Aku adalah Puisi

Jika kamu berpikir seperti kamu,  kamu tak akan pernah bisa tahu aku
Berpikiranlah seperti orang yang tak tahu siapa aku, karena kita jelas berbeda

Aku tak ingin sama dengan sudut pandangmu
Karena kurasa sudut pandangku lebih manis dari sudut pandangmu

Aku berbeda denganmu, jenis kelamin saja berbeda apalagi otak yang ada dipikirinnya
Sudahlah.  Biasa saja.  Aku tak penting.
Hanya seorang penyair yang mencintai musim semi

Tapi aku tak mau disebut pu-ja-ngga,  karena aku tak mengerti pengertian itu.
Ada yang janggal dengan pemenggalan kata-kata itu, aku gak ngerti.
Yang ku tahu seorang penyair saja.

Dalam siang menatap langit lalu tersenyum teringat alunan daun yang jatuh
Di wanginya udara, begitulah seakan gambaran itulah aku

Aku adalah puisi yang tak pernah bisa kamu tulis dengan bahasa sastra
Karena aku tak suka, bahasa gombal ala penyair Pria, masih indah-an tulisanku

Bukan aku terlalu memuji diri sendiri, tapi itu beneran.
Aku tak suka bahasa mereka tak selentur yang kumau
Mudah ditebak, algoritma nya mudah di temukan

Padahal takdir itu sulit untuk ditebak, namun mudah menyentuh segala aspek
Kehidupan

Kurasa, masing-masing manusia memiliki arti kebahagiaannya
Ada yang bahagia karena memiliki pasangan hidup, ada yang bahagia karena memiliki keturunan, ada yang bahagia memiliki pendidikan diatas rata-rata bahkan ada yang bahagia hanya karena bunyi hp saja.

Aku adalah orang yang terakhir dalam kriteria bahagia itu.  Aku suka bunyi hp.
Entahlah tentang mengapa nya, hanya aku yang tahu

begitulah sederhana nya puisi ini, tak ber irama tetapi mempunyai makna
Cukuplah, kalau kamu mengerti. Sedingin apapun musim semi ini, aku akan selalu ada.
Ini memang untuk kamu karena aku sebuah puisi.
Es saja tak bisa mendinginkanku, karena aku Puisi