Skip to main content

Surat Cinta Untuk Haris

Dia yang sekarang, buat aku makin jatuh cinta 
“Jadilah pacarku Chika?” ucap Haris dengan malu-malu, Haris berumur 15 tahun sedang menunduk sambil menyodorkan setangkai Mawar .
Chika hanya tersenyum manis, dan langsung berucap , “Maaf, aku gak suka sama kamu” ucap Chika pendek,
lalu berlalu begitu saja meninggalkan Haris yang masih tersenyum tipis.

Mengingat kejadian itu, Chika pasti hanya bisa gigit jari, karena saat masuk SMU, cowok yang ditolaknya waktu SMP itu kini menjadi cowok cakep, tinggi dan gak lebih pendek dari dirinya, apalagi kini Haris terkenal dikalangan teman-temannya.

“Chika, Haris itu cakep banget ya, apalagi saat dia masukin bola ke ring, duh naksir berat deh aku” kata Sopie saat menonton pertandingan Basket menyambut ulang tahun sekolahnya, SMU.
Chika hanya mengangguk pelan, Teh Pocinya hanya diaduk-aduknya, kini ia memperhatikan wajah Haris, yang saat itu sedang menyeka keringat, badannya kini tinggi, meski dahulu sewaktu SMP pendek, kini tubuhnya semampai, senyum khasnya itu mengingatkan Chika, ketika cowok itu menembak dia sewaktu SMP dahulu, dan dia ditolak, cowok itu masih bisa tersenyum. Kenapa dahulu dia menolaknya ya, apa karena dia belum tahu apa itu artinya cinta.

“eh, bukannya waktu SMP, kalian sekelas ya, salamin buat aku dong Chika” ucap Sopie lagi tiba-tiba, dan mengambil teh Poci milik Chika, yang sedari tadi di cuekinnya.
“ah.. kenapa gak kamu aja, sekarang aku gak begitu akrab” dengus Chika agak kesal, lalu dia beranjak pergi. Namun saat ia turun, sebuah bola Basket tidak sengaja memukul kepalanya, hingga akhirnya Chika pingsan. Semua orang lalu berlari menuju kearah Chika, terlihat sosok Haris berlari, tak lama ia sudah membopong chika ke ruang kesehatan. Kini Sopie tergangga, cowok cakep itu menggendong chika.
****
“emh, mmh…mmhh…” tak lama chika membuka matanya perlahan, Wajah Sopie sumringah, kepucatan di wajahnya berangsur hilang, saat ia tahu, sahabatnya sudah sadar dari pingsannya, hampir sore, ia nungguin chika yang belum sadar-sadar, padahal sekolah sudah pulangan dari tadi.
“Chi, kamu gak apa-apa?, syukurlah, aku takut kamu kenapa-napa, habis lama bener sadarnya”, kata Sopie membantu Chika bangun, duduk di tempat tidur ruang kesehatan.
“aku kenapa, Sopie?” chika memengang perban di kepalanya, tak lama dia meringgis kesakitan, “aduh, apa ini?” ucapnya lagi.
“tadi kamu pingsan kena bola basket chi, kamu tahu gak?, Haris tadi yang gendong kamu kesini, duh dia gentle man banget” Sopie berucap sambil berbinar-binar, Chika kaget, tak lama dia bersemu merah. Haris?—pikir hati Chika antara senang dan bingung.
***

