Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2018

Aku patah hati

Udah gitu aja, lagi patah hati pun publikasi
Gak apa-apa, yang penting produktif penuh kreasi

Udah segini aja, lagi malas ceritaan
Ini privasi
Yang gak akan pernah basi

Ini cinta sejati
Yang selalu di nanti
Ceritanya berwarna warni
Dalam alunan memori

Aku patah hati
Bulan februari mau pergi
Susah lupakan indahnya bulan ini
Apa kabar dengan februari ini?
Aku tak mau maret datang lagi
Februari saja untuk kali ini

Makanya patah hati


Kado terkeren 2018

Alhamdulillah, kemarin ulang tahun ku juga
Aku dapat kado, keren banget dari my cherry blossom
Senang bener.

Sampe besoknya, yaitu hari ini masih terasa bahagianya
Aku suka, di tahun ini ada 2 hari ulang tahunku
Dan kado nya udah di kasih 3  di bulan ini
Masya Allah

Baik banget sih kamu, kamu selalu bisa memberi kejutan
Indah di hidupku, selalu bikin bahagia hingga terharu

Bolehkah?  Kusimpan rasa bahagia ini
Ku awetkan saja di dalam kulkas batu es
Biar pas aku lagi sedih, aku ambil dan bisa bikin aku tersenyum lagi

Kado ini kado terkeren tahun 2018
Aku senang, karena hampir ribuan dan puluhan kata
Yang ku bikin buku di hp untukmu
Inilah hadiah indahnya

Doaku dikabulkan Allah, secepat yang tak ku sangka
Alhamdulillah, semoga kamu selalu bahagia ya my cherry blossom

Siapapun yang mengenalmu
Pasti sependapat denganku
Kamu itu sulit dijabarkan
Apalagi di gambaran dengan kata-kata

Manisnya bikin  merekah
Lucu nya tak bisa terlupakan
Ini hadiah paling berkesan selama di hidupku
Gumawo kyup…

Disudut Cadarku

matamu bikin ku mengalirkan air mata
tawamu yang bahagia itu
bikinku ngilu, aku ingin tertawa juga
tapi aku gak mau ini sebagai
kebahagiaan terakhirku bersamamu


tolonglah, jangan pergi dulu
air mata setiap menuliskan dirimu
aku mau, hanya berdiri saja melihatmu
tertawa lalu tersenyum
berbicara tentang dunia dan tentang indonesia

disudut cadarku, mulai basah
air mataku membuncah

kamu begitu peduli dengan orang lain
sedangkan yang lain, kemana?
mana mereka yang selalu kamu bikin 
tertawa
mana mereka yang kadang dengan senyummu
bikin mereka lupakan pernah bersedih

apa yang harus aku lakuin buat kamu bahagia?
aku ingat kata-kata kelu-mu
"aku hanya butuh doamu nha"

air mata gak berenti mengalir,
persis seperti aku sekarang menuliskan kamu sekarang
sambil di background  Video Youtube Ustad Usamah Juz 29
makin kenceng aku nangisnya

nana selalu doain kamu
doain selalu, gak pernah berhenti,
sama persis dengan air mataku, yang sama persis
gak pernah berhenti ketika ku berbicara tentang dirimu

kamu menjadi orang y…

Menuliskan Tentang Dirimu

dalam kesibukan aku masih sempat memperhatikanmu
kadang kamu ke depan kadang kamu ke samping
kamu memang sedang sibuk
aku percaya itu

aku yang memperhatikan 
sepertinya kamu menyukai kesibukanmu
melihatmu tersenyum dalam bekerja
membuat aku bersemangat dalam
menuliskan tentang dirimu

kamu itu seperti bunga dalam bentuk coklat
enak dan saat aku memakannya rasanya manis
beda dengan bunga sejenisnya,
kalau di makan pasti terasa pahit

kusangka aku tak akan bosan,
begitulah saja, aku sudah teramat menyukaimu
iya, kamu yang seperti ini saja,
jangan di tambah dan tak perlu kamu kurangi

Meski tanpa Suara

Ada masanya aku hanya memperhatikanmu
Melihat kamu berbicara
Ada saatnya aku ingin hening melihatmu berkata

Aku ingin nikmati kebersamaan ini
Meski tanpa suara
Aku hanya mendengar kamu bercerita
Kadang tersenyum, kadang menggerutu
Aku menyukainya

Aku ingin melihat dari mataku dan hatiku
Kehadiranmu
Kok bisa seperti ini ya?
Apa aku pernah merasakan sebelumnya?
Yang pasti, baru kali ini aku temui manusia layaknya musim semi

Tanpa aku bersuara pun, mendengar kamu celoteh
Curcol apa saja, kamu sudah memikat banyak hal

