Zodiak adalah Das Sollen

Kita main neliti pelan-pelan yuk,
Kali ini kita ceritaan tentang zodiak.
Secara umum, zodiak adalah bikinan manusia zaman Romawi Ortodoks, yang melihat bintang-bintang planet di luar bumi dan ditujukan sebagai penyembahan dari dewa-dewa pada zaman dahulu.

Zodiak jadi populer , dikala karakteristiknya sesuai dengan pribadi manusia itu sendiri. Karena kepopulerannya itu ngebikin zodiak menjadi sesuatu yang dijadikan panduan didalam membaca karakter seseorang.

Seorang Tukul Arwana pun amat menyukai Zodiak, sehingga setiap bintang tamunya , ia selalu memaparkan zodiak mereka dengan karakteristiknya untuk mengetahui sifat prilaku bintang tamunya di acara talk show empat mata.

Sayapun, suka membaca zodiak.  Ketika saya ingin membandingkan karakter seseorang yang saya ingin kenal dengan kenyataan yang ada ketika ia dekat bersama saya. Bahkan zodiak juga ngebikin saya, mempunyai cara untuk bersahabat dengannya lebih dekat dengan mengetahui apa saja kesukaan dan ketidak sukaannya.
Kadang saya suka bereksperimen, menyamakan apa yang dikatakan oleh zodiak. Namun nyatanya kebanyakan tidak sesuai di dunia nyata. Mirip Das Sollen.

Bagi kamu yang pernah ngerjain skripsi atau tesis. Kamu pasti tahu apa itu Das Sollen, biasanya dos Sollen ini berupa peraturan perundang-undangan yang normatif berlaku di masyrakat, dos sollen ini pada dasarnya sebagai panduan untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan yaitu das sien.

Berpuluh-puluh skripsi dan tesis maupun karya tulis ilmiah yang pernah saya buat, pada dasarnya Das Sollen tak dapat seimbag dan tak dapat menjadi jawaban tepat untuk memperbaiki keadaan maupun rumusan masalah yang ditetapkan.

Ia hanya berperan sebagai salah satu sarana untuk mencapai sinergi yang positif agar tujuan dari penelitian dspat tercapai. Bukan sebagai penyelesaian yang tepat untuk masalah itu.

Persis dengan zodiak.
Yuk, kita kupas habis tentang zodiak sesederhana mungkin di blog kecil ini.

Saya memiliki banyak teman yang ber zodiak Scorpions,  bahkan saya pernah merasa tidak nyaman berada didekat seorang Scorpions, karena kata zodiak mereka adalah orang yang ceplas ceplos , jika marah suka tidak di rem dan jika mendendam mereka selalu mengejar ambisinya untuk tercapai dengan segala cara. Dan ketika ia membenci seseorang, ia akan teramat membenci orang itu. Apalagi seorang Scorpions adalah seorang pencemburu yang akut.

Kebetulan, kakak pertama saya adalah Scorpions, sahabat kecil saya adalah Scorpions, sahabat saya di mutiara borneo adalah Scorpions bahkan orang yang pernah saya suka pun adalah scorpion.

Namun nyatanya, yang dikatakan zodiak itu salah semua.
Kakak pertama saya memang pernah kami mengalami perselisihan hingga kami hampir bertahun2 tidak bertegur sapa karena dulu saya menolak bekerja menjadi pegawai pemerintah, namun ia suka memberi saya uang saku setiap bulannya 1 juta rupiah. Bahkan ketika saya sakit di Kalimantan Utara, tempat kerja merantau saya, dia adalah orang yang paling repot. Menanggung semua transportasi saya, dan obat-obatan dia semua yang belikan tanpa saya memintanya. Bahkan tiap pagi maupun sebelum tidur kami suka bertatapan mata, sambil tersenyum, ia juga suka sekali mencium saya secara diam-diam kalau saya tertidur. Saya selalu terbangun jika ia mencium saya dengan cepat, hehehe.

Orang yang baik khan dia? Sama sekali gak mendendam. Padahal dia adalah salah satu kakak saya yang pernah mengusir saya karena saya ingin merantau mencari pekerjaan tetap dan pernah bertahun-tahun tidak menegur saya, sekarang bahkan ia bagai malaikat pelindung saya yang baik serta tulus hatinya.

Seorang sahabat kecil sayapun, kami sering berselisih paham, tapi dia selalu yang mendatangi saya, sosoknya sebagai anak pertama bikin dia tangguh dan pemberani bahkan ketika ia tidak salah. Saya saja yang kadang manja dan tak tahan dengan perbedaan pendapat hingga saya suka nangis menjauh darinya.

