Manusia Dalam Kesendirian

Sendiri menjadi sebuah kenikmatan


Seorang teman pernah bercerita bahwa ia beruntung memiliki suami karena suami menjadikannya mempunyai kemuliaan dihadapkan orang lain.

Ada pula seorang pengajar yang aku kenal, ia sedikit bercanda bahwa perempuan yang telah lulus kuliah belum menikah bisa datang menghubunginya agar ia bisa menikahi perempuan itu karena sayang bibit secerdas itu di sia-siakan.

Lalu ada salah satu tamu yang pernah berkunjung kerumahku menawarkan seorang laki-laki yang menurutnya cocok denganku, ia pernah berkata-sebaik-baiknya tempat sholat wanita itu adalah di rumah bahkan kalau ia sholat di masjid, ia harus berada pada ruangan tertutup dan tak dilihat para lelaki manapun

Ada lagi yang paling kontras, ulama nasional tersebut berkata bahwa orang yang enggan menikah berarti hanya ada dua kemungkinan, kalau tidak ia sering berzina, berarti ia memiliki penyakit menular.

Aku hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menghela napas yang dalam.

Tak kusangka.

Ternyata sifat setan itu lebih mengerikan ketika ia berwujud menjadi manusia.

Yang dinamakan setan adalah makhluk yang kerap mengganggu orang beriman dengan hal-hal yang menyesatkan, bisa dari golongan jin, bisa juga dari golongan manusia.

Tapi golongan jin tidak sebahaya golongan manusia yang menjadi setan dalam memberikan hal-hal yang menyesatkan.

Setan berwujud manusia, lebih mengerikan.

Wajah rupawan, tata bahasa lembut, tapi hati penuh kedengkian dan hati hitam karena merasa sombong atas karunia yang Tuhan berikan padaNya

Beberapa kasus diatas, akan aku bahas satu persatu dengan berdasarkan pendapatku dari informasi yang pernah aku dapatkan, sehingga aku selalu optimis bahwa hidup dalam kesendirian (baca: tidak menikah),  aku masih bisa bersyukur (baca: bahagia).

Kasus Pertama, dimana seorang teman wanita mempercayai kemuliaan dirinya ia dapati ketika ia memiliki suami.

Ini adalah niat menikah yang salah.  Wanita itu didalam islam amat sangat di muliakan Allah.

Jadi aku kadang aneh, kalau ada wanita yang mengeluh betapa tak adil nya menjadi seorang wanita.  Karena wanita ini adalah makhluk yang luar biasa.  Allah menjanjikan banyak hal padanya.  Bahkan di dalam Alquran, ada satu surah tentang dirinya, Wanita.

Betapa mulia nya dia.

Bahkan, seorang temanku di Korea pernah curhat, betapa iri-nya dia dengan seorang wanita yang sedang hamil--kebetulan dia adalah laki-laki, dia merasa setiap melihat perempuan hamil, ingin rasanya membantu kesulitan nya dan biarkan dia saja yang hamil. Karena kekuatan fisik yang ada pada dirinya.

Padahal dia seorang laki-laki.  Tapi dia masih iri dengan kemuliaan wanita secara fitrah nya.

Dia bilang, kok bisa ya--wanita yang lemah fisik begitu--di berikan amanah untuk hamil--kenapa bukan para lelaki saja.  Katanya dengan nada serius.

Aku jawab dengan serius juga.

"Allah tahu yang kita tidak tahu"

Akhirnya dia setuju, bahwa Allah selalu tahu apa yang terbaik apalagi untuk wanita yang di muliakannya.

Kemuliaan seorang manusia bukan ditentukan dengan pernikahan tetapi dengan amal dan akhlak yang baik

Keingat kata-kata seorang teman yang kalimatnya bikin aku kaget.  Gak aku sangka, dia bisa berkata seperti itu.

Dia suka aku beri nasihat agar jangan berteman dengan orang yang suka berkata jorok dan penuh syahwat karena Kata Nabi Muhammad Sallahualaihiwassalam, Umat Islam itu bukanlah yang berkata jorok.

Bukanlah seorang mukmin orang yang suka mencela, orang yang gemar melaknat, orang yang suka berbuat/berkata-kata keji, dan orang yang berkata-kata kotor/jorok” (HR Bukhori, Ahmad, Al-Hakim, dan Turmudziy dari Ibnu Mas'ud). 

