Masya Allah

Biasanya dalam sebulan aku bisa bertemu denganmu lebih dari 3 kali
Meski badanku sering lelah, tapi demi bertemu kamu, aku jabanin

Tenggarong ke Samarinda itu tidaklah jauh, 40 km itu tak ada apa-apanya
Meski di perjalanan, kepalaku suka sakit karena penyakit demamku yang
Gak pernah mau kompromi kapan datangnya

Aku seperti penderita HIV saja, mudah lelah dan demam dikala aku bahagia

Tapi para penderita HIV lebih kuat dari ku, mereka bahkan bisa ceria
Bahkan bisa tertawa, hidupnya amat berarti baginya

Aku suka iri dengan mereka, gak suka ngeluh, kuat banget menjalani mimpi-mimpi nya

Gak kaya aku.
Ketemu kamu aja udah nyerah begini.
Mimpi-mimpiku yang ada 68 itu, aku cuekin aja sekarang
Untukmu

Kamu merubah cara pandangku,  aku selalu ingin menjadi
Orang yang bisa mengabulkan mimpi-mimpi-mu

Meski kamu menolak sekuat apapun, aku akan berusaha
Sekeras apapun.  Aku ini keras kepala.  Egois ku gak ada tandingannya

Kamu salah kalau memilih musuh seperti ku
Kamu pasti akan kalah.  Karena aku bersedia menang atau kalah untukmu
Kamu tinggal tunjuk saja, seperti tongkat sulap
Aku akan ada di sana.

Aku kangen padamu, terutama masakanmu
Perhatian kecil mu itu mana bisa kamu tutupi
Kalau sama aku, banyak banget kamu kasih makanannya

Kamu orang yang gak takut aku gendut
Kamu paling suka aku apa adanya, aku suka itu

Kamu orang jujur dan tulus yang selama ini aku cari
Meski dalam sebulan ini baru sekali kita bertemu

Bulan februari tetap bisa jadi bulan cinta untukku
Karena dengan jarak, membuktikan kamu masih
Bisa ber bunga lebih lebat dari biasanya

Semoga bulan depan, kita diizinkan Allah bertemu ya
Aku rindu diskusi kita, kamu teman diskusi terbaikku
Nanti, buatin masakan enak lagi ya buatku
Masakanmu bisa buat aku berbeda, bahagia tanpa aku kira
Masya Allah



 Menuliskan tentangmu tak pernah cukup, kamu lihatlah sudut pandang
       Yang kamu inginkan.  Aku pun begitu.  Sudut pandangku itu kamu.