Mereka Bilang Saya Gila

Mereka bilang saya gila :
1. Ketika saya memakai baju berwarna pink, celana bunga-bunga dan bersepatu merah muda (bukankah warna merah muda menurut penelitian dapat meningkatkan mood, semangat hidup dan menambah kepercayaan diri)
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya gila:
2. Ketika saya berbicara dengan hewan maupun dengan benda mati (seperti mesin absen , yg selalu saya jawab , ketika suara di absen bilang "terima kasih" dan saya jawab "sama-sama", niatnya hanya ingin menghidupkan suasana dan membuat mood menjadi menarik (bukankah itu dinamakan Golongan kanan (baca bukunya Ippo Santosa "right"), yang selalu kreatif dalam menghidupkan suasana, seperti Rasulullah SAW pernah menamai baju besi beliau)
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya gila
3. Memotong rambut sendiri ( bukankah tidak aneh memotong rambut sendiri, bukankah ada cermin dirumah?, bisa kita bereksperimen dengan rambut kita?, sahabat sayapun sering memotong rambut sendiri, dan rambutnya depan panjang, belakangnya pendek--katanya dia seperti itu karena suka kepanasan namun suka dengan rambut panjang, itulah komprominya dengan rambutnya. Almarhum ibu saya pun, suka memotong rambut sendiri dirumah, karena lebih simple dan uang buat memotong rambut disalon bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Sayapun kemarin memotong rambut sendiri, karena tak ada salon muslimah di tempat saya waktu itu serta saya juga ingin seperti sahabat dan ibunda saya, bereksperimen dan mengalihkan  uang untuk memotong rambut di salon pada keperluan lainnya.
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya Gila
4. Berjalan kaki keluar gang dan mencari angkot untuk ke kantor. Kantor saya kebetulan jauh. Mirip stasiun gambir ke cekini Jakarta atau mirip Malioboro ke Bandara Yogyakarta.
Saya sewaktu SD selalu berjalan kaki dengan jarak yang sama jauhnya dgn jarak saya dikantor. Lalu ketika saya umroh, hotel2nya di Makkah sangat jauh dari masjid, saya berjalan kaki juga. Orang2 yang berada di hotel tersebutpun jalan kaki.
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya Gila
5. Kadang ceria, kadang berwajah sedih lalu menyendiri.
Bukankah hal itu adalah hal wajar. Sebagai manusia biasa, tak selamanya kita ceria, namun tak selamanya pula kita bersedih. Sedih boleh-boleh saja, malah kalau kita bersedih Allah akan menggugurkan dosa-dosa kita, namun jangan mengeluh. Sayapun belajar untuk tidak mengeluh. Doain ya.
Bawa bahagia aja (baca=bersyukur), seperti janji Allah di Qs.14:7, jika kita bersyukur, Nikmat kita akan bertambah.
Nah, misalnya masa seorang pemotivator seperti yusuf mansur tak boleh menangis? Lalu tertawa kemudian? Pernah kah kamu menonton ceramah beliau di Youtobe? Menyenangkan sekali menontonnya, nangis, lucu dan renyah. Jangan lupa nonton beliau ya, itu bermanfaat untuk hidup kita.
Nah, masa itu Gila?

