Berbeda Bukti Kebesaran Allah






Sebenarnya, gak pengen bikin tulisan ini.

Tapi kepikiran terus, dimana Nikmat Allah itu gak boleh disimpan sendiri, wajib disiarkan, itu kata Allah di Surah Ad-dhuha.

Karena setiap orang itu spesial, dan mempunyai sidik jari kemenangan masing-masing, jadi aku udah santai kalo ada yang nanya diluar kebiasaanku atau aku dengar orang yang curcol tentang sifat orang lain yang beda banget sama orang kebanyakan.

Tapi kayanya, aku musti bikin tulisan ini, biar ada gambaran, bahwa ini salah satu kebesaran Allah atas beraneka ragam sifat dari manusia yang berbeda-beda satu sama lain.

Makanya aku dari dulu, suka dengan kalimat, "aku ini beda dari orang lain"

Setiap ada temanku yang nulis kalimat ini di dalam curcolnya, aku malah suka, berarti dia merupakan tanda-tanda kebesaran Allah ada pada dirinya.

Bukannya malah di dengki-in karena dia gak suka sama apapun yang kita lakukan, hehehe.

Misalnya nih, kaya akhir-akhir ini aku temukan, orang yang kaget kalau melihat prilakuku di tempat umum, misalnya mengambil sampah-sampah berserakan di taman-taman kota atau makanin kucing-kucing jalanan.

Hingga ada yang berucap, gak usah dimakanin, dia bisa cari makan sendiri atau ada yang curiga --aku mengambil sampah-sampah, sampai diliatin dari bawah kaki sampai atas kepala, trus ditanya, "ngapain mba? "

Aku dengar kata-kata itu antara mau ketawa , ya lagi ngambilin sampah, masa iya saya melukis di rerumputan dengan sampah plastik? Hadeh.

Tapi aku gak ngomong itu sih, hehehe.

Aku cuma bilang, "saya relawan buang sampah, biar taman ini gak dijadikan tempat sampah dadakan"

Dia sih angguk-angguk sepertinya paham, tapi aku agak kaget, pas sudah selesai bersihin, eh dia masih memperhatikan dengan seksama apa yang aku lakukan.

Apa yang aneh sih ya? , buangin sampah di taman itu perbuatan mulia, kenapa malah di nyiyirin, aneh deh.
Bahkan aku disangka ria, dan mau pamer.

Hadeh.

Buat apa pamer sama penduduk dunia, gak ada untungnya.

kita loh di awasi 24 jam sama penduduk langit, ketahuan Ria, duh gak bakalan berkah hidupnya.

Buat apa harus aneh. Itu akhlak terpuji, bukan malah di buruk sangkain.

Ada lagi, yang aku makin harus nulis tulisan ini, sering sih aku di bilang, lebih sayang kucing dibanding manusia disekitarku.

Well.

Bagiku, merawat kucing adalah pintu surgaku. Kalo bagi kamu, merawat tetangga, merawat teman, merawat keluarga, merawat orang lain adalah pintu surgamu, ya bagus banget.

Menuju surga itu, banyak arah dari berbagai macam pintu, bukan satu arah aja.

Pilihan hidupku, dan sidik jari kemenanganku ada pada kucing.

Kalau kita berbeda, gak apa-apa dong. Sidik jari mana ada yang sama, iya gak?

Gitu juga, pertanyaan yang sering banget di tanyain sama temanku, tetanggaku, keluargaku yaitu kapan punya teman hidup? Atau kapan menikah?

Gini.

Jawaban ini, persis sama dengan jawaban contoh-contoh diatas sebelum itu.

Bagi kamu, menikah diumur 20-an itu keharusan bagi seorang Perempuan.

Kalau bagi aku, dulu sih iya. Pengen nikah muda. Tapi untuk sekarang, menikah bukan prioritas ku lagi, sekarang prioritas ku adalah pengen naik haji.

Jadi lagi gencar-gencarnya Riyadhoh, untuk bisa naik haji bukan menikah.

Sekarang umurku diatas 33 tahun, dan aku bahagia dengan pilihanku--untuk belum memprioritaskan menikah di jalan hidupku.

Karena aku pengennya nikah umur 40 atau 50-an tahun gitu. Terus gak usah punya anak. Soalnya aku gak suka melahirkan, dan emang gak pengen punya anak.