Kadang mataku tak sanggup menatap matamu
Ingin keluar saja air mataku
Kisah hidup mu hampir sama dengan kisah hidupku
Aku bersimpati lebih dari yang kamu tahu

Ada masanya, kehadiranmu saja begitu berarti
Ada kalanya, senyum kecilmu saja tak ingin bikin ku jadi pendebatmu

Meski track rekord ku berdiskusi dari kuliah gak pernah kalah,
Untukmu aku mau.  Bukan karena mu.  Ini karena aku sendiri yang ingin
Menang dengan caraku

Melihatmu berapresiasi, berdiskusi lepas, Curcol sana sini
Buat aku ingin meny…

Katanya aku puitis

Tadi pagi aku kaget,  ada seseorang yang mengatakan bahwa aku adalah orang yang puitis
Aku hanya menger ling, aneh.  Dia tahu dari mana aku puitis.

Nana bukan orang puitis apalagi romantis.
Aku hanya pandai berakting seperti hajiwon,
Kadang sesukaku pengen jadi apa, dan aku bukan orang yang puitis

Jika selama ini kamu membaca tulisan yang puitis bak romantis
Kamu hanya melihat drama Melayu nan indah
Masa drama korea aja yang bikin kamu penasaran

Drama melayu pun tak kalah rancaknya
Harusnya seperti ini skenario para penulis sinetron indonesia
Jangan sedikit-sedikit pasrah, sedikit-sedikit marah
Kehidupan ini penuh cinta, endingnya harus happy
Biar semua terasa menyenangkan

Aku ya seperti ini, suka membuat orang lain seperti aku bisa bahagia
Karena aku bukan orang yang puitis apalagi romantis

Aku basi dengan kata-kata itu, tak berlaku apapun bahasa seromantis
Para kaum adam, semua sama saja, yang di mau bukan cinta sejati
Entahlah, mungkin hanya prasangka ku saja

Dari seseorang yang gak romantis apalagi…

Kemarin Ulang Tahunku

"Hari ini, tanggal berapa sih?"- ucapku sambil meraba Tut HP mencari aplikasi kalender, tanpa memperhatikan dirimu yang sedang sibuk meramu makanan kesukaanku Kamu menerawang sesaat, antara menghitung atau bingung, tak lama kamu berucap : " tanggal 21 nha"
aku tersenyum manis, senangnya sebelum aku menandai tanggal di hpku, kamu sudah menjawabnya dengan benar.
tak terasa rasa lelah, pagi-pagi tadi harus menerjang hujan deras untuk urusan dinas, dan menghadapi siang yang lumayan melelahkan karena menjadi Psikolog dadakan untuk orang lain, kemudian harus mengatur rencana yang seharusnya tidak ada didalam rencana hari itu, semua serba kebetulan dan serba spontan termasuk menemuimu,
aku lelah hari itu, aku harus menerima asupan infus yang bisa bikin aku bahagia, karena diskusi denganmu tak pernah ada duanya, layaknya musim semi yang bunga-bunganya kini bukan bunga tetapi permen dan coklat yang melimpah.
hari itu agak mendung, hujan rintik-rintik menemaniku yang sedang menun…

Menemukanmu Adalah Takdirku

Bersembunyi dimanapun
aku pasti bisa menemukanmu

ada apa denganmu, sahabat?
mengapa kamu merasa tidak percaya akan hidupmu?

aku saja mengagumi kisah hidupmu
jangan pernah lagi mencoba menyembunyikan diri itu

karena dirimu itu saja yang tidak melakukan apapun
bisa membuat aku bahagia sebanyak yang tak kau kira

sudahlah, lupakan masa lalu itu
aku saja benci dengan memikirkan masa lalu
bagiku masa lalu adalah berupa kenangan yang tak perlu diingat
hanya boleh dilihat sesekali seperti melihat cermin spion 

yang terpenting itu masa sekarang dan masa yang kita perjuangkan yaitu
masa yang akan datang

itu hakmu jika kamu tak mempercayai dirimu
tapi ini juga hakku, untuk sepenuhnya mempercayakan hati ini
dirimu yang mengambilnya
dengan ku beri suka rela

mengerti?
tolonglah bahagia.
karena menemukanmu adalah takdirku
jangan bersedih di pojokan lagi,
Berbahagialah. Please.

Ada Allah yang akan membantu kita
Bukankah itu kutipan yang kamu suka.

La Tahzan Innallaha Ma'anna

Jangan bersedih, ada Allah bersama kita

Terima k…

Aku adalah Puisi

Jika kamu berpikir seperti kamu,  kamu tak akan pernah bisa tahu aku
Berpikiranlah seperti orang yang tak tahu siapa aku, karena kita jelas berbeda

Aku tak ingin sama dengan sudut pandangmu
Karena kurasa sudut pandangku lebih manis dari sudut pandangmu

Aku berbeda denganmu, jenis kelamin saja berbeda apalagi otak yang ada dipikirinnya
Sudahlah.  Biasa saja.  Aku tak penting.
Hanya seorang penyair yang mencintai musim semi

Tapi aku tak mau disebut pu-ja-ngga,  karena aku tak mengerti pengertian itu.
Ada yang janggal dengan pemenggalan kata-kata itu, aku gak ngerti.
Yang ku tahu seorang penyair saja.

