Dendam Positif


 Dulu, ketika pengalaman jadi moderator forum diskusi maya--selalu di minta untuk tidak melakukan personal attack (merendahkan pribadi orang lain) baik yang menyangkut SARA (Suku, Agama, Ras Dan Antargolongan), karena bisa menghambat pengertian suatu judul Postingan Member Forum Diskusi Tersebut. 


Khan--jadi kurang paham--kalau tiba-tiba, saling menyerang pribadi masing-masing. 


Yang sudah ditakdirkan Allah, ada pada kita. 


Karena, kita gak pernah bisa meminta dilahirkan dari suku yang mana, agama yang mana, Ras yang mana dan Golongan yang mana 


Namun, kita tetap Bisa memilih untuk saling menghargai satu sama lain. 


Karena dulu sering banget di bilangin--jangan pernah berteman dengan orang Jawa--karena banyak hal--A sampai Z -- di jelasin mereka dengan orang-orang terdekatku. 


Tapi, di hidupku--aku malah sering banget ketemu sama orang Jawa--dan mereka kebanyakan teman-temanku semua. 


Sifat yang aku suka dari mereka, mereka itu pintar negoisasi, dan setia kawan banget sesama suku Jawa-nya. 


Kalo aku pikir, kenapa harus menyimpulkan segala sesuatu itu--langsung pada personal yang memang sudah ditakdirkan sama Allah. 


Mirip ketika kita, meneliti kehidupan sosial--kita gak bisa menyimpulkan sebuah penelitian dengan angka (Kuantitatif) --dalam arti-- satu ditambah satu itu pasti dua. Padahal kalau di ilmu Sinergi. Satu ditambah satu --bisa menjadi tiga. Karena saling bekerja sama. 


Nah. Begitu juga--ketika ada yang gak suka sama suku Jawa, atau suku lainnya. 


Mungkin, dimasa lalu--dia pernah punya dendam kepada suku tersebut Padahal belum tentu--dikemudian hari, suku tersebut tak bagus dijadikan teman. 


Bukti nya. Teman-teman ku kebanyakan semuanya orang Jawa. Mereka setia kawan. Kalau ada masalah pribadi --balas aja dengan dendam positif. 


Dendam positif itu tunjukkan prestasi, buktikan bahwa gak semua orang suku Jawa itu gak baik dengan meneliti sendiri dilapangan. 


Keingat dosenku, beliau meneliti kehidupan malam di diskotik sendiri untuk Karya Tulis Ilmiahnya-- dengan menyamar menjadi bagian Dari mereka--beliau menemukan fakta--bahwa kehidupan malam itu tidak seburuk yang pernah dikatakan orang-orang, karena itu mereka saling menjaga privasi dan setia kawan. Itu nilai positif yang bisa di ambil. 


Dan aku juga gitu, aku meneliti sendiri suku Jawa itu bagaimana--dan aku membuktikan sendiri--mereka Itu punya kesetiakawanan yang kental. 


Jadi kata kebanyakan orang. Yang ada didekatku--gak selalu benar. 


Karena dalam meneliti kehidupan sosial, kita gak bisa pukul tebas rata--karena kehidupan sosial itu majemuk. 


Bukan kesimpulan yang kita ambil, tetapi makna yang didalamnya yang kita tarik benang merah.  


Seperti kata buku Prof. Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kualitatif, yang lebih menitik beratkan data dibanding angka 


Begitu juga dengan dendam--boleh banget dendam sama orang--tapi bikin secara positif. 


Karena kalau kelamaan nyimpan dendam, gak baik buat kehidupan dunia dan akhirat kita. 


Jadikanlah dendam positif. Semua ada hikmahnya, asal kita selalu mengerti bahwa takdir Allah itu adalah sebaik-baiknya Rencana, karena Allah sayang banget sama kita melebihi mama kandung kita sendiri. 


Keterangan Photo : Ini buah Cery, yang dari kecil suka banget di ambil buahnya, kadang orang lain bilang--mirip kaya anak kecil. Suka makan buah Ini --padahal mereka tak tahu, buah ini khasiatnya luar biasa buat kesehatan darah. 


Dan ini buah lokal, bisa di temukan di mana aja, bahkan tumbuh liar. 


Jadi meski sering di bilang anak kecil, makan buah ini--ya gak apa-apa, anak kecil itu polos, selalu makan buah-buahan yang dia suka, mirip kucing--selalu makan tumbuhan yang dia suka. Seperti rumput ilalang dan daun serai--yang bagus banget buat saluran kecingnya serta antibiotik alami. Ia memilih yang bermanfaat secara insting-nya. 


Tenggarong , 13 November 2020


Sahabat Sehidup Sesurgamu


Rohan a Permata Sari

Comments