Mereka bilang saya gila
6. Mengulang-ngulang (mendawamkan) surah alwaqiyah dan selalu meruntinkan sholat dhuha ketika dikantor dan dimana saja, malah saya disebut sebagai penganut ilmu tasawuf.
Saya tak mengerti ilmu tasawuf, saya manusia biasa saja, yang ingin memperbaiki nasib rejeki saya. Alwaqiyah dan dhuha adalah salah satu cara saya menjalankan mimpi-mimpi saya.
Saya suka sekali membaca testimonial2 tulisan di internet tentang keajaiban surah alwaqiyah (di blog inipun jadi post Populer dibaca oleh teman2,krna alwaqiyah bikin saudara saya mendapatkan rejeki yg tak terduga yaitu impian besarnya tercapai) dan saya suka baca buku Ippo Santosa yg percepatan rejeki maupun Muhammad Assad tentang Dhuha 6 rakaat yang bisa menaikkan rejeki kita seperti air bah, berlipat ganda, dan sudah saya buktikan, itu benar semua, apalagi jika diiringi dengan sedekah terbaik, wuiihh.. kereen.. bisa "terpelanting" kita dengan rejeki yang kita bisa dapatkan , alhamdulillah saya karena sedekah bisa 2 kali umroh gak pake duit, dan karena sedekah juga bisa lunas Hutang besar saya yang 74 juta dari tahun 2013 , saya lunasi dengan tanpa duit apalagi dengan tabungan, tapi dengan sedekah dan ditemani dgn alwaqiyah dosisnya dibanyakin (sampe suka saya dengernya, apalagi kalau yang mengaji Ulama Sudais, menenangkan) serta dhuha 6 rakaat diawetkan ;).
Orang-orang seperti Ippo Santosa, Muhammad assad, Yusuf Mansur, Mas Mono (ayam Mono) bisa sesukses itu karena mengawetkan dhuha 6 rakaat, masa itu Gila?

Mereka bilang saya Gila
7. Bersedekah gaji saya semuanya. Hingga pimpinan kantor saya dulu berkata , jangan bersedekah sebanyak itu. Lalu dokter kejiwaan saya seorang psikiater bilang saya terkena penyakit Bipolar dan depresi mental dengan memberi gaji seluruhnya kepada orang2 yang menurut saya membutuhkan.

Saya bersedekah gaji saya semuanya, itu belum sebagian besar harta saya, karena saya masih memiliki insentif di pertengahan bulan, masih tinggal di rumah kontrakan yang bagus, masih bisa tidur di kasur, masih bisa makan nasi, masih bisa menggunakan motor untuk berjalan. Sedangkan orang lain, di bukunya Muhammad Assad Note of Qatar dan sedekah super stories, ada yang sedekah motor, ada yang sedekah 1/2 dari tabungannya, ada yang sedekah uang hasil jerih payahnya untuk sahabatnya yang sedang sakit di rumah sakit ada pula cerita seorang Yusuf Mansur, yang bersedekah total ketika beliau memiliki hutang milyaran, hingga beliau bersedekah pada semut, bersedekah seluruh royalti buku2nya, bersedekah seluruh pendapatan beliau menjadi ulama, ada pula cerita seorang ulama, sahabat Yusuf Mansur, yang selalu bersedekah untuk murid2 di pesantrennya sedangkan dia tidur di rumah yang tidak layak tempat, alasan teman Ustad YM tersebut karena takut akan pertanggungjawaban dengan Allah kalau memiliki harta yg banyak, padahal beliau memiliki pesantren yang besar.
Apalagi Rasulullah SAW berpesan, belilah segala kesulitanmu dengan sedekah, ketika sempit rejeki, kita diharuskan bersedekah dan beristigfar karena sesungguhnya istigfar itu adalah sedekah.
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya gila
8. Sekolah hingga S2. Malah ada yang bilang saya ingin menyaingi kepala dinas saya.
Kawan, pendidikan itu penting. S2, maupun S1 ataupun pendidikan informal lainnya diluar kurikulum pendidikan indonesia itu sama pentingnya. Bahkan Allah menjanjikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu pengetahuan ( janji Allah di Qs.58:11) hingga para malaikat pun senantiasa bersama orang-orang yang mencari ilmu  dan dalam hadist Rasulullah "barangsiapa berjalan dalam rangka menuntut ilmu, maka akan dimudahkan jalannya menuju surga" (Hr.Muslim)
Dengan ilmu kita bisa mengenal betapa indahnya tanda-tanda kekuasaan Allah di muka bumi ini, bukankah Allah berpesan : bacalah dengan menyebut nama RabbMu yang menciptakanmu ( Qs.96:1)
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya Gila
9. Berbicara sendiri dengan maksud memotivasi diri sendiri, karena menurut psikologi, pada dasarnya berbicara pada diri sendiri dapat memberikan kepuasan dan motivasi karena orang tersebut akan mengetahui potensi dirinya atau tertawa tiba2 dibilang gila, padahal menurut penelitian, tertawa bisa membantu ingatan agar lebih kuat dan membuat seseorang terhindar dari kepikunan.
Masa itu Gila?