“Apa ini?” Haris menonggakkan kepalanya ke atas, sosok cewek manis yang dulu ia sukai, sudah berada di depan garasi rumahnya, Minggu pagi itu Chika sengaja mengunjungi tetangganya, sambil membawa coklat sebagai ucapan terima kasih kepada tetangganya, sekaligus teman kecilnya itu.
“makasih ya Ris, kata Sopie kamu yang bawa aku ke ruang kesehatan”
Haris lalu tertawa.
“gak masalah lah Chika, kamu mah gak pernah berubah, selalu super duper lamban, sampai bola basket bisa mengenai kepalamu itu, padahal teman-teman banyak meneriaki kamu loh…” kata Haris sambil nyengir, seraya mengambil coklat yang di berikan Chika.
“enak aja, aku gak lamban tahu!, kemarin emang lagi mikirin sesuatu aja, makanya gak denger”
Haris kembali cekikikan.
“Kamu gak pernah berubah, Chika,, nih mau?” Chika menoleh kearah Haris—apaan yang aku gak pernah berubah—ucap Chika dalam hati—dulu aku gak suka sama kamu, sekarang malah tambah suka, apalagi kamu begitu baik, kenapa aku gak pernah nyadar, aku sudah berubah, Ris—Chika memendam rasa, sambil memperhatikan potongan coklat yang di berikan Haris padanya.
“Kenapa kamu, Chi? Lagi puasa?” Chika menggeleng pelan, lalu diambilnya coklat itu, sambil menunduk sedih. Haris mengernyitkan dahinya, ada apa nih dengan gadis manisnya, apa masih sakit, wajahnya seperti murung.

“Chi, kamu bisa bantuin aku gak? Sebagai ucapan terima kasih kamu ke aku”
“Hah? emang coklat gak cukup ya Ris?” Haris kembali cekikikan kembali.
“coklat itu sebagai bonus lah, kalau yang ini, dari tadi malam aku sudah pikirkan, untuk memintamu melakukan sesuatu padaku”
Kini Chika yang mengernyitkan dahinya, heran. “Apa?” ucapnya penuh rasa penasarannya.
“Kamu bisa buatin aku surat cinta gak Chi? Habis aku binggung mau nulis apa?”
“surat cinta? Buat siapa ris?” ada luka di hati Chika, saat berucap begitu, oh ternyata surat cinta, kamu sudah mendapatkan cewek yang bisa menerima cintamu, bukan seperti aku, menyesalnya, andai waktu bisa diulang, aku pengen nerima kamu ris—
Bathin Chika berucap.
“Kalau itu rahasia, yang pasti ceweknya sebaya sama kamu, dia tipe orang yang riang, aku bingung nulis surat cinta,Chi.. ntr malahan aku di tolak lagi deh,,haha.. tolong bantu aku ya” Haris mengedipkan matanya. “aku yakin, kamu bisa bantu aku, kamu khan juara satu Puisi di sekolah kita” ucapnya lagi.
Chika bengong, melihat pesona Haris—duh ni cowok cakep banget, dia mengedipkan matanya di tambah dengan senyum manisnya, siapakah cewek yang beruntung itu—tak lama Chika mengangguk, sambil tersenyum menunjukkan dua lesung pipitnya.
***

Harus mulai dari mana ya?–Ucap chika pelan dihatinya. Kini ia sedang berada di meja belajar rumahnya, secarik kertas berwarna merah jambu sedang di hadapinya, semakin ia memikirkan cewek yang disukai Haris, semakin sulit kata-ata yang keluar dari otaknya, andai aja kemarin dia gak bengong saat turun podium, dan gak pingsan kena bola basket, dia pasti gak akan di tolong Haris, apalagi Haris gak akan meminta pergantian tolongnya dengan membuatkan surat cinta untuknya. Chika mengumpal-gumpal poninya, telunjuk pulpennya di ketuk-ketukkannya. Siapa gadis yang disukai Haris? Apakah Delia? Dia khan cewek popular di SMUku, atau Riska, akhir-akhir ini aku ada liat dia akrab dengan Haris. Cewek yang riang ya?—ucap hati chika lagi, sambil mendengus kesal, lalu dia pun langsung menulis kata-kata dalam surat tersebut.
***

Ketika Chika berada di Kantin dan mencari sosok Sopie, ia ingin curhat tentang Haris, tiba-tiba Chika dikejutkan pemandangan yang berada di depannya, Sopie dan Haris sedang berbicara akrab sambil menikmati Teh Poci dan semangkuk bakso. Chika cemberut—oh.. cewek itu sopie?!, iya sih dia ceria, dia cantik dan baik hati, kalau begini, aku memang sudah kalah dari awal—bathin Chika membulat sedih.

