Panca Indera Mengikuti

selamanya akan tetap sama



Tadi malam saat diajakin makan sama sisterku di warung , aku ketemu dengan pengamen--saat dia masuk ke dalam warung itu, aku biasa saja, karena memang saat makanan yang kupesan telah datang, dan aku langsung mau makan saja-- biasanya kebiasaanku sebelum aku makan, aku membuka kaca mataku, soalnya agak ribet kalau pakai kaca mata, karena kaca matanya pasti akan berembun karena uap dari makanan panas yang kupesan.

Jadi saat pengamen masuk ke warung , aku melihatnya dengan pandangan kabur karena mataku memang rabun jauh-- jadi terlihat samar-samar wajah sang pengamen.

Namun gak lama saat ia bernyanyi, aku langsung tersenyum. Bukan karena lagu yang ia bawakan sesuai dengan mood yang aku rasakan pada malam itu-- namun lebih pada suara yang ia tampilkan.

aku lupa judul lagu apa yang dia sedang nyanyikan itu, namun yang aku ingat lagu itu pernah terkenal di tahun 2000-an, karena arasemennya di ubahnya dengan alunan gitar serta cara bernyanyinya. Namun hal itu gak bikin lagu itu menjadi kurang enak di dengar, malah sebaliknya--terkesan luar biasa, dan bikin aku berulang kali melihat kearah pengamen itu sambil tersenyum.

Suaranya khas, alunan lagunya pun bikin aku suka berlama-lama mendengar dia bernyanyi, hingga ke lagu yang kedua--suaranya pun tak  berubah--
enak didengar dan bikin ku betah gak menyuapkan makanan yang sedari tadi ada di hadapanku, dengan melihat cara ia bernyanyi meski dengan pandangan kabur di kejauhan.

Aku tetap menyukainya meski aku tak melihat jelas siapa dirinya

mungkin begitu pula, dikala kita menyukai seseorang--meski kita tidak mengenal jelas siapa dirinya-- ketika kita menjumpai sesuatu yang menarik perhatian kita misalnya hati dan akhlaknya yang membuat kita jatuh cinta, apapun tentang kehidupannya menjadi sangat bermakna di mata kita

meski dia diam sekalipun, itu tetap membuat kita bersyukur akan kehadirannya

Mirip seperti aku yang langsung menoleh ke arah pengamen yang aku tak lihat rupa dan penampilannya--dikarenakan mataku yang buram akibat kaca mata yang ku lepas, namun aku masih ingin mencari dimana suara yang indah itu, yang membuatku melupakan makan malamku tadi malam, hehehe

Kalau hati sudah suka, biasanya panca indera lainnya mengikuti.

begitu pula disaat kita jatuh cinta, alasan apapun jadi teramat tak penting -- kita suka dan suka saja, selamanya akan tetap sama.

Aku jadi ingin dengar lagi, suara pengamen itu. sayang tadi malam, lupa aku rekam, padahal suaranya bagus banget. belum pernah aku mendengar suara dan alunan arasemen se-indah itu.