Ternyata dia tersinggung dan langsung berucap ketika aku memilih sendiri dan tidak menikah.

"Muhammad - Muhammad,  itu terus kata-katamu, kamu aja gak mau nikah, berarti kamu bukan umat Nabi Muhammad"

Aku terdiam pas dia ngomong kaya gitu.  Kelu rasanya.  Gak nyangka dia ngomong ginian.

Gak nyangka dia menista Nama Rasulullah Sallahualaihiwassalam  dan melecehkan secara tidak langsung syahadat yang aku ucapkan.

Aku enggan berkomentar lebih lanjut saat itu.

Karena kata orang bijak,  berdebat dengan 10 orang yang tahu ilmu lebih baik dibanding berdebat dengan 1 orang yang buta ilmu dan haus nafsu.

Buang-buang tenaga.

Kalau Allah sudah menutup pintu hidayah serta petunjuk yang lurus dalam hidupnya, satupun makhluk tak akan mampu membuka kuncinya

Karena sesungguhnya orang zalim tak akan pernah mendapat petunjuk dari Allah.

"Dan (ingatlah),  Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang Zalim " (Qs. 2 :258)

Kenapa dia zalim?.  Karena dia sudah menista Orang terbaik di dunia ini, Rasulullah Sallahualaihiwassalam serta dengan mudahnya menuduh diriku sebagai bukan umat Nabi Muhammad  Sallahualaihiwassalam
(baca: Kafir).

Hanya karena aku tidak menikah, bukan berarti aku murtad apalagi menjadi kafir. Nauzubillahimindzalik.

Dosa besar.  Menuduh seorang muslim menjadi kafir. Dan dosa besar mengolok-ngolok Nabi Muhammad Sallahualaihiwassalam setelah ia beriman.

Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: “Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)”. Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman…” (At-Taubah: 64-66)

Manusia yang berpikir menikah itu kewajiban setiap umat Islam, bisa dipastikan otaknya lebih  nafsu syahwat dan kebanyakan nonton serta baca buku yang tidak bermanfaat karena penuh sensual

Hingga dengan mudahnya menghardik sesama muslim sebagai bukan umat Nabi Muhammad Sallahualaihiwassalam. Semoga Allah dapat memberinya hidayah dan petunjuk dan dijauhkan dari sifat-sifat zalim yang akan merusak dirinya sendiri.

Kasus Kedua, Seorang Pengajar yang kebetulan seorang laki-laki - - meminta para mahasiswa nya untuk memberi tahu dirinya jika ada wanita yang sudah lulus kuliah tapi belum juga menikah, bisa secepatnya ia nikahi.

Meski hanya bercanda.  Bahasanya amat tidak pantas sebagai pengajar.  Dia pikir, wanita hanya sebagai tempat pelampiasan nafsunya saja.  Dia pikir, wanita cerdas yang tidak menikah adalah barang sia-sia.

Sombong sekali.

Padahal Allah berfirman bahwa apapun yang ada di dunia ini, telah dia ciptakan tanpa sia-sia.  Dan tak ada yang tak berguna atas ciptaan dari sang Maha kuasa.

Firman Allah Dalam surat Al imran ayat 190-191 = Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah)  bagi orang yang berakal, (yaitu)  orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),  "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, Lindungi lah kami dari Azab neraka"

Biasanya, orang yang seperti ini mudah sekali kufur atas nikmat Allah, karena ia merasa bahwa wanita yang sudah lulus kuliah dan tidak menikah adalah sebuah hal yang tak berguna.

Jika kamu temukan manusia seperti ini, tak usah di ladeni. Diam kan saja jika ia berkata di hadapan orang banyak.  Tapi jika ia berdua denganmu.  Jika kamu punya keberanian, dan tidak takut untuk berkata kebenaran.  Bicarakanlah Nikmat Allah yang terindah di dunia ini yaitu seorang perempuan yang menuntut ilmu hingga lulus dan menjadi orang cerdas kemudian tidak menikah, mendedikasikan hidupnya pada bangsa dan agamanya, lebih berharga dari seorang profesor yang otaknya hanya bisa sensual level tertinggi ( baca : mesum)

Kasus Ketiga, yang menyatakan bahwa sebaik-baiknya tempat sholat wanita itu adalah di rumah dan kalau ia sholat di mesjid, tempatnya adalah tempat yang paling tertutup dari para lelaki.

Aku hanya mengiyakan didalam hati dan berkata di hati, ternyata muslimah sholehah tamuku ini.

