Hidup Yang Kedua



Hai. gimana kabarmu? Semoga sehat dan selalu bahagia ya.

Hari ini aku mau cerita sesuatu tentang hidupku yang indah ini--yang sudah aku anggap sebagai hidup keduaku, dimana Allah memberi kesempatanku untuk hidup dengan sesuatu yang aku suka dan menjadi diriku yang lebih kuat

Sekitar tahun 2016 , 3 tahun yang lalu--adalah tahun yang lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya. Karena ditahun itu, banyak kejadian yang diluar dugaanku, dan menyita banyak pikiran dan tenagaku.

semua orang gak percaya dengan apa yang aku rasakan ketika pulang dari merantau di Pedalaman Kaltara, dimana aku merasa dihantui untuk diminta membunuh diriku sendiri, dengan berbagai cara.

hingga aku melawan dengan pikiranku sendiri, yang menyebabkan--aku harus dirawat intensif di Rumah Sakit Jiwa.

belum sampai disana, di dalam perawatan Isolasi Rumah Sakit Jiwa--aku masih diminta untuk bunuh diri, dengan membuka ikatan tangan dan ikatan kakiku, karena waktu di IGD--SOP dari rumah sakit jiwa adalah--mengikat tangan dan kaki pasiennya.

termasuk aku waktu itu, dan ditinggal sendirian.

Aku ingat banget. Malam itu--aku sama sekali gak tidur. sedangkan kata keluargaku yang melihat aku di CCTV--aku tidur dengan nyenyak.

Padahal aku sama sekali gak tidur--menjawab segala pertanyaan halusinasiku, yang meminta aku harus bunuh diri

sampai suara Bule--temanku dari Belanda--ada di pendengaranku. Ceritanya aku dimasukin ke rumah sakit itu karena aku harus menyelamatkan Indonesia, dan aku harus menukar tubuhku dengan suami-nya temanku di Belanda tersebut.

malam itu--aku gak tahu kalau itu rumah sakit jiwa. aku kira itu di rumah sakit Belanda.

Jadi selama aku ditinggal sendirian di kamar isolasi dan dipasung tangan dan kakiku--aku nyanyi lagu-lagu kebangsaan Indonesia--dengan menyatakan sampai matipun aku mencintai Indonesia.

Hingga akhirnya aku dipindahkan ke ruangan kamar sendiri bukan di IGD, pikiranku tetap masih konsisten meminta aku harus membunuh diriku--karena aku gak bisa menyelamatkan Indonesia, karena dia bilang bahwa aku harus memecahkan kepalaku di dasar toilet, karena didasar toilet kamar perawatan itu, penglihatanku ada batu besar

Tapi aku sama sekali gak mau bunuh diri, karena aku sayang banget sama diriku--aku ingat banget--aku bilang sama suara yang selalu minta aku bunuh diri itu untuk pergi, bahwa aku pasti bisa sukses dan menyelamatkan dunia

hehehe

sampai ada tentara Isreal segala lagi di balik jendela kamar perawatan tersebut, dia seperti mau meluncurkan bom ke arahku--makanya penglihatanku--horden jendela-ku goyang-goyang, kaya mau kebuka gitu.

aku rada seram sambil bezikir. yang aku ingat, cuma Allah. jadi aku nyebut Allah terus. sampai hapalan surat-suratku serasa hilang semua-- saking takutnya ngeliat jendela.

Sampai akhirnya kakak perempuanku datang menenangkanku. diminta aku tidur jangan menghadap jendela. Alhamdulillah bisa tenang, dan tidur nyenyak.

bahkan dari kejadian tersebut, aku sering banget liat hal-hal yang diluar logika sama sekali gak mungkin ada.

Seperti seringnya melihat unsur-unsur gaib--cuma yang aku lihat ini lebih kepada unsur putih dibanding unsur hitam.

cuma sebaik-baiknya unsur putih, ngeri juga aku liat dan merasanya. Gede soalnya.

Jadi aku sekarang lebih nerima aja sekarang, apa yang terjadi dengan diriku sekarang, dengan mata bathinku yang dapat melihat unsur-unsur putih dari hal-hal gaib tersebut, yang kebanyakan orang gak bisa melihatnya.


Meski awalnya aku suka nangis dan takut kalau diliatkan sama Allah--sekarang aku sudah merasa mereka kaya sahabatku--dan mulai berbaik sangka--bahwa kejadian tersebut didalam hidupku sudah diatur dengan baik oleh Allah.

