Perjuangan Cinta




Sebenarnya.
Udah kalem kalau ngomongin soal cinta.
Sudah ditahap nothing to lose.

Apalagi seringnya orang yang ngajakin nikah. Baik orang yang udah akrab sampe yang baru dua hari kenal.

Jadi agak menghindar buat tulisan seperti ini lagi

Karena aku mikirnya.

Kadang aku mulai suka--dianya yang ilfeel. Nanti disaat kami berdua suka--keluarga kami yang ilfeel.

Jadi perjuangan dalam nemuin cinta sejati itu musti sinkron sih.

Sama hati , dan ridho keluarga besar.

Kalau keluarga aja yang suka--gak baik juga buat kita kedepannya--karena kadang gak sesuai dengan yang kita suka.

Kaya aku--suka bener--di jodohin sama ustad atau orang-orang cerdas sama keluarga. Sedangkan tipe yang kusuka bukan sesempurna itu.

Karena aku khan banyak banget kekurangan. Dan agak anti sama ustad dan dosen. Karena aku gak terlalu suka di gurui atau diperintah macem-macem. Mereka cocok jadi pendidikku saja di luar hubungan pribadi.

Kalau ke jenjang yang pribadi--aku lebih suka yang kaya sahabat, orang biasa yang kaya manusia normal, gak suka juga yang pejabat.. Aku lebih suka dia punya usaha sendiri--bisa bertanggung jawab untuk hidupnya dan orang yang sayang sama keluarganya.

Jadi kebanyakan --gak nyambung sama pilihan keluargaku.

Mungkin dikira aku belajar sekolah tinggi-tinggi buat dapat suami yang mirip kaya aku. Padahal enggak sama sekali. Aku pengennya malah yang beda. Biar ada cerita seru dan gak bosenin

Seperti kisah Ria Ricis--youtuber inspirasiku banget dalam mengaktualisasikan hobby yang bikin bahagia.

Banyak banget netijen jodoh-jodohin dia sama orang-orang yang gak sesuai dengan pilihan orang tuanya. Yang aku tahu--bapaknya pengen Ricis itu menikah dengan seorang sarjana.

Nah--kalau banyak laki-laki yang deketin dia gak bisa jadi sarjana untuk ngabulin keinginan ayahnya ricis--gimana mau ngabulin impian orang tua--agar anak perempuannya di bikin bahagia sama suaminya.

Mirip sama kisahku---dulu ada orang yang pernah dekat dengan hidupku --abahku sudah setuju sama dia--tapi kakak-kakak pengen aku konsentrasi kuliah dan minta dia kuliah bareng aku juga--minimal sarjana.

Dia bukannya mau usaha kuliah , karena aku dan keluarga mau nungguin dia selesai kuliah baru kami menikah-- malah menjudge keluarga ku diluar dugaan. Karena selama ini. Dia gak pernah ngomong kasar atau jelek-jelekin aku dan keluarga.

Setelah kakak-kakakku minta itu--malah dia jahat banget ngomongnya. Sampe sekarang--kadang kalau ingat itu--gak pengen serius lagi sama cowok yang keliatan kalem--tapi ternyata aslinya busuk hatinya

Mending di depan keliatan busuk-busuknya ---lebih merasa wise--ketulusan itu bisa dirasa meski dengan bahasa yang gak lembut, tapi jujur--dibanding kalem lembut ternyata di luar dugaan--menjelek-jelekan keluargaku banget.

Aku kalau sudah nyangkut keluarga --sensitif banget.

