Cara Menang Versi-ku (2)

Menoleh untuk keindahan
Ini adalah tulisan keduaku tentang caraku untuk menang di kondisi apapun. 

Seorang Pemenang biasanya tahu visi dan jalan keluar di setiap ide-ide yang ia munculkan

Jadi , ketika aku menarik diri untuk mengikuti orang lain dalam berlomba untuk mencari kesuksesan versi duniawi, aku merasa menang dan berucap alhamdulillah karena bisa menempatkan diri pada rasa yang cukup (qanaah)

Ingat banget.

Dulu saat ikut pelatihan pra jabatan, semua murid-murid pelatihan berdesak-desakan berebutan naik Bus, untuk mengantarkan ke asrama.

Aku yang melihat itu.  Cuma bisa tersenyum manis.  Dan mundur dari desak-desakan tersebut. 

Akhirnya aku tertinggal beserta 3 orang temanku, yang sifatnya sama kaya aku.

Gak suka rebutan bangku bus dan gak suka desak-desakan.

Eh.

Ternyata aku dan 3 temanku yang tersisa itu adalah murid yang beruntung.

Karena ada mobil yang langsung mengantarkan kami ke asrama. 

Sedangkan teman-temanku yang tadi rebutan kursi bus, cuma bisa nunggu di depan pelabuhan.  Karena ternyata bus itu hanya sampai depan pelabuhan saja.  Hehehe

Beruntung banget.  Datang lebih cepat di asrama.  Bisa milih tempat tidur yang disukai dan bisa bebersih.

Makanya dari pengalaman itu, aku jadi belajar. 

Gak perlu ngebut - ngebut untuk mencapai kemenangan,  kalau udah ditakdirkan sukses, dimanapun kita berada kita tetap bisa beruntung.

Ibarat, ada seseorang yang manggil kita , untuk kita menoleh.  Ketika kita lagi sibuk dengan pemandangan yang kita sukai.

Karena mungkin jadi.  Ia ingin memberitakan pemandangan di belakang tubuhmu lebih baik dari yang didepan kamu liat.

Ini sebuah keberuntungan.

Menang bisa dengan cara apapun.
Asal kita percaya.  Jalan yang sekarang ini ditempuh adalah jalan kebahagiaan untuk hidup kita.

Meski hanya makan es krim batang rasa duren.  Seperti memiliki dunia dan seisinya
Dan optimis mendapatkan akhirat yang indah.


Comments