Antara Kandang Kucing Dengan Kamar Pasien Rumah Sakit Jiwa



Tulisan ini sebenarnya dari kemarin pengen di tuliskan, tapi selalu keburu mood yang bilang, entar aja dulu. Hehehe.

Padahal cerita ini penting Banget, apalagi ketika aku melihat teman-temanku merasa khawatir dan sedih ketika aku berada di rumah sakit jiwa.

Jangan sedih ya, aku bermalam disana, karena terapi ganguan tidur, dan diminta gak mikir hal-hal lain kecuali tidur dan makan yang enak disana.

Bener deh, satu-satunya yang bikin kangen saat bermalam di rumah sakit jiwa adalah makanannya--luar biasa enaknya.

Mirip makanan Hotel Berbintang. Enak, manyos dan bervariasi setiap harinya.

Tapi hal yang paling aku gak suka dari rumah sakit jiwa, yaitu kita diisolasi dan dikurung sesuai SOPnya.

Karena dianggap berbahaya dan diharuskan istirahat, jadi setelah makan siang, kamar pasien di kunci dan dibuka ketika ashar--disuruh mandi hingga makan malam, lalu setelah makan malam--pasien kembali diminta istirahat dan dikunci sampai besok pagi.

hal tersebut mengingatkanku ketika aku suka memasukkan kucingku ke dalam kandang atau kamar khusus untuknya.

Jadi ketika di kunci-in sama perawat disana--aku jadi berpikir--begini ternyata perasaan kucing-kucingku ketika dikandang dan dikunciin kamarnya.

Hingga karena pengalaman tersebut, aku akam segera membukakan kandang atau kamarnya, ketika kucing-kucingku mengeong terus menerus.

Karena aku ingat banget, setiap malam ketika aku baru masuk rumah sakit jiwa, aku manggil perawatnya karena aku ketakutan--disampingku ada pasien yang mengeluarkan buih di mulutnya.

Takut saja, beliau mau Meninggal. Tapi yang aku dapatkan, sepertinya SOP disana--kalau malam, tidak melayani lagi keluhan-keluhan pasien.

Akhirnya dari situ, aku belajar--untuk selalu berempati kepada hewan-hewan yang aku pelihara.

Jangan sampai, aku seperti mereka. Cuek saja dengan teriakan pasien yang membutuhkan ketika malam.

Pasien Gangguan Jiwa itu didekati dengan komunikasi yang lembut dan santun bukan dengan teriakan kasar.

Seperti di Konten Youtube Rian TV, dia mendekati orang yang mempunyai gangguan jiwa dengan santun, dan lembut.

Pendekatannya juga mirip kaya sahabat, tidak memaksa atau berkata kasar.

Dengan begitu, meskipun ia dikurung di asramanya, tidak akan terbebani dengan rasa sepi atau trauma karena dikurung di sel-sel kamar tidur Pasien Gangguan Jiwa.

Perumpamaan pada kucing-kucing yang kita kandang, usahakan jangan lama-lama dibiarkan didalam kandang. Dan berilah dia waktu berjalan-jalan diluar kandang agar psikis dirinya menjadi bahagia dan gak merasa sendirian.

Karena mereka juga punya perasaan dan punya hak hidup bebas tanpa kurungan.

Dibawah ini : Photo tadi pagi--ketika 2 garong rumah di kandang--saat aku membersihkan kamar tidur mereka.

Si Tatam Dan Si Chettah, adem sih mereka didalam kandang, cuma sekitar 30 menit-an, si Tatam nangis mau keluar, gak tega denger dia nangis--jadi langsung ke gendong, dan diajak keluar kandang. Hehehe



Tenggarong, 29 Maret 2020

Sahabat Sehidup Sesurga

Rohana Permata Sari

Comments