Masitah, Si Sederhana Berhati Baja





Tadi malam aku ketemu mamaku di mimpi.

Beliau gak pernah berubah. Selalu sama. Orangnya tegas, jarang basa basi dan gak pernah romantis-romantis-an orangnya

Cuma tadi malam, mama ngasih aku bunga hidup, beliau meminta aku menanamnya di depan rumah.

Masya Allah, senangnya hatiku. Kataku dalam mimpi--mama bisa romantis juga ternyata, hehehe

Pas kebangun , aku antara bahagia dan sedih. Bahagia karena sudah lama beliau gak pernah datangnya di mimpiku.

Terakhir beliau datang di mimpiku saat aku masih merantau di Kaltara. Sekarang mama datang lagi.

 Aku suka kangen sama beliau.

Itu yang bikin aku sedih.

Gak ada lagi tempat curhatku yang paling jujur kalau aku minta pendapat sama beliau.

Mama selalu bilang--jangan pernah mencintai seseorang yang tidak mencintaimu. Karena wanita itu mudah jatuh cinta. Jadi pria dulu yang jatuh cinta, baru wanitanya

Semua kata-kata beliau benar.

Dulu 15 tahun yang lalu aku pernah suka sama teman SMAku, suka aku ceritain sama mamaku, kebetulan dia sahabatku dulu di SMA--suka bawain aku obat kalau aku sakit dan pernah belain aku pas di bully temanku disekolah karena jilbabku gak rapi.

Terus kata mama. Dia suka juga gak. Aku bilang, kayanya suka--buktinya suka ngasih benda-benda yang lucu dan ada love nya.

Mama cuma ketawa--itu curcol bareng mama pas mama lagi masak didapur. Aku mah gak pernah bantuin mama masak. Suka liatin beliau masak aja.

Karena mama gak bolehin aku main sama api, takut aku kenapa-kenapa. Karena suka banyak accident di dapur kalau aku ikutan masak sama mama.

Kata mama lagi--dia tidak mencintaimu nak. Kalau dia mencintaimu--dia akan ngomong langsung--dan gak hanya ngasih barang-barang aja.

Dari situ--aku suka penasaran. Sama kata-kata mama. Yang selalu ajaib. Benar.

Ternyata memang dia tidak menyukaiku, aku hanya dianggap sebagai teman dekatnya saja dan dia memang selalu baik sama siapa aja bukan sama aku aja. Hehehe.

Meski aku orangnya gak suka dipilih, maunya memilih seseorang dan orang itu suka.

Cuma kadang aku merasa--feeling mamaku itu selalu benar. Mungkin feeling seorang ibu itu kuat buat anaknya.

Jadi kadang, kalau aku sudah memilih. Aku juga mau lihat. Yang aku pilih ini--sanggup juga gak mencintaiku seperti aku mencintainya.

Karena kalau sepihak aja, ya disenyumin aja.

Perempuan itu mudah jatuh cinta. Dan mudah melupakan cinta bagi orang-orang yang tidak bisa menghargainya.

Jadi bagi kalian yang udah nemuin--orang yang benar-benar tulus mencintai kalian--selalu jaga dan jangan pernah kecewakan mereka.

Kaya mamaku, sama abahku.

Mamaku namanya masitah. Pendek aja sih. Tapi besar banget dihatiku.

😭

Duh tiba-tiba nangis, keingat beliau. Kangen.

Mama itu orangnya sangat sederhana. Bajunya suka sobek-sobek--jadi suka beliau jahit, karena beliau itu orangnya hemat banget.

Gak pernah beli baju. Uangnya selalu untuk anak-anaknya.

Gak pernah perawatan juga. Kadang tabungan simpanan beliau--beliau belikan emas--buat digadai kalau siapa tahu ada yang sakit, masuk sekolah atau keperluan mendesak lainnya.

Biar kata mama--gak perlu pinjam saudara atau hutang sama tetangga. Karena kadang--orang lain suka merendahkan kita--kalau kita suka pinjam-pinjam uang untuk kebutuhan keluarga.