Terus dapat orang yang juga suka sama kucing, dan melebihi cintaku pada kucing.

Dan kalopun gak dapat, santai aja kali.

Jodoh itu sudah di tetapkan Allah, sebelum Allah menciptakan Alam semesta, keren khan? Kenapa masih galau sih sama perbedaan? Hehehe

Terus ada yang salah? Ada yang aneh dengan impianku?

Hadeh. Biasa aja kali, kalo kita berbeda keinginan, cara pandang dan visi misi hidup.

Ada orang yang suka ngibah pagi, siang dan. Sore, kalau gak ngomongin orang, kaya laper terus hati, hehehe

Tapi ada juga yang males ngomongin orang, soalnya banyak malaikat dan penduduk langit yang memperhatikan terus menerus, mantul!

Ada juga yang pengen sedekah sama keluarga aja atau para petinggi kekuasaan , kalo sama orang lain, dikasih makanan sisa atau yang gak bagus, baju robek atau baju lama yang tak layak, ataupun tas yang bau.

Tapi ada juga yang pengen sedekah sama orang lain terus, kalo sama keluarga--dibuat mandiri dan diminta belajar cari uang sendiri lewat shalawat dan sedekah seperti Ustad Yusuf Mansyur gak pengen ngasih laptop ke Wirda--anaknya, beliau maunya Wirda sedekah dan rajim shalawat buat dapatin laptop impiannya.

Ada juga yang banting tulang untuk dapat rejeki sampai meninggalkan sholat tapi rejeki tipis mulu, ada juga orang kerjanya santai dengan sholat ontime 5 waktu tapi rejekinya tebal minta ampun, karena dia ingat bahwa, siapa orang yang bertakwa dan berbuat baik, akan di berikan kemudahan hidup dan keberkahan apa yang ia lalui.

Seperti negara Arab Saudi, kerjanya mah santai, sholat gak pernah di tinggal, rejeki kaya air bah. Mengalir deras tak henti-henti, soalnya mereka tahu kunci jawaban dalam mencari rejeki 🌷

Jadi gak masalah khan, berbeda itu?

Berbeda-beda itu menunjukkan Kebesaran Allah.

Tinggal pilihan selalu ada di hidup kita, mau menghargai dapat pahala, atau suka nyinyir karena doyan ngasih pahala ke orang lain? 😬🌷

Gambar ini, adalah kucing-kucingku, mereka hidupku. Ini sebuah keberuntungan bukan sebuah kemalangan, yang suka orang bilang kalau melihara kucing itu gak ada gunanya. Menghabis uang dan bikin badan lelah.

Bagiku, kucing-kucingku adalah keberuntunganku.

Salah satu teman, pernah bilang, "kamu ini sama kucing terus yang diingat, kayanya masuk surga karena kucing aja"

Dulu, aku nyangka--dia menghinaku.

Tapi, sekarang aku baru sadar.

Gak apa-apa karena kucing, satu alasan saja aku bisa masuk surga, aamiin ya Rabb

Ini adalah doanya,

Aku ingat pesan almarhum abahku, memelihara kucing bikin kita Disayang Allah, abahku adalah donatur utama makanin kucing dan mengobati kucing ketika aku belum kerja saat memelihara kucing jalanan,

Ternyata, Allah membuktikan kebesarannya, abahku meninggal di hari jumat, wajahnya ganteng betul kaya ulama mesir, soalnya abah suka ngomong, beliau itu khatib dari mesir.

Aku kira karena abahku suka melucu saja, ternyata nama beliau itu diambil dari Khatib di Mesir, Masya Allah.

Gak heran lah, bisa ganteng gitu. Soalnya baik banget sama kucing.

Semoga aku bisa ketularan abah juga, meninggal dalam keadaan baik, dihari jumat dan wajahku juga cantik pas meninggal, karena bahagia bisa melihat rumahku di Surga aamiin ya Rabb.

Hehehe. Itu adalah impianku, kalau kamu berbeda sama aku, ya gak apa-apa.

Kalau samaan, juga bagus banget.

dan jangan lupa di doain ya! Saling mendoakan itu indah karena doa adalah senjata kaum muslimin.

Comments