Ikhlas itu Nikmat

Ikhlas secara logika adalah bahasa rela melakukan apapun tanpa mengharapkan imbalan pamrih.
Sampai sekarang, aku juga terus belajar untuk ikhlas, nothing to lose dalam berbuat apapun.
Dilihat, tidak dilihat, dipuji maupun di hina perbuatan baik apapun terus dilakukan, demi cahaya kita di alam kubur dan mempermudah hisab kita di Hari Pembalasan.
Dulu saat merantau, aku nothing to lose saja, meski gak bawa restu kakak pertamaku, teman kantorku ada yang meragukan aku tak bisa mandiri, karena terbiasa manja dengan keluarga bahkan ada yang bilang, karena aku tak punya kenalan di tempat rantauku, jarang bisa mendapatkan pekerjaan tetap disana.
Aku benar-benar nothing to lose. Gak mau tahu. Berdiri sekeras karang. Menutup dua telingaku , jalan terus. Bahkan aku meminta doa dengan 500-an teman facebookku, buat apa gengsi meminta doa dari orang-orang, siapa tahu dari doa-doa mereka ada yang dikabulin Allah, akhirnya taraaa.. aku bisa lulus disana dan bisa hidup 2 tahun disana, meski sering sakit-sakitan.
Tapi alhamdulillah sekarang, sudah pindah berdekatan dengan keluarga besarku.
Dulu waktu di Kantor Dispenda--ada acara senam poco-poco satu Provinsi, aku sebenarnya orang yang gampang minder dan deg-degan gugup karena kurang yakin dengam penampilan.
Karena badanku yang gendut, serta aku gak pake trening saat mau senam poco-poco satu Kantor itu karena waktu itu pengen pake baju warna pink biar semangat dan menutupi rasa minderku yang kadang berlebihan , yang bikin aku mudah gugup.
Aku ingat banget, salah satu temanku membuat aku harus menaruh tempelan angka di dadaku, subhanalah, malu banget diriku. Gugup pisan. Gak yakin aku bisa menjadi Ikon didalam senam poco-poco itu.
Tapi tak lama ada seorang teman yang baik hati, seorang yang pernah juara 1 saat ujian Tes CPNS di jurusan ilmu Administrasi Negara, mas-mas yang murah senyum. Memberi semangat dan memintaku percaya diri dengan bilang aku akan baik-baik aja, makasih ya mas Aip ;), baik banget anda...! Semoga Allah berikan banyak kebaikan kepada Mas Aip bersama orang2 yang disayangi, amiin ya Rabb...
Tak lama pula ada seorang sahabat baik saya, yang penuh perhatian menyapa saya, teman sekamar saya di Prajab, dia memberi semangat bahwa saya bisa untuk senam poco-poco , malah dia memoto saya dengan  bahagia. Makasih banyak ya mba Hanny, mba paling tau saya gimana, yang suka gugupan, semoga Allah balaskan banyak kebaikan buat mba dan keluarga yang mba sayangin, aamiin ya Rabb..
belum lagi, saya terharu seorang Pimpinan Kantor saya, Sekretaris Dispenda saat itu, mau ikut senam bersama kami padahal hanya 6 orang saya waktu itu tapi beliau mau senam juga dan meminta yang datang saat itu, staf Dispenda untuk senam juga, Masya Allah, baiknya Bapak, makasih ya Pak Asnawi, semoga Allah memberikan kebaikan dan kemudahan dalam hidup Bapak Asnawi bersama keluarganya yang disayangi,aamiin ya Rabb...
Nah, melihat hal tersebut saya langsung nothing to lose, ikhlas aja, nyebur aja joget-joget senam poco-poco tanpa memikiran dilihat banyak orang.
Awalnya saya gugup, tapi melihat banyak dukungan dan apresiasi positif saya langsung menikmati alunan lagu itu, saya tak mendengar yang lain, hanya indahnya lagu poco-poco itu saja, tak mau pula melihat orang-orang yang didepan saya dan tak mau tahu pendapat mereka tentang saya.
Bagi saya, senam poco-poco kemarin adalah sebuah perjuangan. Berjuang untuk ikhlas menikmati rasa gugup dan menikmati rasa tak percaya diri menjadi seseorang yang enjoy dalam menari. Just dance.
Sampai sekarang, karena kejadian itu aku jadi doyan senam. Gak ada rasa malu lagi senam dihadapan orang banyak, joget-joget kreatif bikin aku bisa membebaskan diri untuk berekspresi dengan indah dan menikmati keikhlasan yang menari.
Jika ikhlas berbagi dengan hati, akan diterima ikhlas pula dengan hati.
So nikmatin saja hidup yang indah ini.
Karena ada Proses yang indah, hasilnya pasti lebih indah.
Bukankah kata orang bijak, hasil tak akan pernah mengkhianati Proses.
Nothing to lose for everything!
Gambar di bawah ini adalah persiapan saya untuk ikut senam poco-poco dengn berphoto manis yang disemangati oleh salah satu kawan baik saya, mba hanny sayang. Miss You mba cantik...^^
Saya seneng deh dapat angka 13, karena itu angka keberuntunganku soalnya my first love lahir tanggal 13 Februari 1987, jiah masih ingat saya. Hehehe. Aku sih mau aja lupain. Tapi kekuatanku khan menghapal apalagi setiap tanggal itu aku selalu ucapkan selamat ultah padanya meski lewat buku diary hijau ku saja. Dan tanggal itu pula, aku berdoa manis untuknya, orang yang tulus hatinya. Semoga dirimu selalu bahagia ya my Rain... aamiin ya Rabb...