Musim Semi Jilid 2

Tadi aku kerumah mu, bawain jeruk sangkis hijau panen
Aku memetiknya dengan bahagia karena itu mau ku berikan padamu

Jeruk bukannya itu Kesukaanmu dan baik untuk kesehatan mu

Sayangnya, hari ini aku belum bisa bertemu denganmu

Apa kabarmu hari ini?  Semoga selalu sehat ya my cherry blossom

Aku tadi bertemu mama mu saja, sekilas aku teringat almarhumah mamaku
Wajah mereka mirip, dan tentu saja aku suka sekali dengan senyum ibumu, khas ramah dan baik hati

Kutatap wajahnya lekat, masya Allah.
Inilah ibunda yang melahirkan anak setulus dirimu
Inilah ibunda yang begitu sabar merawat mu
Hingga bisa menjadikan dirimu sebaik yang tak kusangka

Aku jatuh cinta.

Iya, jatuh cinta lagi.

Kepada mama-mu.

Berulang kali.  Beliau selalu bisa meluluhkan hatiku.
Aku lupa memeluk beliau tadi.

Masya Allah.  Hanya sempat mencium tangannya.

Ingat sekali.  Setiap aku kesana, sapaan  beliau selalu ramah
Dan beliau ingat akan diriku.  Betapa senangnya hati ini.

Tak melihatmu pun tak apa.
Aku sudah cukup kenyang.
Dengan senyum dan sapaan beliau.

Meskipun tadi aku cukup lapar.
Kamu tak berjualan hari ini.
Kangen, makan jualan mu.
Bukan rasanya, bukan tekstur makanannya

Mungkin karena kamu yang membuatnya
Ada rasa yang tak biasa
Enak dan enak sekali

Ah, cherry bloosom..
Membicarakanmu tak akan pernah habis
Dalam satu tulisan cerpen apalagi blogspot seperti ini

Harus ada jilid duanya,
Bagi peristiwa
Musim Semi terlihat di hati
musim semi