Baru-baru ini saja, saya pernah berselisih padanya soal nabung dan sedekah, ia bersikukuh dan menyarankan saya untuk menabung sedangkan saya selalu sekuat karang, sedekah lebih bagus dari menabung karena percepatan rezeki makin tak terduga.

Tapi kami tak menemukan jalan tengah. Saya lari ke toilet. Menangis sepuasnya disana. Entah tak ada malu lagi. Dia tak tahu karena dia sedang makan di Pizza Hut ketika kami berjalan bersama untuk menemani sahabat kami yang ingin membeli tas di suatu Mall besar di Samarinda.

Saya pulang sendiri naik taksi. Saya tinggalkan dia dan sahabat saya. Padahal kami jalan bersama naik mobilnya. Tapi saya tak bisa melihatkan air mata dan mata bengkak saya ke mereka. Apalagi teman scorpion saya yang hatinya mudah sekali terluka. Saya tak ingin bikin dia kecewa. Tapi dia sms saya, dia berkata ia merasa kecewa dengan kepergian saya tanpa izin.

Akhirnya saya pulang dengan mata bengkak naik taksi. Ternyata mereka sudah ada di rumah. Dia meminta penjelasan dengan baik. Ia menatap saya lekat dan memeluk saya, ia mengucapkan maaf. Padahal dia tidak salah. Saya saja yang suka ngambek dan manjanya gak ketulungan karena terbiasa apapun mengikuti kemauan saya.
Karena anak bungsu, yang selalu dimanjakan keluarga besar saya.

Dia sosok yang saya kagumi. Cerdas, mampu menjadi teladan adik-adiknya bahkan menjadi pemotivator saya jika down dalam belajar mencari ilmu. Dia amat gigih dan tekun. Apalagi ia selalu ada disaat air mata saya tak sanggup dibendung lagi. Bahkan ketika saya menjauh dari dunia. Dia adalah orang pertama yang mencari saya. Dan sibuk menyemangati harus muncul dan narsis lagi di dunia maya dan nyata, hahaha..

Gimana? Baik khan dia. Zodiak menipu saya. Ini mah orang yang tulus hatinya. Selalu melemahkan ego saya, selalu ingin didekatnya. Dia bukan seseorang yang tidak baik, dia adalah sahabat terbaik saya ^_^

Seorang teman kantor saya di Mutiara Borneo. Orangnya supel, anggun dalam kesederhanaan.  Saya kalau liat dia persis seperti ibu kartini, cantiknya daleeem. Hehehe.
Saya ingat, disaat saya sudah ngambek gak pengen jadi PNS lagi, dia selalu ada, namanya selalu keluarga besar saya sebut-sebut saking mereka menyukai sahabat saya ini.
Padahal saya tak pernah memberi nya hadiah apapun, dia malah pernah ngasih saya baju tidur warna merah muda bergambar hutan dan hewan. Sampai sekarang baju tidur itu selalu saya sayangin. Suka saya peluk kalau habis dijemur, keingat dia yang baik.
Dia sama sekali gak galak kaya yang disebutin zodiak. Dia mah lembut banget. Apalagi cintanya sama keluarganya, aku senmpat iri loh sama dia.
Soalnya dia sudah jadi Ibu. Aku pengen juga jadi Ibu. Dan jadi ibu yang berkerja. Dia telaten dan ngangenin.

Bener khan?. Scorpions mah bukan sesuatu yang galak, mereka sahabat hatiku, aku mencintai mereka.

Kamu tahu gak? Bahkan aku pernah mencintai seorang scorpion. Yang lucunya dari dia. Dia amat melindungiku padahal dia tidak mengenalku. Aku ingat banget, gimana dia bersusah payah menyetelkan televisi yang aku suka ketika teman2ku nyuekin aku yang mau nonton kartun.
Trus aku juga masih ingat dia orang pertama yang bayar iuran disaat yang lain acuh tak acuh. Orangnya biasa saja, tapi kalau ingat betapa cute-nya dan manisnya dia, aku rasa belum ada cowok sebaik dia yang mendekatiku dengan cara uniknya.
Dia itu orang cuek, tapi amat perhatian. Aku ngomong kemana, dia jawab kemana. Tapi nyambung. Lucu deh. Ntr kalau aku ketemu dia lagi, aku bikinin cerpen deh tentang dia, hahaha...
Dia sulit aku lupakan, aku ingat benar, dia seakan seorang Hero meloncat ke kapal yang penuh dengan badai lautan, dia membantu satu persatu teman2 wanita kami, yang dimana cowok2nya cuek saja.
Dia sama sekali gak cuek.
Dan aku ingat ngenggaman tangannya.
Sangat kuat. Ketika ia menggapaiku. Agar aku tidak terjatuh soalnya cuma aku yang pake rok, maklum kemarin gak bawa celana panjang saat di pelabuhan lautan.