“Chika!, kemari” tiba-tiba suara Sopie menyadarkannya. Tapi tak lama chika menghampiri mereka berdua.
“duduk disini Chi, mau pesan bakso juga?” ucap Haris kearah Chika, sambil tersenyum. Chika menggeleng lemah.
“aku ganggu kalian?” ucap Chika memperhatikan wajah Haris yang sedang tersenyum—Chika jadi senang melihat senyumnya—Ya Tuhan.. aku benar-benar suka sama Haris, kurang beruntungnya aku— ucap hati Chika lagi, dengan senyum tipis, dia membalas senyuman Haris.
“ah enggak lah chika!, Haris cerita tentang kamu di sekolah SMP dulu, ternyata kamu super duper lamban ya, conectnya musti nunggu berjam-jam dulu, baru deh kamu ngerti, haha” Sopie tertawa riang, diikuti Haris, kini ia seperti senang mendengar ucapan Sopie, mereka cocok sekali—chika berucap lagi di benaknya, sambil murung.

“ Gimana Chi? Udah selesai tugasmu? Aku minta sabtu sore ini kamu antarkan ya?”
Haris mengedipkan matanya.
“Pasti sudah selesai, kapan-kapan aku boleh kerumahmu ya Ris, khan kalian bertetanggaan, aku pasti bakalan senang cerita-cerita lagi sama kamu” ucap sopie lagi tiba-tiba mengalihkan tatapan Haris ke Chika.
“Yup tentu saja” Haris berucap dengan mantap.
Chika bertambah murung, ia mengangguk pelan, namun hatinya sedih banget. Sabtu sore ini dia akan berikan surat cinta yang dipesan Haris itu, dan malamnya Sopie dan Haris pasti akan jadian.
“Kalau udah bicarain kejelekanku sih, kamu senang Ris” kesal Chika berucap, lalu dia pergi begitu saja, membiarkan dua temannya jadi heran, saling bertukar pandang, tak lama mereka tertawa penuh riang. Chika-chika, begitu manis kalau marah—Haris membenak.
***

Dari dahulu, aku sudah memperhatikanmu
Meski dedaunan bisa mengering,
Tapi, ku yakin rasa sukaku padamu, selalu akan tumbuh
Tolong izinkanku mencintaimu, menyukaimu
Dan memilikimu menjadi kekasihku
Haris

Satu persatu kata-kata di surat yang di bikin Chika, ia perhatikan, wajahnya belum tersenyum, malah sedikit terkesan heran. Kini Haris di sore itu, meninggalkan motornya yang ia mau cuci, karena menyambut chika yang membawa surat cinta pesanannya, untuk orang yang ia taksir.
Chika jadi heran juga, sepertinya Haris kurang suka dengan kata-kata di surat itu.

“Ada yang salah Ris? Sepertinya kamu kurang suka?” Chika berkata, sambil mencoba melihat isi suratnya kepada Haris. Namun karena Haris sudah tinggi, Chika hanya bisa berjingkit-jingkit. Keheranan Haris kembali menjadi Tawa, saat ia melihat ulah chika yang barusan. Lalu ia mengacak rambut chika dengan gemas.
“Ni anak benar-bener gak berubah, masih kaya anak-anak, haha.. coba deh kamu baca chi, sekali lagi..” Haris memberikan surat itu kepada Chika. Chika menembemkan pipinya—kaya anak-anak? Tapi malah minta bantuan aku bikin surat cinta yang nyebelin ini, huh—Chika jadi bête, hatinya mendengus berkali-kali.