Meski aku ini tipe orang yang cuek sama bully-an orang sama diriku

Tapi kalau sudah ada yang menghina keluarga ku--langsung dari situ--aku jauhin--dan putus hubungan

Aku bisa baik banget sama orang yang tulus sama aku. Tapi bisa jahat sampe gak pengen ketemu lagi sama orang itu--aku harus menjauhi lingkungan yang buruk --yang dengan mudahnya berpikir negatif

Jadi keingat zaman dulu--aku percaya banget sama teman perempuanku--udah kuanggap jadi kakakku juga di perantauan--ya Ampun--malah jelek-jelekin aku disana sini--padahal dianya yang masuk kamarku tanpa izin--buka lemariku tanpa izin- amat tidak sopan

Bilangin aku itu orang yang tertutup--menghina teman kontrakannya sendiri--menghina orang lain lah--bete aku kalau ingat itu--ada aja orang sebusuk itu hatinya

Aku gak pernah tertutup orangnya. Tapi aku terbuka sama orang yang asyik. Menghargai orang lain. Bukannya kaya maling. Astagfirullah.

Kalau ingat itu. Berasa hati penuh dosa--gak ikhlas banget digituin sama orang yang aku percaya. Tapi udahlah. Gak penting juga.

Biar Allah aja yang balasan semua kelakuan dia--wajah boleh sok baik -- hati bisa sehitam batu bara.

Jadi hati-hati banget percaya sama orang.

Alhamdulillah sekarang udah gak disana lagi 😊 , Allah itu selalu mendekatkan kita dengan hal-hal baik kalau kita punya niat yang baik, Insya Allah

Oia nyambung ke perjuangan cinta--aku suka dengan kutipan dari mbak Helvy Tiana Rosaa " Rumus yg paling saya hafal tentang cinta: bila kita
mencintai seseorang/sesuatu, kita akan sgt mementingkan dan
memperjuangkannya"

Mirip seperti passion.
Kaya aku misalnya suka banget sama nulis dan kucing--aku pasti ngasih 100 persen hatiku di dua bidang itu --karena kaya ciri khas ku aja.

Di bidang itu yang ngerasa aku bisa kembangin apa yang aku suka menjadi sebuah usaha berdagang lewat adsense sama amal jariyah--berdagang sama Allah

Gitu juga dengan nyari suami.

Musti teliti dan hati-hati.

Nyari yang benar-benar tulus , yang sarjana juga ngikutin kata keluarga , yang sayang sama keluarga kita juga. Itu penting banget soalnya.

Karena banyak--penikahan yang diawali dengan hasrat pengen nikah cepat--berakhir di perceraian--jadi aku memang harus memilih yang terbaik diantara yang baik yang pernah hadir di dalam hidupku.

Berasa nothing to lose. Karena aku udah kaya air aja sekarang. Ngikutin arus aja. Kemana Allah mempertemukan dengan pemilikku--yang aku adalah tulang rusuknya

Gak usah gegabah dan galau kalau di bully belum nikah .

Adam dan hawa aja dipertemukan Allah , setelah turun ke bumi itu 500 tahun baru ketemu lagi.

Lah, kalau kita--baru juga umur puluhan--udah merasa harus nikah cepat-cepat

Boleh banget nikah muda--tapi hargai juga dong kalau orang mau nikah disaat yang tepat dan diwaktu yang tepat

Aku rela banget

Nunggu 500 tahun kaya adam dan hawa untuk bertemu jodohku dunia akhirat. Meski harus bertemu kematian dahulu .Dibanding sama laki-laki yang otaknya pengen manfaatin perempuan untuk ini dan itu

Ih jijik aku sama laki-laki yang kaya gitu.
Kaya lahir dari sapi aja.

Dia itu harus sadar--lahir dari perempuan--dihargai istri-istrinya--jangan dijadikan alat napsu semata -- atau dijadikan pembantu sana sini--istri itu perhiasan. Jadi harus dijaga dengan baik.

Jadi laki-laki itu yang kuat--bertanggung jawab--jangan cemen--modal rayuan basi--atau modal tatapan hantu

Manusia kok gak ada akalnya.

Gak usah pake rayu-rayuan. Datangin keluarganya. Pendekatan sama keluarganya. Baru ajak ke KUA. Nikah di KUA aja. Gak repot.

Itu impian besarku banget. Nikah di KUA aja dan makan-makannya sederhana aja baca doa selamat aja, udah beres.
Jadi istri full team di rumah.