Gimana? Baik khan dia. Bahkan banyak lagi cara dia melindungiku. Padahal aku tak mengenal nya. Diapun begitu. Tapi aku merasa dekat dengannya. Mungkin di dunia yang dulu kami pernah bersama. Mungkin sebagai saudara kembar atau sepasang kekasih.
Yang pasti, di masa sekarang. Kami sudah tak berhubungan lagi. Tapi ingat dia bikin saya tersenyum manis.
Kata Zodiak, dia gak suka sama cewek genit. Setahu saya dia mendekati saya juga, jadi saya bereksperimen bebas dengan menjadi lebih agresif padanya.

Sms dia tiap hari, berkali-kali. Panjang kali lebar. Entah apa saja yang saya ceritain. Yang saya suka dari dia. Dia tak membalasnya. Itu juga sesuatu yang saya paling benci dari dia. Kenapa dia gak membalas. Mungkin Zodiak benar, dia tak suka perempuan yang agresif. Hahaha...
Kali ini, saya yang salah. Begitulah.
Zodiak selalu normatif.  Bukan sesuatu yang pantas dijadikan panutan.
Peta yang terbaik itu ya Alquran. Saya ingat juga, terakhir kali saya ketemu dia. Dia gak mau ketemuan karena sedang berteman dengan Al Quran. Baik ya dia.

Gak kaya saya, temanannya sama zodiak untuk mengenal dia, hehehe. Nyatanya gak menyelesaikan masalah. Hanya sebagai sinergi saya untuk berkompromi merelakan dia untuk tidak saya dekati lagi.

Ada yang bikin bete lagi dari Zodiak, katanya saya dan Virgo adalah sahabat baik. Nyatanya enggak.
Padahal saya suka memperhatikan dia. Dia suka sendirian. Kadang saya suka nangis diam-diam kalau liat dia yang mengerjakan banyak tugas kantor. Anak yang baik ya.
Saya sulit ngomong, kalau saya peduli dengannya. Mungkin karena saya terbiasa menulis dibanding berbicara, jadi suka Garing di depannya untuk menghiburnya.
Dia adalah wanita yang cantik, kami suka berdebat. Saya suka debat dengan dia. Seperti ingatkan saya ketika saya kuliah. Dia cerdas dalam menyampaikan pendapat, semoga dia suatu hari nanti bisa jadi Pejabat bahkan Sekda yang ia selalu inginkan.
Anak yang baik khan... tapi saya tak bisa mendekatinya.

Padahal saya suka ngasih dia es krim kesukaan dia, karena dia suka ngasih saya coklat.. tapi saya tetap gak bisa berteman sama saya.
Terakhir kali bertemu dengan saya, dia diam dengan wajah cemberut lalu pernah menertawakan saya karena saya memakai sepatu pink dan menyebut saya gila.

Masya Allah, cinta saya diuji. Zodiak bohong khan?. Dia bukan sahabat saya. Dan saya gak bisa bersahabat baik dengannya. Dia tak suka dengan saya. Sebaik apapun yang saya lakuin pasti salah di matanya.
Apapun itu, saya tetap mencintai dia. Apapun itu, saya tetap menyukainya.
Doa-doa tak pernah henti saya panjatkan untuknya.
Doa terindah untuknya. Saya memang gila masih mencintai seseorang yang membuat hati saya patah.
Tapi ini cinta dan titik. Tak ada penjelasan yang lain.
Yang saya tahu, zodiak bukan sesuatu yang benar. Itu hanya normatif saja.

Seperti kata Zodiak, saya seorang sagitarius. Seseorang yang gampang berubah karena bosan dan tidak setia bahkan saya dibilang orang yang jujur dan berwawasan luas, positif sama hidup dan selalu ceria serta gampang termotivasi.

Tidak semua benar.
Saya adalah seorang yang konsisten. Konsisten berubah.  Tapi berubah biar saya bahagia dan gak stagnat dengan sesuatu yang diam bukan mengalir. Saya suka sesuatu yang mengalir.