“Udah.. terus ada apa? Kurang bagus ya? Kurang menarik? Gak romantis ya? “ tak lama Chika membaca, ia keluarkan ucapan itu, agak binggung juga ia dengan melihat reaksi Haris, selama ini, ia tahu, Haris selalu mengiyakan kata-katanya dalam apapun ia lakukan, kenapa surat cinta yang pendek dan terlihat puitis ini dia jadi gak suka—apa karena aku gak tulus bikinin dia ya, apalagi saat aku tahu, cewek itu Sopie,ah jadi sebel—kini chika cemberut.
“Sebenarnya bagus Chi, tapi kamu yakin cewek yang aku sukai itu akan menerimaku, serius nih chi?”
“Pastilah ris, semua cewek yang baca tulisan ini, pasti dia langsung suka sama kamu, dan aku yakin, siapa sih yang gak suka sama Haris, apalagi puisi ini bikin cewek-cewek klepek-klepek” kata-kata Chika, membuat hatinya sedih mendalam, kenapa harus ia berkata begitu, padahal hatinya sakit sekali menuliskan surat cinta itu, kalau bukan balas budi saja, dia pasti gak bakalan mau.
“Siapa sih cewek itu Ris? Sopie ya? Aku lihat kalian cocok dan akrab”

Haris mendelik, sepertinya kaget, lalu tersenyum manis.
“Kamu kok yakin, kalau cewek itu Sopie, chi?, aku malah gak yakin kalau surat ini bisa membuat aku diterima oleh cewek yang aku sukai”
“Aku punya felling aja, Sopie yang kamu sukai, apalagi waktu dikantin kemarin, pembicaraan kalian serasa dunia milik berdua aja” Chika menembebkan pipinya.
“Kamu cemburu Chi?” kata-kata Haris, membuat Chika yang kini kaget dan gelagapan.
“Enak aja, siapa yang cemburu, lagian aku khan udah nolak kamu Ris, jadi aku gak bakalan cemburu hal sepele gini, kalian udah cocok,buat apa aku cemburu.. aku pulang dulu deh Ris” Chika berucap sambil kesal, tak lama tangan Chika dipegang oleh Haris dengan Kuat.

“Bener khan Chi?!” Kini mata Haris menatap sendu wajah Chika, Chika menjadi tambah deg-degan, kenapa Haris memegang tangannya, apalagi tatapan sendunya, makin membuat rontok hati Chika, begitu ia menyukai cowok didepannya ini.
“Apa yang bener? Aku gak cemburu!” bentak Chika lagi, dan berupaya melepaskan genggaman Haris, namun genggaman Haris terlampau kuat.
“Ya bener, surat cintamu gak mempan sama cewek yang aku sukai” Kini Haris melepaskan tangan Chika, dia berkata pelan seperti sedih. Chika jadi merasa tidak enak, baru sekali ia melihat wajah Haris yang penuh senyum menjadi sedih begitu.
“Loh kok kamu malah sedih Ris, khan belum di coba, gini deh.. Sopie pasti nerima kamu, aku yakin kok.. apalagi dia udah naksir sama kamu, surat cinta ini pasti bikin Sopie gak akan pernah nolak kamu, gak ada yang akan nolak kamu lagi Ris”

“Ada chi” Haris menatap bola mata Chika. Chika heran.
“Siapa? Sopie? Atau cewek lain lagi?”
“Kamu, chi” kata-kata Haris membuat Chika terdiam lama, ia menutup mulutnya yang sedang tergangga kaget.
“Surat cinta ini gak akan mempan denganmu, padahal Kamulah, cewek yang selalu ku sukai” Haris kembali memegang tangan chika. “dari dulu, gak pernah berubah”
Chika tersenyum di ambangi dengan tetesan air mata di pelupuk pipinya yang merona merah.
“Aku gak pernah bilang, gak suka surat ini Ris, apalagi ini aku yang bikin, kukira kamu menyukai cewek lain, makanya kutulis sependek mungkin, karena aku kesal.. habis aku setelah menolakmu dulu, menjadi benar-benar suka padamu” Chika malu-malu berucap.
Haris tertawa dengan lebar.
“Chika sayang nan manis dan selalu saja lamban, apalagi soal perasaan” Haris tiba-tiba menjitak kepala Chika, tak lama sore itu menjadi sangat ramai, karena teriakan Chika yang mengejar Haris.
“Haris! Awas kamu ya!”
“Coba kejar aku, kalau gak dapet.. malam ini, kita harus jalan-jalan yaaa…..” ucap Haris sambil tertawa berlari-lari dihalaman rumahnya.
Chika hanya mencibir manis.
***



Popular posts from this blog

Kapan Nikah? Bawa bahagia!

