Semua Untukku

Bahagia Itu Mudah 


Hari ini hari jumat berkah. Banyak-banyak bersedekah ya.

Sama siapa aja. Boleh yang miskin, boleh pula yang kaya. Boleh sama yang muslim, boleh juga sama yang kafir (yang tertawan hatinya / yang tertutup dari kebenaran)

Meski banyak yang protes. Harusnya kita bisa mencontoh Teladan kita, Rasullallah Sallallahu Alaihi Wassalam dalam bersedekah.

Beliau tak pernah membedakan kepada siapa pun beliau bersedekah.

Jadi keingat, dulu aku suka sedekah jumat dengan orang yang ada di dekatku, tak terkecuali teman kantorku baik dari staf hingga pimpinannya.

Suka beli nasi bungkus atau kue-kue seharga 100.000-150.000 setiap jumat.

Tak lama ada salah satu orang di kantorku yang protes dengan apa yang aku lakukan.

Dia tidak suka aku bersedekah kepada orang-orang kantor karena dia bilang mereka itu orang-orang kaya

Aku cuma bilang untuk membuat dia reda untuk berkata itu terus dengan bahasa yang mudah ia terima.

Semoga aku bercerita seperti ini dijauhkan dari sifat riya dan ujub. Karena cerita seperti ini bagus untuk di bagi sebagai hikmah dalam hidup ku dan hidup orang lain, Aamiin Ya Rabb.

Aku berkata, kalau aku diajarin abahku, kalo lagi mau makan sesuatu, orang sekelilingmu juga harus makan. Jadi aku suka beli untuk orang banyak

Terus gak lama dia bilang gini,  lebih baik aku makan di warungnya aja jadi gak ngabisin uangku untuk memberi makanan setiap jumat

Aku tersenyum saja, aku bilang. Aku lebih suka makan rame - rame bareng orang-orang sekelilingku. Dia tetap gak terima. Dia bilang,sedekahku salah jika aku berikan ke orang-orang kaya di kantorku.

Untuk kata-katanya itu,aku gak pengen berdebat lagi. Karena setahuku,sedekah itu boleh sama siapa aja

Dan yang bersedekah pun bukan milik orang kaya. Orang miskinpun boleh bersedekah. Malah lebih keren orang miskin yang bersedekah karena 1 dinar nya bisa mengalahkan 100 dinar milik orang kaya. Dikarenakan ia hanya mempunyai harta 2 dinar saja. Sedangkan orang kaya hartanya 10.000 dinar

Dan lagi yang namanya sedekah itu bukan buat orang yang kita beri. Karena sesungguhnya itu semuanya untuk kita. Semuanya untukku.

Sebagai Investasi,  sebagai tabungan akhirat, sebagai sekuriti hidup dan matiku bahkan sebagai caraku untuk bahagia (baca: bersyukur) , sedekah bikin kita nyaman ,bikin kita gak sibuk ngumpulin harta dunia yang sama sekali gak bisa bantu kita.

kalo aku boleh jujur, aku sama sekali gak punya tabungan. Penghasilan ku sebagai pegawai pemerintah, di hari pertama biasanya aku sebar, hingga sama sekali tak bersisa.

Tapi kemudahan didalam hidupku selalu satu persatu berdatangan, alhamdulillah.

Aku bahagia dengan kebiasaanku itu,dengan tidak patah hati ketika uang di tabungan habis atau ketika berjalan dimana saja tidak membawa uang karena memang sudah di beri kemana-mana -dikarenakan aku yakin--Karunia Allah padaku amat banyak. Dan Tuhanku bukan uang.

Karena yang namanya patah hati itu adalah ketika kita tidak menyadari kita telah menuhankan uang sehingga kita enggan untuk bersedekah, karena hal tersebut bikin kita menjauhi nikmat Allah yang luar biasa yaitu sifat sederhana nan dermawan.

Karena sifat kikir itulah yang nantinya dapat menyusahkan hidup kita dikemudian hari.

Aku pernah gak bawa uang sepeserpun di Makkah saat umrahku yang kedua.

Lalu saat beberapa hari mau pulang ke tanah air, aku menyempatkan mencium hajar aswad. Sebenarnya aku menuju ke hajar Aswad sendiri saja tanpa keluargaku karena aku berpisah saat mau sholat subuh dengan kakakku. Gak lama aku dibantu oleh seorang bapak-bapak yang menawariku untuk membantuku mencium hajar Aswad

Jadi dia memintaku mengikutinya.

Akupun mengikutinya dengan kepercayaan, aku akan di bawanya mencium hajar aswad

Benar saja. Aku dibuka kan jalan oleh dia dan teman-temannya untuk bisa ke hajar aswad dari samping pintu ka'bah

Gak berapa lama,aku bisa mencium hajar aswad lebih dari 1 kali. alhamdulillah.

Setelah selesai mencium hajar aswad, aku mulai berpikir bahwa apa yang dilakukan bapak-bapak itu dan teman-temannya harus  di apresiasi.

Jadi aku tanya. Berapa biaya yang aku harus keluarkan dari bantuan yang telah di berikan kepada ku tersebut.

Bapak itu menjawab sekitar 500 riyal. Aku bilang,aku gak bawa uang karena memang uangku gak ada. Adanya nanti pas bulan depan aku dapat insentif.

Akhirnya dia percaya,dan ngasih nomor rekening istrinya yang ada di Indonesia dan no.hp istrinya yang ada di Indonesia.

Jika bukan bantuan dan karunia dari Allah, aku gak bakalan bisa mencium hajar aswad dengan mudah dan dipercaya oleh orang yang baru aku kenal di Makkah bahwa aku gak akan bohong untuk memberi upah atas bantuannya tersebut.

Padahal dia mengenal namaku saja tidak tahu. Apalagi beliau tidak meminta nomor teleponku. Percaya 100 persen karena dia yakin, Allah tak pernah menukar rejekinya. Dengan kebohongan yang bisa saja aku lakukan.


 Alhamdulillah.

Ini menandakan sedikit sedekah dariku bisa berguna untukku di dunia sebagai sekuriti terbaik

Apapun yang aku sedekahkan. Sebenarnya akan kembali ke aku juga. Semua untuk ku.

Dari kemudahan apa saja, dari keselamatan yang tidak kita kira, dari keberuntungan yang selalu kian berdatangan hingga perasaan nyaman di dalam hati ketika apa saja.

Bersedekahlah. Selagi kamu bisa. Karena suatu hari nanti,sedekah mu tak akan berguna lagi dan tak ada seorangpun yang mau menerima sedekah darimu.

Jangan simpan yang gak bisa bikin kamu bahagia selamanya

Semakin kamu menyimpan uangmu untuk keperluan hidup ,semakin uangmu habis tak tersisa

Tapi kalau kamu,rajin memberi. Uangmu tak akan pernah habis. Karena ia akan berlipat ganda dari balasan dunia hingga ke akhirat.

Ayo bersedekah. Ini jumat berkah.
Bersedekah sama siapa aja,tak ada batasannya karena kasih sayang Allah kepada kita, dan kepada makhluk Nya tak pernah berbatas.

Seperti bilangan matematika, bilangan yang tak terhingga.

Itulah perumpamaan cinta Allah yang sangat indah,  Subhanallah Walhamdulillah Wallahuakbar.