Sahabat Sehidup Sesurga





Tulisan ini aku dedikasikan untuk sahabat kecilku, Irma Istiqamah,

Lama aku menunggu dirimu, hadir di mimpiku, ternyata--Allah mengabulkan pintaku,

Ketika wabah virus corona, rumah sakit jiwapun meliburkan penjengguk, hingga 2 minggu.

Aku hanya bisa melihat dokter, para medis, cleaning servis yang berlalu lalang di depan jendela ruangan khusus menonton tv untuk pasien.

Ternyata, kamu hadir.

Dengan wajah yang berkharisma, berbaju ungu dan berompi dokter berwarna putih.

Masya Allah, kangennya aku sama kamu.

Hati yang sedih, karena gak ada yang jengukin. Melihat dirimu saja sudah seperti hiburan sepanjang umurku.

Terima kasih ya.

Kamu yang selalu dewasa, ketika kita berdua salah paham--kamu yang selalu menungguku ketika aku males banget bertemu denganmu karena kesalahpahaman.

Kamu yang rajin memeluk, dan selalu berkata, "Rohana kalo ngambek, aku gak mau datang lagi loh.. "

Senyumku sumringah.

Iya, dia sahabat my rival dan my bestfriend.

Kami sudah berteman dari kelas 4 SD, kebetulan satu bimbingan belajar.

Dia yang pintar, selalu rangking 1 dan diatas rata-rata.

Aku selalu ingat kata-katanya waktu aku tanya. Kenapa kok bisa rangking 1 terus di ujian bimbingan belajar.

Dia bilang, banyakin baca. Dan isi penuh seluruh kertas HVS jawaban kita. Insya Allah bakalan rangking 1 terus.

Dialah musuh terbaikku--yaitu sahabat terbaikku.

Kadang dia mengesalkan, karena dengan diriku ada saja rahasia yang ia tak ingin bagi

Kadang bikin khawatir, ketika menghilang semalaman.

Kadang bikin kangen, dia yang polos berbicara, sedikit kasar tapi tulusnya luar biasa

Aku aja dibikin kaget dengan dirinya.

Semua kata-katanya dikabulin Allah.

Karena dia pengen banget meninggal ketika melahirkan.

Dan dia juga pengen meninggal duluan dibanding orang tuanya.

Semuanya terkabul, masya Allah.

Bahkan sebelum dia menikah, kami ada kesalahpahaman tentang sebuah teori,

Sama sekali dia tidak mengatakan hal yang bikin kami ngambekan--ke sahabatku yang lain.

Alhamdulillah, waktu sakit--aku dan teman-temanmu yang baik, bisa melihat wajahmu yang tak ingin terlihat sakit.

Selalu tersenyum dan selalu bilang, aku baik-baik saja, dan kenapa kok sebentar aja jengukin aku.

Hiks.

Mungkin baru sekali ini, aku temukan sahabat sejujur dirinya, tak pernah gengsi dengan perasaannya.

Puluhan tahun bersahabat denganmu,

Kamu ajarkan, bahwa rasa ayam bakar Serasa enak padahal masakan ayam bakarku gagal total dan tidak enak sekali.

Dia mencoba menghiburku, ini enak kok, Rohana...

Orang yang selalu mengulurkan tangannya untuk selalu meminta maaf, meskipun ia tak salah,

Selalu bahagia, beberapa bulan ia tinggal dirumahku,

Selalu ada cerita kepolosan hidupnya dari kakakku.

Dari bedak yang selalu belepotan, dari senyum yang ceria meski lupa pake lipstik, suara sepatunya, selalu bikin rindu.

Semoga Allah perkenankan aku, bertemu dengan dirimu lagi ya, aamiin ya Rabb

Gambar dia, memakai mukena pink-ku- Irma Istiqomah, S. kom., MT

Ini photo, ketika Mega Pratiwi ultah 🌷 sambil nyicip kue tart bikinanku, hehehe.

Mereka yang selalu bilang, masakanku selalu enak, padahal.. Duuhh, hehehe.

Jumat, 27 Maret 2020

Sahabat Sehidup Sesurgamu

Comments