Hampir semingguan ini banyak banget yang ngajakin betapa nikmatnya menikah itu bahkan ada yang memintaku untuk ikut sebuah komunitas pencari jodoh dan bisa langsung ketemu jodohnya lalu menikah... Ada juga yang tiap hari kepo dengan siapa sih orang yang kusuka itu, buruan lah menikah  ntr sulit punya anak, mereka terlalu baik buat hidupku, peduli banget

Well, sebenarnya aku punya alasan manis untuk gak mikirin bahagia ku itu dengan menikah atau bahagiaku itu dengan kebelet punya anak dan punya keturunan karena pada dasarnya, aku mudah bahagia dengan hidup ku Sekarang serta bersyukur apa adanya karena aku yakin yang namanya jodoh pasti ada, gak perlu lagi aku mikirin pendapat orang lain tentang hidupku..

Bahkan ada yang lebih extrem lagi, ada yang bilang kalau gak cepat-cepat nikah, ntr masa tua sendirian serta karena gak punya anak dan suami, jadi mudah galau dan kesepian.. Aku sih gak gitu.. Karena kenyamanan bagiku itu bukan dari bisa ditemanin atau sekedar hadir.. Karena kenyamanan…

Aku kira itu aku

Aku kira itu aku
Yang melihat dan memantau perkembanganmu

Aku kira itu aku
Yang selalu bertanya kabar, dan memotivasimu
Secara diam-diam dan terang-terangan

Ternyata itu bukan aku
Kamu yang selama ini ada
Kamu yang ramah, kamu yang Open mind, kamu yang gokil
Membuatku tak merasa sedang miliki rasa sakit

Sakit ini menjadi berkah dan nikmat
Apalagi bisa ditemani dengan saudara sebaik dirimu

Aku kira itu aku, yang selalu memperhatikanmu
Ternyata kamu yang tanpa kusadari
Selalu ada meski hanya lewat doa-doa manismu

Yang kini sering kamu dukung lewat bahasa semangatmu
Terima kasih, semoga Allah membalaskan banyak rejeki yang indah
Untukmu, cherryblossom

Aku kira itu aku,  ternyata itu semua adalah kamu
Kamu yang bisa bikin aku menulis lagi
Bahagia lagi dan optimis lagi,  gumawo

Dear cherry blossom

Dear cherry blossom..
Menuliskan mu tidak cukup sebuah post didalam blog
Bahkan buku tentang kamu pun sudah rampung
Bulan depan, naik cetak ke penerbit

Aku berharap, tulisan itu bisa mewakili banyaknya
Kata yang harus aku sampaikan padamu

Dear cherry blossom..
Sebuah sastra menjadi lebih bermakna ketika
Itu mengambarkan sebuah kenyataan
Terlukis bukan sebagai coretan abstrak
Namun terlihat jelas layaknya sebuah kesederhanaan
Yang indah

Dear cherry blossom..
Terima kasih, lagi-lagi itu yang kurasakan padamu
Kehadiranmu di dunia ini selalu bisa bikin aku bahagia
Bayangin.
Kamu itu adalah orang yang selama ini aku cari-cari
Hingga berkeliling pedalaman, eh ternyata kamu di dekatku saja
Kamu yang sedari dulu selalu menemani tawaku
Hingga kamu menjadi orang lain pertama selain keluargaku yang bisa bikin aku nangis
Tepat dihadapannya sambil berbicara

Dear cherry blossom..
Aku akan menjaga hatiku, karena aku sudah memilih takdirku
Aku ingin menjadi Bidadari Penjaga hatiku, air mata ketulusan…

Demi Mimpi-mimpiku

Aku punya mimpi, mimpi yang baru saja aku buat setelah mimpi yang ada 68 buah di buku Impianku, aku hilangkan dengan menggantinya dengan buku impian baru yang ada dirimu