Aku masih belum seperti itu.  Karena bagiku, tempat diseluruh bumi ini adalah tempat sholat ku, dan jika berada di masjid, selama aku tidak takut kepada siapapun kecuali Allah Subhana Wata'alla, aku bisa dengan leluasa berjalan sendirian mengelilingi ka'bah di masjidil haram, karena aku kurang suka dempet-dempet pas tawaf di lantai bawah (waktu itu masih ada tingkat nya sampai tingkat paling atas)

Aku umrah tahun 2015, dan aku ingat banget.  Aku gak mau sama saudara-saudaraku yang tawaf di lantai bawah.  Aku kurang suka keadaan yang sempit.  Jadi aku memilih melakukan tawaf di lantai atas, meskipun jaraknya agak jauh.

Tapi aku bahagia, karena disana lebih leluasa, merasa di lindungin Allah bisa liat banyak pemandangan, ketemu dengan hamba-hamba Allah yang luar biasa

Dari orang yang kakinya hanya punya satu, anak yang mendorong kereta ibunda nya, serta banyak orang sakit aku liat di lantai atas, tapi tetep bersemangat mengelilingi ka'bah.

Waktu Sa'i pun saat umrah yang kedua di tahun 2016, aku sendirian juga mengelilingi Safa' dan marwah, gak masalah sama sekali.

Aku selalu mencari kerumunan perempuan, dan menjauhi kerumunan bapak-bapak.  Untuk menjaga pandangan serta menjaga niat kita hanya beribadah kepada Allah Ta'alla.

Bagiku, mengerjakan umrah sendirian selama kita berada pada kerumunan perempuan yang kita anggap baik, itu adalah hal yang boleh di lakukan.

Aku agak kecewa, dengan ucapan salah satu ulama yang menyatakan Wanita yang sholeh ah itu bepergian dengan mahramnya termasuk ibadah umrah atau haji.

Rasulullah Sallahualaihiwassalam tidak menganjurkan seperti itu dalam menyatakan wanita sholehah.   Kenapa malah membuat peraturan yang tak ada di dalam Islam (baca:bid'ah) seharusnya dikatakan pula hadis yang membolehkan wanita berjalan tanpa mahramnya.

Mereka yang membolehkan pergi haji tanpa mahram juga bersandarkan pada hadis Nabi dari Adiy Ibn Hatim “… kamu pasti akan melihat bahwa seorang wanita akan berjalan dari Hira menuju Makkah tanpa suaminya selain dia takut hanya kepada Allah....” (HR Bukhari-Muslim).

Alhamdulillah, dari hadist shahih ini, apa yang aku lakukan benar.  Kakak laki-lakikupun tidak melarang bepergian sendirian.  Karena dia percaya pada Allah  bisa melindungiku.
Dia teramat menyayangiku. Tak suka mengaturku berlebihan.  Dia membebaskan aku mau berjalan kemana saat di masjid Nabawi dan di masjidil haram karena dia tahu aku suka bertualang dan dia yakin aku pasti bisa kembali menemukan jalan pulang.  Hehehe.

Terima kasih ya brother. You are so so deh..  Hehehe..  So apapun..  Boleh So sweet..  So gantle.. So cute..hihihi.. Pilih aja ya brother 😊😁

Kasus keempat, Ada ulama nasional yang bilang bahwa alasan seseorang gak mau nikah itu hnya dua saja yaitu karena sudah sering berzina atau karena punya penyakit menular.

Aku yang minim ilmu ini, sama sekali gak pengen masuk ke wilayah, kepo soal kenapa sih dia gak nikah.  Kayanya gak penting banget aku nyari tahu hal ginian.

Apalagi nuduh dia jangan-jangan karena sering berzina atau karena punya penyakit menular.

Nauzubillahimindzalik.

Semua Qada dan Qadar Allah seharusnya bisa kita imani bahwa ketentuan Allah itu adalah yang terbaik dari yang pernah kita pikirkan.

Coba bayangin, banyak kok.

Orang yang habis berzina, langsung menikah.
Atau orang yang punya penyakit menular bisa juga menikah.  Gak ada larangan kayanya.  Hak semua orang untuk menikah.

Tapi bisa menjadi haram pernikahannya, ketika salah satu pasangan tidak memberi tahu bahwa ia memiliki penyakit yang menular.