Saya dibilang tidak setia. Saya bahkan pernah menyukai seseorang sampai sekarang 15 tahun dengannya, katanya yang namanya cinta yang sebenarnya adalah saat kita tak mampu dengan mudah berkata cinta. Yup. Begitulah saya dengannya, sang Hujan. Favorit saya dari dulu. Dia tak pernah terganti, meski ia sudah menikah lalu istrinyapun sudah tak ada lagi karena meninggal, beliau sakit dan syahid ketika melahirkan.
Saya tetap mencintainya. Namun saya tetap tak bisa ungkapkan dengannya.
malu merasuk jiwa. Dan tak sanggup dengar penolakan dengannya. Saya tak ingin membencinya. Saya menjauh saja. Meski doa indahpun tak pernah berhenti untuknya yang baik.
Gimana? Saya orang setia khan? Hanya satu orang itu. Meski banyak yang mendekati dan sayapun mencoba membuka hati. Tapi dia selalu tak terganti. Dia yang pertama.

Saya dibilang Zodiak adalah orang jujur. Tidak juga. Bahkan saya orang yang tak mudah jujur ketika berurusan dengan membela sesuatu. Saya pikir dengan saya menutupi kesalahan orang lain, Allahpun akan menutupi kesalahan saya di dunia dan di akhirat. Saya juga bukan orang yang jujur. Buktinya 15 tahun memendam cinta, saya masih tak berani jujur. Tak berani jujur dengan penolakan darinya. Tak berani jujur untuk membencinya karena nyatanya saya mencintainya diam secara sederhana sedikit demi sedikit.

Zodiak juga bilang saya seseorang berwawasan luas. Salah besar. Saya hanya seseorang yang haus dengan ilmu yang saya ingin ketahui. Lapar dengan sesuatu yang asing di mata dan di telingga saya. Saya hanya ingin membuktikan dengan pengalaman saya sendiri, apakah benar tulisan dan penelitian orang-orang tersebut.
Bahkan saya tidak berwawasan luas karena belum hapal Alquran.
Sedih ya. Zodiak bikin saya Gede Rasa saja. Melambung kan saya padahal menghentakkan saya ke bumi. Sama sekali tak benar.
Saya iri dengan seorang anak perenpuan yang melantunkan ayat Abatasawalla.. dengan lancar ketika saya menunggu azan di masjid Nabawi Madinah. Iri banget.

Positif dalam hidup, nyatanya saya suka negatif sama diri saya sendiri. Saya suka menantang diri saya. Bagi saya, musuh terbesar saya itu adalah diri saya sendiri. Jadi jika target saya tak tercapai, saya selalu mengecek dimana letak kesalahan saya, kadang saya ulang-ulang perbaikan tersebut sampai tepat sasarann.

Selalu ceria dan mudah termotivasi, tidak juga.
Kalau saya lagi badmood, bahasa saya amat kacau. Dan bisa terlihat kurang sopan dan membuat orang yang mendengar menjadi tersinggung karena rasa bete saya. Tak mudah ceria dan tak mudah termotivasi kalau sudah lelah tingkat tinggi. Paling ujung2nya saya bawa tawakal aja, serahin aja sama Empu-Nya yang punya Dunia.
Soalnya ilmu saya gak sampe sana.
Kadang bahagia saya sedikit dan saya buat2 untuk ceria. Bahkan saya suka menyapa siapa saja untuk mendapatkan senyum mereka dan menambah cadangan saya untuk bersyukur.

Mereka aja bisa senyum, masa saya gak bisa.hehehe.

Itu sih. Normatif khan.

Zodiak itu sebuah Das Sollen. Panduan kita untuk mengenal seseorang tapi tak sepenuhnya benar. Karena yang buat manusia. Sesuatu peraturan yang di bikin manusia untuk manusia biasanya relatif dan bukan solutif.

Alquran-lah jawaban dari belajar bersahabat dengan orang lain. Seperti kata Ar Rahman (55) ayat 60, Balasan Dari Kebaikan Pastilah Kebaikan pula.

Berbuat lah yang baik, pasti dibalas dengan kebaikan yang melimpah juga.

Bersahabatlah dengan baik dan mudah dipercaya, jangan berubah.  Suatu hari nanti, kamu akan menemukan orang baik seperti mu ataupun orang baik bisa menemukanmu juga.

Triiiiingggg.... (bunyi kedipan mata )

Inga-ingaaa Triiiinggg..... (^_*)