Parasite



Saat pengen nonton ini, karena banyak banget yang rekomendasikan untuk nyoba film korea pertama yang bisa meraih banyak penonton di Indonesia.

Awalnya aku biasa aja, tapi karena penasaran, tetap juga aku tonton.

padahal pertama kali liat cover filmnya--merasa enggak banget deh aku tonton, karena sepertinya tidak lucu dan kaya seram gitu, hehehe

Kemudian--Aku coba nonton trilernya, ternyata masih belum merasa, YA banget buat nonton film ini,  karena sepertinya tentang virus penyakit yang mewabah.

Satu-satunya alasan aku pengen nonton, ya karena merasa pangling, kenapa film ini harus dibicarakan, sedemikian banyaknya.

Bahkan pas aku googling, riset tentang film ini--ternyata mendapatkan penghargaan di Korea Selatan, karena mengangkat isu penting di negara tersebut.

Akhirnya lah, aku nonton, dan ternyata diluar dugaan--kisah ini memang kisah realita yang sering kita temui di masyarakat--bukan hanya di negara Korea saja, namun yang aku sayangkan disini--banyak unsur kekerasan yang seharusnya gak perlu ada di film sebagus ini.

Film ini juga bukan film komedi--lucunya juga gak terlalu banyak. Lebih banyaknya itu ya rasa penasaran kita dengan endingnya.

Kisah ini bercerita tentang kehidupan keluarga yang banyak menggunakan topeng untuk mendapatkan penghasilan serta keluarga yang terlalu percaya dengan orang lain, yang akibatnya malah mendatangkan petaka untuk keluarganya sendiri.

Dimulai dari kisah sepasang keluarga yuang mempunyai anak dua (dewasa-laki-laki dan perempuan) yang tidak memiliki pekerjaan. Ayah dan Ibunya pun sama-sama menganggur.

Pekerjaan mereka biasanya pekerjaan serabutan, namuan sayangnya keluarga ini bukan keluarga yang yang telaten--mereka selalu menginginkan uang yang banyak--namun bekerja dengan tidak teliti serta semaunya saja.

Akhirnya--yang memberi pekerjaan sering merasa kecewa.

Sampai akhirnya teman dari seorang anak laki-laki tersebut datang kerumah keluarga tersebut untuk memberikan perkejaan sebagai guru les bahasa Inggris, dengan menggantikan dirinya yang akan kuliah keluar negeri.

Padahal anak laki-lakinya itu adalah lulusan SMA saja, namun mereka tidak habis akal untuk menipu agar memiliki penghasilan yang tinggi. 

Kebetulan anak perempuan mereka pintar mengedit photoshop dan bisa memanipulasi ijasah sarjana.

Keluarga yang menerima guru bahasa inggris itupun senang dengan melihat kecakapan anak laki-laki keluarga yang suka menipu itu. hingga akhirnya mereka selalu saja mempercayai apapun yang berhubungan dengan mereka (keluarga yang menipu itu).

Hingga adik perempuannya juga menipu sebagai guru seni, kemudian ayahnya menjadi supir dan ibunya menjadi pembantu , dan cara masuknya hampir sama yaitu dengan menipu

sayangnya Keluarga yang memperkerjakan mereka sama sekali tidak menaruh curiga.

Kisah ini memberi pesan moral kepada kita-- bahwa kita jangan menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan pekerjaan dengan menjadi parasit--menempel pada status ingin dipandang sebagai orang pintar, berkemampuan serta orang kaya.

Karena segala hal yang tidak jujur , pasti akan mendatangkan petaka serta musibah untuk hidup kita.

meski film ini sama sekali tidak membahas wabah penyakit atau sebagainya--namun banyak memberi pelajaran untuk kita agar selalu mencintai diri kita apa adanya serta jika ingin memiliki sesuatu--itu ada prosesnya, dan kita harus bisa akrab serta berdamai dengan proses tersebut.

Bukannya mengeluh dan mencari cara instan untuk mendapatkannya. 


Pantas banget, film ini mendapatkan penghargaan dan mencuri perhatian penonton Indonesia--yang pertama kali--mendapatkan jumlah penonton yang banyak dari film korea lainnya.

Aku kasih rate 8 dari 10

Comments