Kemarin Ulang Tahunku

"Hari ini, tanggal berapa sih?"- ucapku sambil meraba Tut HP mencari aplikasi kalender, tanpa memperhatikan dirimu yang sedang sibuk meramu makanan kesukaanku
 
Kamu menerawang sesaat, antara menghitung atau bingung, tak lama kamu berucap : " tanggal 21 nha"

aku tersenyum manis, senangnya sebelum aku menandai tanggal di hpku, kamu sudah menjawabnya dengan benar.

tak terasa rasa lelah, pagi-pagi tadi harus menerjang hujan deras untuk urusan dinas, dan menghadapi siang yang lumayan melelahkan karena menjadi Psikolog dadakan untuk orang lain, kemudian harus mengatur rencana yang seharusnya tidak ada didalam rencana hari itu, semua serba kebetulan dan serba spontan termasuk menemuimu,

aku lelah hari itu, aku harus menerima asupan infus yang bisa bikin aku bahagia, karena diskusi denganmu tak pernah ada duanya, layaknya musim semi yang bunga-bunganya kini bukan bunga tetapi permen dan coklat yang melimpah.

hari itu agak mendung, hujan rintik-rintik menemaniku yang sedang menunggu makanan yang telah lama kamu buatkan untukku tadi. rasa lelah tak terasa, dengan apa yang sudah aku lalui hari itu, melihatmu tersenyum manis, dan membuatkan masakan dengan ceria dan semangat bikin aku melupakan hari itu tanggal berapa, padahal hari itu terasa lelah sekaligus indah sekali.

aku langsung menulis cepat di memo cute -ku , sengaja aku mencari yang berbentuk cute, agar aku mudah menemukannya dan aku tak lupa hari itu.

aku catat, tanggal 21 Februari 2018, adalah hari ulang tahunmu, sekaligus ulang tahunku,

kita kembaran ya, meski hujan tidak terlalu deras, aku bahagia, secepat kilat Allah mengabulkan doaku, untuk dapat dikasih kado yang banyak,

maklum, aku suka iri soalnya, liat orang yang sering ulang tahun kaya kamu,
dan dapat banyak kado. 
aku mengharap, ada keajaiban. dan ternyata ada.
Alhamdulillah.

2 kadomu indah sekali, nana bahagia, terima kasih ya.

kemarin kita jadi anak kembar, jangan lupakan tanggal itu ya.
karena tanggal itu juga, nana gak sengaja bisa makan susu hanya karena penasaran dengan rasa enaknya makananmu

heran, apa karena kamu yang membuatnya? jadi cuma terasa enak dan enak sekali.
Setiap Bertemumu, aku bahagia, kamu seperti air Infus saja
kalau kaya gini, sakitpun aku mau, karena aku tahu obatnya