Kumohon teruslah hidup, soalnya mimpi baru ku ini semua tentang dirimu
Jangan bosan untuk terus tinggal di dunia ini, karena aku punya mimpi
Dan aku ingin liat, kamu merasakan indahnya mimpiku itu buatmu

Ibarat sebuah tulisan yang selalu hadir menemani di hari mu
Impian ini juga sangat penting untukmu, aku hidup dan bersemangat untuk mengabulkannya

Aku belum pernah seantusias ini dalam meraih mimpi, kalau hanya bermimpi sekolah S3 lagi, aku hanya menggeleng lemah, aku tak ingin meninggalkanmu
Apalagi aku sudah tahu ada ilmuwan yang bisa mengobatimu

Andai sedikit saja, hatimu terbuka untuk mengikuti penyembuhannya
Hatiku pasti teramat bahagia
Tapi kamu sangat keras kepala, selalu merasa bisa menjalani hidup ini
Sendirian,  aku tak pernah melihatnya seperti itu
Kamu harus berbagi, mirip seperti mimpi-mimpiku
Aku rela ka…

Always Perfect

Ada rasa lega di hati dikala aku sudah tidak memikirkan target untuk menikah,
hidup terfokus untuk bahagia tanpa harus galau mencari pasangan hidup yang menjadi jodoh kita,
karena pada dasarnya, di nun jauh disana atau sedekat jengkal tangan jodoh itu sudah ada untuk ku, apa lagi yang di khawatirkan, lebih menyenangkan ketika aku lebih memilih untuk sendiri dan mencari cinta Allah yang masih hingga kini menaungiku, terbebas dari rasa resah, dan mencari sesuatu yang belum tentu ada untuk kita selamanya
alhamdulillah, ini saran yang manis untuk kalian untuk bahagia, karena gak semua kebahagiaan itu didapatkan dari sebuah pernikahan, aku yang belum merasa membutuhkan pernikahan pun masih merasa bahagia meski sendiri, karena pada dasarnya aku tidak pernah sendirian,
Ada Allah yang menemaniku, itu lebih dari cukup, kalau yang empu-nya dunia akhirat ini selalu setia ada untukku, apalagi yang kurang, itu lebih dari sempurna, karena kita harus mempercayai Qada dan Qadar Allah, kalau ternyata aku …

Bahagia Itu Gratis

Jalani hidup ini dengan bahagia
Dan pilihlah sesuai dengan impian-impian besarmu
Jangan berjalan mengikuti arah tujuan hidup orang lain
Berjalanlah seiring dengan impian dengan indah

Berbagialah,karena bahagia itu gratis
Bersyukurlah karena nikmat akan ditambah

Udah ngeluh nya, udah ngedumelnya
Nikmati hari ini dengan indah seperti
Disaat menikmati air minum, segar dan menyenangkan

Yakinlah, bahwa hidup ini perjuangan
Disaat kamu berjuang untuk bahagia
Segala semesta akan mengabulkan nya untukmu

Bermimpi itu indah

Aku suka menulis mimpi-mimpiku
Kaya kemarin dulu, aku bermimpi diajakin seorang temanku
Untuk sekolah S3 lagi,
Di mimpi itu aku terlihat bahagia saat ia mengajak ku sekolah lagi

Tapi yang bikin aku senyum lama
Pas bangun, aku baru sadar, sekolah S3 nya yang ia tawarkan itu
Adalah sekolah bikin balon udara
Dan ajaib nya aku bisa bikin balon udara itu
Serta sempat mempresentasikan balon udaraku di negeri jepang

Khayalanku lucu juga ya,
Karena kesukaanku dengan balon, dan filmnya UP, bisa bikin
Kebawa mimpi, mimpi yang bikin aku bahagia hingga sekarang

Menceritakan nya membuat ku optimis bahwa segala impian ku
Semustahil apapun,  pasti bisa tercapai kalau kita punya kemauan yang kuat

Begitulah, hidupku selalu indah ketika banyak mempunyai mimpi
Kalau aku bilang, mimpiku itu adalah harapan-harapanku untuk hidup

