tapi hinaan dari nya aku anggap seperti penyemangatku--biar bisa terus merawat kucing sakit meski dengan cara yang paling sederhana.


Aku percaya. Dia berkata seperti itu,  demi kebaikan aku dan kucing-kucing yang aku rawat.  Terima Kasih banyak inspiratorku 🍀

Comments