Ada yang seperti itu.  Hanya karena pengen status nikah, padahal dia punya penyakit hepatitis B,  tidak memberi tahu kan pasangannya jika ia punya penyakit itu.  Endingnya, mereka bercerai karena pernikahannya dari awal memang hukumnya haram.

Jadi gak bisa nuduh seenaknya dan amat aku sayangkan, sekelas ulama nasional tersebut mengira orang yang tak menikah dikarenakan sering berzina dan mempunyai penyakit menular.

Jangan mengira kita lebih suci dari mereka.  Karena amal dan ibadah kita tak akan mampu membuat kita ke surga jika bukan karena Rahmat Allah yang Maha Pengasih Dan Maha Penyayang

Boleh banget nyemangatin buat menikah, untuk menjaga diri - - tapi jika kesannya seperti melecehkan dan mengolok-ngolok.  Itu menjadi semangat dalam berbuat dosa yang tidak kita rasa.

Lihatlah cermin banyak-banyak.  Introspeksi diri banyak-banyak.

Apakah dengan aku menikah, aku bisa masuk surga?

Apakah dengan aku sendiri, aku bisa masuk surga?

Yang mana yang lebih banyak manfaatnya dan jauh dari mudharatnya.  Itulah yang dilakukan.

Bagiku, yang super independen.  Gak mau diatur.  Gak mau di perintah macem-macam, atau harus melayani apa saja kata orang meskipun aku lagi badmood, sepertinya aku tidak bisa.

Aku lebih baik sendiri.  Manfaat yang aku rasakan lebih banyak.

Aku gak mau jadi istri yang ngeluh terus tentang suaminya, aku gak mau jadi istri yang gak bersyukur sama sama suaminya, aku gak mau jadi istri yang gak bisa full melayani suaminya, aku gak mau jadi istri yang egois nya minta ampun.  Apalagi aku gak mau jadi istri yang takut melahirkan.

Wah banyak banget.  Mudharatnya. Jika aku menikah. Hahahaha.

Secara, aku ini anak egois, sayang banget sama kucing-suami bisa saya cuekin apalagi keluarga bakalan terbengkalai, aku juga seorang pekerja--gak pengen banget ninggalin suami hanya karna uang dunia, belum lagi--aku takut melahirkan, aneh dong--masa wanita normal takut hamil dan melahirkan.

Yup.  Itulah saya.  Hahahaha.

Jadi, aku amat sangat tidak pantas menikah selama di dunia.   Banyak-banyak mengukur diri.  Sebelum Allah menghisap nya Nanti di akhirat.

Aku tunggu keputusan Allah saja, aku hanya ingin Surga Allah tanpa harus menjadi durhaka kepada suami dan keluarganya.

Semoga banyaknya kata-kata setan dari golongan manusia, akibat pilihanku untuk sendiri tetap menguatkanku di jalanNya,  Aamiin ya Rabb.

Manusia dalam kesendirian bukan semua aib apalagi sebuah kesialan.

Manusia sial itu adalah ketika di dunia bersusah payah mengejar dunia dan isinya, saat di akhirat - - tempatnya lah di Neraka.

Seperti nasihat sahabat baik ku,  yang mengetahui banyaknya impian-impian besarku.

Dia tertawa seperti tak menyangka aku bisa bermimpi seperti itu.

Katanya,  "ya ampun, banyak bener mimpi mu"

Trus aku jawab gini,  "loh, emang mimpi mu gak sebanyak itu"

Dia ketawa lagi

"gak ada, mimpiku cuma satu aja"

Aku penasaran.  Apaan. Masa mimpi cuma satu.

"apa itu? "tanyaku

" Surga"

Deg.  Hatiku kaya di tonjok orang banyak.

Masya Allah.

Bener juga ya.

Buat apa hidup di dunia ini, kalau endingnya kita ada di neraka Selama-lamanya.  Rugi banget kan?. Padahal sudah susah payah mencari dunia dan perhiasan nya.  Malah di neraka.  Nauzubillahimindzalik.

Yup.  Bermimpi lah untuk bisa ke surga.

Satu mimpi yang luar biasa.

Biar kamu sendirian, merasa seperti itu.  Nyatanya kamu tak pernah sendirian dimanapun.

Ada Allah kemanapun kamu pergi.

Masya Allah, baiknya Allah sama kita 😊

Dimanapun terasa nikmat karena ada Dia yang selalu menemani.  ALHAMDULILLAH.