Tidak panjang angan-angan, namun bermimpi setinggi langit akan buat kita bisa merasakan
Indahnya penolakan, indahnya kegagalan, meski tak bisa mencapai bintang setidaknya masih bis…

Penulis itu Relawan

"Untuk kesulitan tidurmu, menulis saja sesukamu, nanti akan ngantuk sendiri kalau sudah banyak tulisannya " ucapnya yang bikin aku bahagia. 
Baru kali ini ada yang mendukungku begadang hanya untuk menulis yaitu kamu,  setelah aku sering menulis, akhirnya keluarga dan dokter psikiaterku pun menyarankan aku menulis apa saja yang aku inginkan termasuk menceritakanmu
Kamu itu adalah motivasi ku, termasuk tentang menulis dan semangat untuk bahagia,  kamu seakan seperti hujan bunga, setiap kata yang keluar bikin aku senang, alhamdulillah 
Terapi bahagiaku juga bikin aku mengerti bahwa menjadi penulis itu relawan yang menyenangkan, dan bisa bermanfaat untuk orang lain itu mengagumkan, aku ingin seperti itu terus menerus sampai ku tua nanti
Meski badan sakit-sakitan, relawan menulis apa saja aku mau-termasuk menghibur orang lain yang bersedih dari tulisan-tulisanku tentang musim semi,  karena membuat orang lain bahagia itu pahalanya gede dan bisa mempermudah urusan kita kedepannya..…

Cape Ngomong Sama Kamu

dia terlihat mengernyitkan dahinya
sedari tadi perhatiannya tertuju pada Handphonenya
kadang wajahnya cemberut, kadang menggelengkan kepala

hingga ia menulis kalimat singkat yang membuat hati terasa kelu

"aku cape ngomong sama kamu, Nha"

Aku hanya terdiam, membaca balasan pesan singkatnya itu

aku menghela napas panjang, rupanya selama ini, 
aku selalu mengajaknya berlari-lari berkilo-kilo meter
hingga ia cape berbicara padaku,

kuseka bulir air mata yang gak sengaja keluar

yang biasanya aku bicara sejelas mungkin, kini kutulis dengan sependek mungkin

"Aku serius" kataku menulis dengan penuh perhatian

"Stop, berhenti kataku! " Pesan singkatmu bikin ku tambah tak bisa mengetik apapun, untuk balasanmu

gak bisa, aku gak bisa berhenti. 

silahkan saja, kalau kamu mau berhenti dan cape,
aku belum cape dan gak akan berhenti.

hingga air mataku mengering, aku masih sempat beberapa jam dari itu
mengutarakan alasan yang membuat kamu kembali ceria lagi

dan tak pernah berpikir untuk cape…

Kado terkeren 2018

Alhamdulillah, kemarin ulang tahun ku juga
Aku dapat kado, keren banget dari my cherry blossom
Senang bener.

Sampe besoknya, yaitu hari ini masih terasa bahagianya
Aku suka, di tahun ini ada 2 hari ulang tahunku
Dan kado nya udah di kasih 3  di bulan ini
Masya Allah

Baik banget sih kamu, kamu selalu bisa memberi kejutan
Indah di hidupku, selalu bikin bahagia hingga terharu

Bolehkah?  Kusimpan rasa bahagia ini
Ku awetkan saja di dalam kulkas batu es
Biar pas aku lagi sedih, aku ambil dan bisa bikin aku tersenyum lagi

Kado ini kado terkeren tahun 2018
Aku senang, karena hampir ribuan dan puluhan kata
Yang ku bikin buku di hp untukmu
Inilah hadiah indahnya

Doaku dikabulkan Allah, secepat yang tak ku sangka
Alhamdulillah, semoga kamu selalu bahagia ya my cherry blossom

Siapapun yang mengenalmu
Pasti sependapat denganku
Kamu itu sulit dijabarkan
Apalagi di gambaran dengan kata-kata

Manisnya bikin  merekah
Lucu nya tak bisa terlupakan
Ini hadiah paling berkesan selama di hidupku
Gumawo kyup…