Cerita Galauku

1. Aku mengira ada harapan baru menyukaimu, ternyata kamu sama saja

2. Trauma itu bukan permainan, bertahun-tahun aku berusaha menyembuhkannya, secepat itu pula kamu merusaknya lagi

3. Aku pernah melihatmu tersenyum bahagia, ketika ku merespon sapaanmu setelah kamu tahu aku trauma. Aku hanya ingin membahagiakan orang lain

4. Aku tidak bego-bego amat, tidak mengetahui cara kalian mendekatkanku dengannya, aku pemerhati yang baik

5. Berjamaah menyakiti hati seorang yang pernah terluka itu sangat menyenangkan.  Memang. Bagi kalian hidup cinta itu mudah. Aku berjuang.

6. Kalian berhenti bermain? Kenapa? Karena kalian sudah membaca yang seharusnya tak perlu dibaca oleh kalian. Jangan menyesal. Itu pilihan.

7. Ada kalanya hidup cinta seseorang itu tak harus sama dengan kisah perjalanan cinta kalian, siapa sutradaranya kemaren? Award terbaik deh

8. Ini khan bukan kebetulan, cerita hidupku bertemu kalian adalah takdir. Terima kasih buat semuanya atas tawa dan air mata

9. Aku pergi karena kalian. Itu salah satu alasanku juga. Aku menyerah nonton sinetron hidupku. Setahuku gak ada niat baik kalian untuk serius

10. Menelitiku hingga membuka lemariku yang berbunyi dan sengaja tidak aku kunci, sengaja lampunya aku matikan, agar ku tahu kalian masuk menyala

11. Menelitiku dari membuka dua hpku hingga tertawa ceria membuka tanpa beban, kamu tahu itu tes untukmu, aku menangis dari hati, tak kusangka

12. Kamu tahu gak kenapa aku ngapal alwaqiyah pas kamu buka lemariku tanpa izin (yg kusengaja untuk mengetesmu) karena aku marah padamu dengan cinta

13. Kamu tidak meminta maaf dan apa yang kamu cari? Diaryku? Kamu temukan khan? Tulisan aneh di note, itu sengaja ada. Diary asli tidak disitu

14. Kamu tahu dear, kenapa aku mempersiapkan itu semua kepadamu, karena kamu dari awal tidak aku percaya karena dengan sahabatmu saja kamu khianat

15. Kamu membaca diary teman 1 kostmu, tertawa menghinanya, dari situ aku tahu bagaimana indahnya sifatmu. Apakah kompor itu menyala terang?

16. Yup, menyala terang. Semua orang percaya kata-katamu. Alhamdulillah, saya tahu anda bukan sahabat saya. Anda mencintainya khan? Kok gak bilang

17. Saya tak suka. Serius. Mendegar dia anda hina. Dia orang yang saya hargai, meski sebentar karena ia tak cinta (baca: percaya)

18. Jika kamu ingin mengenalku, bisa tanyakan kepada keluarga, sahabat dan tetanggaku di lingkungan lamaku. Bukan kaya detektif cinta :)

19. Bukan dengan seseorang yang membenci kehadiranku di kantor, hehehe. Subhanallah. Kalian berteman akrab ya. Cocok kok :) semoga makin baik deh

20. Karena cerita galauku sama dia juga samir, cerita galau yang mengetes kalian , apakah kalian sahabatku? Bukan menjatuhkanku? Ehem

21. Tak apalah dear, nasinya udah jadi bubur, udah ada bekasnya.  Tapi aku pandai menyembuhkan traumaku. Kaya trambosit gitu deh aku. Hehe.

22. Asalkan aku tak melihat kalian lagi di hidupku. Boleh khan? Jangan pernah hadir lagi dimanapun aku berada, menjauhlah jika menemukanku :)

23. Nanti kalo aku ketemu kalian, aku aja deh yang nutup mata, hehe. Biar aku gak liat kalian. Kita berdamai ya friend. Hiduplah baik disana

24. Itu hal yang sama buat kamu. Kamu mau nolong aku khan? Please. Jangan pernah dekati hidupku lagi meskipun aku yang memintanya, bisa khan? He.

25. Kita harus bekerja sama, kita khan angkatan yang kompak ^_^, boleh khan? Kalian selalu ngabulin apa yang saya mau. Makasih ya teman :)

26. When you believe can be miracle. Kalian dari awal gak pernah mempercayai aku, gimana aku mau percaya sama kalian. Keajaiban pun terjadi. Triiing.

27. Aku bersama dengan orang-orang yang mempercayaiku luar dalam, ajaib! Terima kasih atas ketidakpercayaannya dulu, sekarang itu berlaku pada anda

28. Aku sama sekali tidak membenci, udah bete saya membenci. Cuma tak ingin melihat anda-anda lagi. Boleh khan? Biarkan jadi kenangan manis saja

29. Saya sedang menyembuhkan diri sendiri, biar aja saya gak ada temannya.hehe. dari dulu emang gitu. Teman gw gak pernah banyak. Pasti dikit :D

30. Maafkan ya, kalo ada kata-kata tweetku yg nyebelin kamu, itu cerita galauku aja dengan bahasa yg lebay, kita berteman dalam doa aja ya bro! Aku doain kalian

31. Kita belajar arti ikhlas. Sama-sama ya dear.. kaya film a Walk to remember, cinta itu seperti angin, tak terlihat tapi terasa :)

Gambar dibawah ini adalah gambarku candid,  saat tak sadarkan diri, menuju pulang perjalanan ke Samarinda