Buat laki-laki yang mau memperjuangkan kita--perempuan biasanya akan All Out juga memperjuangkannya sehidup semati.

Jangan remehkan banget hati dan ketulusan seorang istri.

Aku ingat banget nasehat sahabatku di perantauan ,  " mbak nana, jangan ngikutin kata orang karena mba cocok di jodohin--ikuti kata hati mba--mba suka juga gak? Enak juga gak dihati"

Aku berasa kaya nemu mata air di pegunungan--denger kalimat manisnya ini

Sampe sekarang--aku ingat banget beliau.  Udah cantik, sholehah , setia kawan juga orangnya

Aku yang dulu sendirian di rantau. Kaya merasa terpojok. Suka nangis sendirian tanpa ngasih tahu keluarga. Bingung mau nerima -- karena yang mau dijodohin juga gak pernah datang kekeluarga--diajak seriuspun dianggap main-main

Jadi pas baca nasehat teman bagiku itu--aku adem banget. Dan memang yakin. Bahwa aku gak enak dijodohin. Aku maunya aku yang suka. Dan keluarga besarku juga suka.

Karena modal cinta aja gak cukup. Musti modal ridho dan restu orang tua juga.

Terlepas dari kelemahan mereka--aku sekarang belajar untuk ikhlas.

Mereka hadir di hidupku itu bukan main-main Allah ketemukan.

Ini untuk aku belajar lagi arti sebuah perjuangan.

Tentang cinta. Tentang pernikahan. Dan tentang ketulusan.

Mending sekarang, aku memutuskan--untuk tidak ingin menikah dulu--
Dibanding nanti dia dan aku menyesal.

Karena sifatku aja udah complicated banget  dan aneh.

Suka nangis sendiri,  suka ketawa sendiri , suka menyendiri di keramaian, suka banting-banting barang kalau marah , suka badmood sama hal yang bikin ilfeel dan suka gak percaya lagi--sama orang yang bikin kecewa. Banyak jeleknya sifatku ini

Jadi kalau orang liatnya aku ini banyak lebihnya. Salah banget.

Dia belum mengenalku lebih deep.  Lebih dalam

Keluargaku tahu jelas siapa aku. Dan aku sangat menghargai mereka. Karena cinta mereka itu tulus. Dan mereka bisa menjadi apa saja untuk membahagiakanku.

Itu pula yang sekarang sedang aku perjuangkan. Aku pengen banget bikin mereka bahagia. Meski dengan ngasih hadiah sederhana, uang bulanan meski gak banyak atau masakin mie goreng buat mereka bahkan nemenin mereka jalan-jalan

Gak banyak. Tapi aku berusaha membagi kebahagiaan ku ke mereka. Selama ini mereka udah menjagaku dengan baik.
Menjadi peran orang tuaku yang sudah meninggal dengan perhatian tulus mereka.

Aku ingin--disaat aku mati nanti--gak usah nyusahin mereka lagi--karena dari kecil mereka ngurus aku banget sampe sekarang

Pengennya meninggal tanpa mereka tahu--jatuh dari pesawat, hilang di dasar laut--karena aku tahu gimana sayangnya mereka ke aku.

Aku gak pengen mereka gak rela. Karena aku ini hanya manusia. Yang endingnya adalah kematian. Gak bisa hidup selamanya.

Hehehe.

Jadi melow deh ni tulisan.

Bagi kalian juga yang sedang memperjuangkan cinta untuk keluarga dan orang-orang yang kalian sayangin --semangat terus--Allah akan selalu menjaga kalian dan mempertemukan kalian dengan orang-orang yang baik dan memasukkan kalian ke surga firdaus, aamiin ya Rabb

Btw.. Makasih ya. Udah mau baca tulisan ini. Jangan lupa di subscribe bagi yang belum . biar dapat notif di email mu.

Selamat berpuasa ya 😊

Your Best Friend Forever

Ana Atari








Comments