Meski tanpa Suara

Ada masanya aku hanya memperhatikanmu
Melihat kamu berbicara
Ada saatnya aku ingin hening melihatmu berkata

Aku ingin nikmati kebersamaan ini
Meski tanpa suara
Aku hanya mendengar kamu bercerita
Kadang tersenyum, kadang menggerutu
Aku menyukainya

Aku ingin melihat dari mataku dan hatiku
Kehadiranmu
Kok bisa seperti ini ya?
Apa aku pernah merasakan sebelumnya?
Yang pasti, baru kali ini aku temui manusia layaknya musim semi

Tanpa aku bersuara pun, mendengar kamu celoteh
Curcol apa saja, kamu sudah memikat banyak hal

Kadang mataku tak sanggup menatap matamu
Ingin keluar saja air mataku
Kisah hidup mu hampir sama dengan kisah hidupku
Aku bersimpati lebih dari yang kamu tahu

Ada masanya, kehadiranmu saja begitu berarti
Ada kalanya, senyum kecilmu saja tak ingin bikin ku jadi pendebatmu

Meski track rekord ku berdiskusi dari kuliah gak pernah kalah,
Untukmu aku mau.  Bukan karena mu.  Ini karena aku sendiri yang ingin
Menang dengan caraku

Melihatmu berapresiasi, berdiskusi lepas, Curcol sana sini
Buat aku ingin menyembunyikan senyumku
Indahnya dirimu, aku
diam saja, bisa segini merasakannya


Kamu seperti daun semanggiku