Bahkan kalau aku tahu bakalan seperti ini, aku gak bakalan nyesal--atas kejadian yang beruntun datang terus menerus di tahun 2016 tersebut, aku malah merasa beruntung.

Andai saja, kejadian itu gak terjadi di hidupku. Aku gak bakalan mengalami hal-hal yang memberi kejutan indah didalam hidupku.

Gak bisa tinggal bareng keluarga, padahal untuk pindah ke kampung halamanku itu sama sekali gak pernah aku pikirkan,

aku sudah berhenti berharap untuk bisa mutasi ke kampung halamanku, karena sudah tanda tangan kontrak 15 tahun--gak boleh mutasi dengan alasan apapun, makanya aku saat kerja di Pedalaman, rajin banget.

Kalau kekantor--selalu sebelum jam 7 pagi, pulang pasti jam 5-an sore. Hingga akhirnya aku mengalami halusinasi yang luar biasa--satu malam penuh di malam Ramadhan.

Aku ingat banget itu saat bulan puasa, aku di ganggu oleh halusinasi yang sama sekali bukan seperti diriku, hingga besok pun--aku di kantor--merasa akan meninggal-- jadi aku berlaku--seperti orang yang akan meninggal.

teman-temanku yang baik denganku--banyak yang mendekatiku untuk merawatku. Aku masih ingat, air mata seorang teman basah di pipiku, aku juga masih ingat--orang yang aku anggap tulus denganku--malah menghinaku dihadapan orang banyak, dan mengatakan aku orang gila--hanya karena aku memakai sepatu warna pink.

Karena dulu dia pernah bilang--bahwa di kantor--aku selalu disayang banyak orang. beda dengan dirinya--yang banyak gak disukai orang.

Ya aku biasa aja, dengan pernyataannya.

ternyata itu pertanda--bahwa ia tidak menyukaiku. dan teramat membenciku. padahal kenal juga enggak. kalau sering berdiskusi sih iya. soalnya orangnya belagu. merasa paling pintar dan paling oke.

padahal, dia gak tahu--bahwa yang namanya manusia itu gak harus mengatakan diri sendiri itu pintar dan oke untuk bisa disayangi oleh orang lain--cukup berbuat kebaikan aja yang belum pernah kita temukan di dunia ini.

tapi aku bersyukur bisa ketemu dia--karena dengan begitu aku bisa menjadikan hikmah didalam hidupku dan berbagi dengan kalian--bahwa dalam mencari teman sejati yang tulus kepada kita itu butuh pengorbanan

dengan kejadian itu--aku bisa tahu--sahabat sejatiku dipedalaman itu siapa, hehehe. bukan orang yang dulunya bertopeng baik denganku--namun nyatanya di belakang teramat membenciku.

Bahkan dengan kejadian dimana aku rajin banget di kantor di pedalaman dulu--ngebikin aku belajar untuk gak harus rajin lagi di kantor yang sekarang, hehehe.

Gak terlalu serius lagi dengan tupoksi, gak harus takut lagi kalau uang insentif dipotong hanya karena aku terlambat masuk kerja.

bahkan di kantorku sekarang, aku mencatat rekor. aku dapat surat peringatan pertama--karena aku kurang disiplin dikantor--gak rajin--dan suka gak ngasih surat sakit kalau sedang sakit.

karena pas bulan puasa kemaren--sebulanan aku memang sakit--gak enak badan dan kepala sering sakit. Jadi aku cuma ngabsen pagi dan sore saja. bahkan pas habis idul fitri--aku turun cuma sehari--besoknya aku sakit lagi--namun aku gak ngasih tahu orang kantorku yang sekarang.

Makanya--pas aku turun--aku langsung kena surat peringatan pertama, hehehe.

Aku bahagia malah.

ini sebuah prestasiku.

Bisa menjadi orang termalas di kantor, hehehe

karena zaman dulu--aku orang yang paling sok sibuk tapi sering banget sakit, hehehe

setalah kejadian tersebut, aku juga gak tambah rajin. biasa aja sih. bekerja dengan sesuai kesukaanku.

kalau aku cape dan badmood, aku pasti menolak mengerjakan pekerjaan tersebut. Bahkan kalau aku lelah banget--aku gak pernah malu lagi buat tidur dikantor--meski tidurnya dengan duduk aja yang dulu amat aku hindari kalau dikantor, hehehe. Sekarang lebih fleksibel dan untungnya--pihak kantorku sekarang--bisa memaklumi.

meski kalau aku udah bete banget--aku berani nantang siapa aja--yang memintaku mengerjakan hal yang gak aku sukai di Kantor.

hal ini adalah hal yang luar biasa.

karena dari dulu dikantor ku di pedalaman--gak enak bilang gak suka, pokoknya bantu orang aja, hehehe. Niat hati pengen bantu orang itu karena pengen punya banyak teman dan gak tega juga ngeliat orang merasa kesulitan.