Dalam siang menatap langit lalu tersenyum teringat alunan daun yang jatuh
Di wanginya udara, begitulah seakan gambaran itulah aku

Aku adalah puisi yang tak pernah bisa kamu tulis dengan bahasa sastra
Karena aku tak suka, bahasa gombal ala penyair Pria, masih indah-an tulisanku

Bukan aku terlalu memuji diri sendiri, tapi itu beneran.
Aku tak suka bahasa mereka tak selentur yang kumau
Mudah ditebak, algoritm…

Jangan Mengenal Diriku

Cukup disana, jangan terlalu dekat
Jangan mencoba mengenal siapa diriku

Cukup disana, jangan terlalu mau tahu
Nanti kamu akan menyesal mengetahui siapa aku

Cukup disana, iya disana saja
Aku bilang, kamu jangan sok tahu tentang hidupku
Nanti kamu terjatuh, dan sulit untuk bangun lagi

Cukup disana, jangan mengenalku
Semakin kamu kenal, semakin rasamu mendalam
Kamu bukan satu-satunya korban dari diriku
Banyak yang akhirnya pergi dengan membenciku

Jadi, cukup disana saja
Jangan mendekati lebih dari yang aku beri
Karena kamu suatu hari nanti tahu
Hatimu akan jatuh pada siapa


Aku tak memberi jaminan,
Jika orang itu adalah aku

Kamu pasti menyesal
Jangan pernah mengenal ku lebih dalam
Cemburumu pasti lekat
Egois mu tak bisa saingi egoku

Cukup disana saja ya.
Iya.  Sayangnya kamu tak pernah mau menurutiku.

Baiklah, itu pilihanmu.
Aku katakan lantang, jangan pernah mengenal diriku

Oia, itu kalimat tanda seru.  Kamu harus tahu.
Itu Peringatan untukmu.


Ketika Arjuna Jatuh Cinta

Degup jantung Arjuna mulai naik turun, keringat dingin pun mulai membasahi kulit putihnya. Mulutnya bagai terkunci, pikirannya tiba-tiba saja hilang. Sosok cinta yang ditatapnya dengan tidak sengaja itu, langsung menancap dasar isi hatinya. Padahal sudah sekuat tenaga dia menahan untuk tidak melihatnya. Tapi apalah daya, disaat dia menonggakkan kepalanya perlahan. Cinta menatapnya dengan pekat, dia memperhatikan dengan serius, tanpa bicara. 
“Arjuna…?!, kamu sedang sakit?” Miss Stefinaky yang saat itu menjadi moderator—tiba-tiba menepuk bahunya. Tak lama terdengar suara riuh mahasiswa Universitas Tokyo—Jepang, yang saat itu sedang mengikuti lomba Ikebana—merangkai bunga yang diadakan setahun sekali untuk menyambut Hinami—perayaan musim semi di Jepang, mereka tertawa dan geli melihat kecanggungan teman terpintar mereka. Arjuna makin gelagapan, cinta melihatnya, kini dia tertawa. 

Oh Tuhan…cantik sekali. Bunga yang dirangkai Arjuna makin ia lupakan, pagi itu tiba-tiba saja menjadi hal yan…

Dua Rasa Satu Hati

"Katamu, aku tak tahu apa-apa tentang hidupmu--aku tahu itu--tapi aku bisa pastikan, rasa cintaku lebih dari yang kamu tahu.."
------
(Satu)
Siang itu kututup Handphoneku dengan kesal, air mata pelan-pelan menggenangi naungan kelopak mataku. Langsung saja kurebahkan badanku lebih lama pada sofa ruang tamuku.Mataku memejam, pikiranku melayang. Pada percakapan kita yang barusan.

" Maaf, hari ini gue gak bisa nemenin kamu.."
"loh kenapa?, sibuk memangnya di kantor?"
"begitulah" ucapmu pendek, yg menghancurkan titik-titik harapanku.
"bagaimana kalau hari minggu? akhir pekan? sabtu? jum'at?" kataku meraba dari desahan napasmu yg kudengar diseberang sana.
"hhfmm... tidak bisa juga.."
aku tersedak, mendengar balasan jawabanmu.
"tidak bisakah meluangkan waktu? ada hal penting yang
ingin aku sampaikan..?!"

"Oh ya, disini saja, tidak masalah khan?" ucapmu tanpa ragu. Yang membuatku memutar otakku, membujuk dirimu. Paling …