Ketika Wanita Sebagai Pencari Nafkah

 Pejuang tak harus mengenal jenis kelamin


Aku kadang heran.
Dengan opini yang menyebutkan bahwa wanita adalah seseorang yang harus di beri nafkah.
sehingga jika wanita itu tidak diberi nafkah oleh siapapun maka wanita itu adalah manusia yang merugi.

Setahuku, dari pendalaman ilmu agamaku yang sangat minim ini.
yang namanya Manusia Merugi adalah Manusia yang rajin meminta-minta, namun berfoya-foya akan dunia dan perhiasan yang ada di dalamnya.

Jadi jika ada wanita yang tidak meminta nafkah kepada siapapun, ini dinamakan wanita yang beruntung, karena wanita yang seperti ini adalah wanita yang tidak berharap selain kepada Allah saja. Wanita yang seperti inilah yang nantinya akan dirindukan Surga, karena tidak memberatkan siapapun ketika ia masih hidup.

Aku kenal dengan seorang wanita yang bekerja untuk menafkahi dirinya sendiri, karena memang beliau tidak menikah , namun setiap harinya beliau selalu memasakkan makanan kepada pegawai-pegawainya secara ikhlas. Kadang kalau lagi weekend, beliau suka bikinin puding dan kue-kue yang enak--aku kalau keingat beliau, berlinang air mata. baik banget orangnya. 

Beliau sudah meninggal, namun di hatiku beliau selalu tetap ada. aku ingat kalau beliau lagi curhat sama aku, betapa banyaknya orang menghina dirinya yang tidak menikah, dan di bilang sebagai perempuan yang tidak laku-laku, seperti barang murahan saja.

aku selalu menghibur beliau, aku bilang--beliau adalah sosok perempuan tangguh, gak usah di dengarkan apa kata-kata setan yang berwujud manusia itu, karena yang namanya barang murahan, adalah ketika dia tidak mengenal Islam dengan menerapkan akhlak yang baik di dalam hidupnya, namun merasa aman dengan azab Allah yang sangat keras.

Sedangkan beliau, adalah pribadi muslimah yang rajin bersedekah, suka membeli barang-barang yang tak perlu di beli hanya untuk membantu orang lain, dan seorang pribadi yang berdiri tegap dihadapan syetan-syetan yang berbentuk manusia itu dengan memperlihatkan ketegaran dan ketangguhan beliau. 

Aku merindukannya. Alfatihah untuk beliau. Amiin Ya Rabb.

Aku juga mengenal, seorang wanita pencari nafkah, dia menafkahi cucu-cucunya yang telah menjadi yatim piatu, dia sering bekerja sebagai pembantu rumah tangga, namun senyum di wajahnya gak pernah hilang saat bekerja. Rumahnya kecil, dan suka makan nasi bekas, tapi satupun keluhan tidak pernah terlintas dari mulutnya. Kadang orang-orang suka menzalimi dirinya. karena beliau tinggal di tanah pemberiaan (Waqaf) Ketua RT di kampungku.

Saat Ketua RT di tempatku meninggal, beliau di usir karena tanah itu ada sengketanya. Waktu beliau di usir, aku sedang merantau dan tidak tahu kejadian tersebut. Untunglah. saat aku pulang beberapa tahun kemudian. Nenek itu sudah memiliki rumah lagi dengan meminjam tanah dari tetangganya yang murah hati.

Alhamdulillah, karena meskipun beliau perempuan tua yang renta, namun masih bisa bersedekah kepada cucu-cucunya dengan menyekolahkannya hingga perguruan tinggi. Lantas, dimana sosok merugi itu? sama sekali tidak benar jika ucapan setan-setan yang berbentuk manusia itu diikuti arahannya yang sesat.

Ketika Wanita sebagai Pencari Nafkah

sama sekali tak pantas dikasihani. karena yang harus di kasihani itu adalah otak yang berburuk sangka dan hati yang kelam atas prasangka hina dalam merendahkan sosok perempuan yang di muliakan Allah di dalam Islam

Bekerja Keras bukan milik para lelaki saja, wanita yang memang terbiasa mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya adalah wanita yang luar biasa, karena dengan ketulusan hatinya sanggup menyamai ketanguhan fisik laki-laki.


Sejarah mencatat, banyak sekali wanita-wanita tangguh yang tidak cengeng dan tidak lembek di dalam menjalani kehidupan.

Sebut saja, sang Mujahidah-Khaulah Binti Azwar Al-Kindi--seorang wanita yang pandai berkuda dan berpedang --yang kemampuannya menyamai Khalid Bin Walid dalam berperang dalam menaklukkan pasukan Musuh, ia berjihad dengan dengan balutan cadar nya dalam membela agama Allah ( Silahkan baca Khaulah Binti Azwar Al Kindi )

Seorang Rabiah Al Adawiyah, Wanita yang begitu mencintai Allah, hingga tak satupun pria mampu mengambil hatinya, karena tak satupun pria yang mampu menjamin , cintanya melebihi cinta Allah kepada Rabiah Al Adawiyah. Hingga ada seseorang laki-laki yang menasehatinya bahwa Menikah itu adalah sunnah Nabi, Rabiahpun bertanya kepada lelaki tersebut, tak satupun pertanyaan yang ia mampu menjamin keselamatan Rabiah. 

Rabiahpun berkata, bagaimana ia bisa bersuami dengan seseorang yang tak dapat dijadikan sandarannya di dalam hidup. bahkan banyak ulama melamarnya, ia merendahkan dirinya--karena ketidak mampuan-nya didalam mengurus keluarga , yang membuatnya tidak mampu menerima lamaran pria-pria yang mendekatinya. ( Silahkan baca Rabiah Al Adawiyah )

Bagaimana? Tangguh bukan para wanita ini. 

Jadi ketika wanita menjadi pencari nafkah, jangan jadikan hati yang suci itu menjadi syetan-syetan laknatullah, karena berburuk sangka kepada usaha dan semangat hidup mereka.

Wahai para perempuan pencari nafkah,
Semangatlah, berbahagialah.

Allah melebihkan dirimu dari yang ada, membuat dirimu beruntung dengan menjadi sosok yang tak suka meminta, menjadikan dirimu istimewa dengan menjadi pribadi yang bekerja keras dalam meraih surga.


Karena Surga itu tidak gampang. 

Surga itu harus di lalui dengan air mata, dengan penderitaan yang banyak, cobaan yang datang terus berganti

Teruslah dengan kegiatan positif yang kalian lakukan wahai bidadari dunia, Jika kalian adalah seorang pencari nafkah, bersyukurlah. karena Allah menjadikan dirimu menjadi wanita yang dirindukan surga.

Jadilah Pegawai yang bersemangat, jadilah Polisi yang antusias, jadilah Pembantu yang Rajin, Jadilah Petani yang bahagia, Jadilah Atlet yang Optimis, Jadilah Supir yang Ceria, Jadilah Pedagang yang berenergi

Jadilah Perempuan-perempuan tangguh, yang gak cengeng dan yang gak lemah hanya karena panas mentari maupun dinginnya hujan dan salju, serta jangan menjadi lemah hanya omongan setan yang sesat berbentuk manusia, atau hanya karena fisikmu tidak sekuat para lelaki. 

Karena Allah menjanjikan tempat yang tinggi bagi orang-orang yang beriman kepadaNya termasuk perempuan sepertimu. Hamasah Galz!

"Dan Janganlah kamu (Merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman." (Qs. Ali Imran :139)