Jadi mama gak pernah berhutang sama orang lain. Mama itu selalu berinvestasi emas.

Hati beliau juga kaya hati baja. Merawat 5 anak dengan sifat yang berbeda-beda

Yang pasti, aku ingat banget--saat mama merawat aku, mama itu suka galak sama aku, hehehe

Aku gak dibolehin keluar rumah  mainan sama teman--karena mama maunya aku tidur siang--karena mama tahu daya tahan tubuhku paling lemah diantara keluargaku.

Apalagi pas aku masuk organisasi di sekolah, paling bete dah mama.

Mama paling gak pengen aku itu kaya abah.

Mama maunya aku tu dirumah aja. Hehehe.

Padahal aku masuk organisasi itu karena pengen punya banyak teman, karena di rumah--gak bolehin main keluar--teman-temanku ya kucing-kucing, hehe

Tapi pas udah aku kerja, aku malah doyan di rumah. Senang masak, senang bersih-bersih. Yang dulu--pas mama masih hidup, gak pernah aku lakukan.

Kadang disitu sih. Aku ngerasa pengen banget kembali dimasa--mama masih ada.

Dan aku pengen cerita banyak lagi sama mama, sambil bantuin masak, bantuin bersih-bersih dan akan nemenin mama dirumah.

Cuma itu hanya kenangan yang indah saja. Aku merasa beruntung punya mama yang berhati baja kaya mamaku.

Menghadapi diriku yang selalu ingin apa saja semauku , suka ngambek kalau gak dibolehin , atau suka minggat dari rumah--kalau mama sering marahin aku untuk gak boleh berorganisasi lagi.

Minggatnya sih gak jauh-jauh banget. Di depan rumahku, ada gunung. Aku suka minggat kesana. Wkwkwk.

Nah digunung itu, kaya ada tempat duduk pondok gitu. Jadi bisa liat pemandangan.

Tetanggaku suka tahu kalau aku minggat karena udah kebiasaan..haha.

Paling gak lama--kakak keempatku yang jemputin dan di bujuki sambil dibawakan makanan enak.

Gak lama turun lagi dan pulang. Hehehe.

Mama juga jarang bilang , " Nana, maafin mama ya" hahaha.. Itu kata-kata romantis, yang gak pernah mama ucapin.

Mama ngucapinnya dengan masakin makanan kesukaanku aja. Sambil bilang : " makan gih, nanti sakit",

Aku loh biar ngedumel, tetap aja makan..paling abahku yang suka ketawa dan sering minta maaf sama aku. Abah mah berbeda 180 derajat sama mama. Abah itu romantis banget.. Hehehe

Meskipun begitu, abah sayang sama mama. Karena mama orangnya tulus. Sederhana--gak nuntut macem-macem sama suami  dan selalu ngikutin dimana suami bekerja bahkan mama sampai resign di pertamina--hanya untuk nemenin abah yang pindah kerja di pedalaman Kalimantan.


Mama itu luar biasa.

Nasehat-nasehatnya selalu hadir didalam hidupku.

Hatinya juga baja--gak takut miskin--gak takut dihina-dan gak takut sakit.

Ingat banget--terakhir beliau ngomong gini sama aku. Pas beliau malamnya meninggal.

"Nha, mama cape, mama mau pulang"

Deg. Hatiku rasanya hancur.

Belum pernah mama ngomong cape. Dari situ aku yakin, waktu mama udah sebentar lagi.

Dan benar--malamnya beliau meninggal.


Aku bersyukur dilahirkan dari rahim wanita sederhana yang berhati baja-- yang selalu mengajarkanku untuk percaya bahwa bersabar dan bersyukur adalah hal terpenting dalam hidup ini.

 Dan bersyukur bahwa wanita bisa menjadi seseorang yang kuat karena passionnya dalam mengejar impian-impian besarnya.

Terima kasih Mama Masitah.

You are always Gold in my Life.

I Love You Forever.

Comments