Namun hal tesebut, malah bikin ada aja teman kantorku yang gak suka bahkan menghina kebaikan yang aku lakukan dengan orang lain.

Jadi sekarang, lebih hati-hati menaruh hati untuk mempercayai orang lain--karena biasanya yang sakit itu dimana orang yang kita beri percaya malah orang yang menjadi alasan utama kita bersedih.

bahkan, aku kini jadi orang yang berbeda. seperti Allah memberi alasan untuk aku. Agar benar-benar menikmati hidup.

Aku ingat banget--waktu merantau aku gak melihara kucing--tapi sekarang--pas udah pindah lama di kampung halamanku.

Aku tinggal dengan 8 kucing yang lucu-lucu. Yang udah kuanggap kaya anakku sendiri.

Jadi berasa bersyukur banget atas semua kejadian yang terjadi dihidup ku.. Karena banyak memberikan kejutan-kejutan indah yang belum pernah aku pikirkan sebelumnya.

Lebih simple memahami hidup, selalu melakukan hal-hal yang aku suka, dan ketika bertemu dengan hal-hal yang gak suka-- berani bilang gak suka. Sampe aku sering banget nantangin para netijen +62 yang suka banget menghina di dunia maya.

Semua komentar mereka aku balas dengan bahasa keras--agar mereka tahu--bully yang mereka berikan ke orang lain/hewan di dunia maya sama sekali gak ada manfaatnya. Bahkan bikin mereka ngeliat- tipe manusia seperti apa orang-orang suka menghina tersebut

Impian Surga, tapi selalu ngomong Bahasa Neraka.

Makanya naluriku berontak--dan berani banget balasin komentar-komentar orang pembenci.

Benar-benar pencapaian yang luar biasa dalam hidupku

Kalau dulu--aku paling anti balasin orang -orang yang hatinya penuh benci.

Namun setelah aku di beri kesempatan hidup kedua ini--aku benar-benar berani untuk nantangin mereka duel.

Jangankan di dunia maya. Di dunia nyata aja. Kalau ada di lingkungan sekitarku yang mempengaruhi hal- hal negatif-- aku berani buat bertidak tegas kepada orang-orang yang otaknya hanya bisa negatif selalu dengan mimpi-mimpiku.


Ini benar-benar luar biasa.

Aku lebih berani dan lebih yakin.

Bahwa jalan yang sekarang aku lalui adalah jalan yang selama ini aku inginkan

Terima kasih Allah untuk kesempatan hidup keduaku lagi, karena dulu pas pernah sakit parah--aku pernah merasa mati suri beberapa saat.

Dan yang kali ini benar-benar meninggal. Tapi alhamdulillah. Aku sadar dan bisa hidup lagi.

Sekarang aku bertekad--kapanpun itu--untuk bisa hidup semauku, mewarnai hidupku sesukaku dan aku gak akan pernah biarin--orang-orang dengki, jahat dan iri mencuri impian besarku 🌱❤

Terima kasih Allah sudah berikan aku hikmah yang banyak atas masa-masa sulitku dulu ditahun 2016, yang ngebikin aku lebih bahagia dan lebih bisa menciptakan masa depan yang aku inginkan.

Yaitu berbagi cerita yang nantinya bisa menginspirasi orang-orang yang mempunyai episode hidup seperti hidupku, yang berjuang mati-matian untuk bahagia ketika aku berada di titik yang terindah.. Dan dapat memberi motivasi kepada orang lain bahwa apapun yang terjadi menurut kita itu sangat buruk, sama sekali tidak menjadi nyata. Karena Menurut Allah itu yang terbaik untuk hidup kita.

Gimana khan?Kalo Allah sudah menyelamatkan kita--siapapun tak akan bisa menghalanginya. Dan ketika Allah mencintai kita, Dia akan selalu ada dimanapun meski kita punya masalah yang menurut kita besar.

Yang pasti--kalian harus percaya.

Selalu ada ada kejutan indah untuk orang yang bersabar

Masya Allah.



Comments