Tukang Becak Tahun Baru

Ku goweskan sepeda becak ini, habis magrib aku harus ada disana, Yogyakarta malam tahun baru, pasti akan ramai,banyak pawai kendaraan, dan aku harus sampai di rumah sakit, karena banyak pelanggan yang menanti, sebelum macet kendaraan pawai menghadangku.

Adrian memparkirkan becak sewaannya di depan Rumah Sakit, Ia senang, karena malam tahun baru, masih sepi, ia yakin tukang becak yang lain pasti libur, dan ini kesempatannya. Tak lama ia melihat seorang wanita berjilbab hijau, sedang mengarah kearahnya.

“Paman, ke apotek perapatan sana berapa ya?”
“biasanya 2000 neng, karena ini malam tahun baru, ga ada becak yang lain jadi 5 ribu” ucap Adrian. 
“saya kasih 20 ribu, tapi Paman antarkan saya kembali kesini ya” ucapnya tegas.
“baiklah, neng” Adrian memutar sepeda becaknya, lumayan hari ini, ada pelanggan yang baik hati, 
Sekilas Adrian mengira umur gadis ini, sekitar 20-an, tapi dia sudah cukup bijak.

Diperjalanan, gadis berjilbab itu hanya diam saja, membuat Adrian kelu. 
Sejauh ini, masa tak mengajak ngobrol gadis secantik ini, ini namanya harus gunakan kesempatan. 
Sambil bekerja, sambil kenalan.
“siapa yang sakit neng?”
“Ibu saya,paman”
“jangan panggil saya Paman, umur saya paling beda 3 tahun denganmu”
“begitu ya” ucapnya pendek.
“beliau sakit apa?”
“Stroke, ini di minta mencarikan obat untuk beliau, tapi besok beliau udah boleh pulang”
“bagus deh, tapi kok cuma kamu, udah malam gini ke apotik, malam tahun baru kan rawan, 
bapakmu kemana? sodara?”
“Bapak ada di rumah sakit juga nemenin ibu, tadi siang bapak udah jalan kesana kemari, 
sekarang gantian saya lagi, saya anak tunggal” ucapnya lagi, datar.
“memangnya kmu gak ada pacar, yang nemenin?” basa basi saja, Adrian berujar.
“Pacar? Ada sih tunangan.. tapi saya gak kenal dia, gak pernah ketemu juga… eh.. stop disini.. 
apoteknya yang ini.., tunggu sebentar ya, jangan kemana-mana, nanti saya pulangnya sama paman lagi,, 
eh maksudnya sama situ” gadis itu langsung lari menuju Apotek bertuliskan 24 jam itu.

Gadis yang cantik, siapa yang tidak tertarik dengannya, tunangan yah?. Adrian tersenyum lebar.
Memikirkan sesuatu. Tak lama lamunannya buyar ketika Gadis berjilbab itu langsung 
memintanya jalan menuju pulang ke rumah sakit.

“boleh tahu namamu siapa?” Adrian kembali melancarkan kenalannya lagi.
“Kamu antarkan saya saja, sudah malam, nanti saja kenalannya, saya harus cepat,
nanti ada pawai tahun baru” katanya kembali tegas, 
ada terbesit di hati Adrian, sosok perempuan Tangguh. Gadis muda, yang cekatan membantu orang tuanya
, serta tidak dengan mudah memberi tahu namanya ke orang lain meskipun iseng sekalipun.
Gadis yang menarik, berbeda dari perempuan-perempuan yang dikenalnya,
Adrian tersenyum sendiri. 

“Nah, neng manis.. sudah sampai” Adrian menyetop becaknya.
“Ini “ ucapnya, sambil mengulurkan uang 50 ribu ke arah Adrian.
Adrian terkesima. Kok 50 ribu?.
“jangan kaget begitu, 20 ribu memang biaya ojek becaknya, 
tapi 30 ribunya adalah biaya aman saya selama malam tahun baru ini
gak di gangguin sama orang, aman sentosa saya kembali karena tukang becaknya baik”
ucapnya sambil tersenyum renyah. Duh cantiknya, pikir Adrian.

“ terima kasih Neng selamat tahun baru ya, semoga Ibunya cepat sembuh” gadis itu hanya mengangguk,
lalu pergi, berlalu dengan cepat. Tak lama Adrian tersenyum simpul, gadis ini istimewa. Hatinya berbeda.
****

Dengan pelan-pelan Adrian memakirkan becaknya di halaman garasinya,
saat ia membuka pintu garasi, sudah ada Ibundanya yang sedang membulatkan matanya kearah Adrian.

“Kamu habis kemana, Rian!, pasti lagi tahun baru sama temen-temenmu ya, hura-hura terus.. 
kamu gak tahu, orang tua Indah sedang di rumah sakit, harusnya kamu jengukin,
dan bantuin Indah kemana-mana, kalau ada perlu, coba pikir kalau malam ini dia keluar, 
tanpa ada yang dampingin… apalagi besok mamanya udah keluar, kamu jadi gak sempat kesana, bantuin dia“ 
Omelan Ibundanya, hanya membuat Adrian Manyun.

“Nah becak ini, dari mana? Apa teatermu itu beraksi lagi kalau malam-malam?”
Lanjut ibundanya panjang lebar. Adrian hanya tersenyum kecil.
“Ibu, tenang aja.. becak itu besok aku kembalikan kok.. udah ah bu, aku cape, mau istirahat dulu”
ucapnya sambil mencium pipi ibundanya, lalu berbisik pelan.
“soal Indah, aku nemenin dia kok tadi” Adrian langsung lari, takut di jitak Ibundanya.
“jangan bohong, anak badung!, kemari kamu!” 
“ehh..serius bu, nanti kalau besok ibu ke Rumah Indah, bilangin sama dia, ongkos becaknya Gratis.. 
jadi tolong kasihin uang ini ke dia ya bu, hadiah taon baru” Adrian langsung kabur, sambil tertawa. 
“Indah, orangnya emang indah ya bu” ucapnya lagi.
“oh?” Tinggal Ibunda Adrian yang melonggo, antara bingung melihat uang yang ia pegang, 
dan tawa anaknya, apa mereka sudah bertemu? Padahal selama ini bukannya Adrian menolak di jodohkan.
Hem.. baguslah kalau begitu.



Ibunda Adrian memamerkan gigi putihnya. Senang.

Gowesan sepedaku sampai ke hatimu