Mereka bilang saya gila
10. Karena memiliki keluarga yang di diagnosa dokter kejiwaan adalah Gila. Taukah kawan, keluarga saya itu adalah paman saya, perkenalkan namanya adalah paman Ipay, Rifaini. Paman Ipay adalah seorang yang cerdas, pintar bahasa inggris, pegawai terbaik Pertamina pada saat itu, kehidupan keluarga nenek saya sangat susah, paman ipaylah yang membantu perekonomian keluarga.
Namun, Allah berkehendak lain, saat nenek saya meninggal, Paman ipay sangat sedih, dia merasa tidak bisa membahagiakan keluarganya, lalu pihak keluarga pun yang melihat kejanggalan kurang bisa berkomunikasi dengan baik dengannya. Akhirnya beliau hidup dalam alam bawah sadar beliau. Dan didiagnosa dokter menjadi Gila. Beliau dirawat dirumah sakit sedari dulu, karena keluarga takut dengan keberadaannya. Namun abah saya selalu membantu beliau, membolehkan beliau pulang kerumah kalau bosan di rumah sakit jiwa. Coba tanyakan pada diri kita, orang cerdas mana yang bisa menemukan rumah yang dikenalnya dengan jarak yang sangat jauh. Tapi paman memilih tinggal di rumah sakit jiwa karena makan di biayai dan dihidupi dengan baik .

Tak lama setelah itu, paman saya, paman Ridwan menjemputnya dan sekarang tinggal di rumah beliau. Meski beliau masih hidup di bawah alam sadarnya, tapi beliau normal, masih ramah, masih cerdas dan baik hatinya.

Allah memilih beliau untuk menjadi hilang akal sehatnya kalau di bahasa kejiwaan adalah Gila, namun Beliau itu Istimewa, Karena orang gila bisa masuk surga tanpa hisab. Masya Allah. Keistimewaan untuk beliau. Semoga kalau beliau disurga nanti tanpa hisab   bisa membawa ponakannya dan orang2 yang membaca cerita tentang beliau ke surga Allah tanpa hisab juga, Aamiin ya Robbal alamin...
Apakah Gila, berdoa seperti itu?

Mereka bilang saya gila
11. Karena pernah dirawat dirumah sakit jiwa selama 3 hari.
Tahukah sahabat, kenapa saya bisa di rawat di rumah sakit jiwa?. Karena saat saya pulang dari tempat saya merantau di daerah pedalaman utara kalimantan, saya merasa kurang beres dengan apa yang saya rasakan, saya mulai berhalusinasi bermacam-macam ketakutan saya, hingga saya tidak tidur nyenyak selama saya dari pulang sampai dirumah saudara saya yang jaraknya seperti jakarta dan bandung.
Badan yang lelah, dan berhalusinasi bermacam-macam membuat keluarga saya ketakutan.
Ketika saya mencari tahu, ada banyak perbedaan, ketika yang saya sadar dengan apa yang mereka lihat dengan saya. Seperti saya menari sebuah suku dikalimantan, melakukan hal2 aneh, itu semua tidak saya akui, karena saya tidak merasa seperti itu.
Dari kejadian itulah, saya semakin yakin bahwa ada makhluk lain yang diciptakan Allah untuk menggoda dan menyesatkan seperti jin kafir (syetan), seperti cerita Rasulullah SAW yang pernah disihir oleh kaum yahudi , beliau tidak merasa melakukan apa yang orang lain lihat. Itupun terjadi pada saya.

Saya dirawat di rumah sakit jiwa selama 3 hari. Perjalanan menginap selama 1 hari, saya di bayangi dengan perasaan yang saya trauma khan, lalu di halusinasi saya, saya diminta untuk membunuh diri saya, tapi itu tidak saya lakukan. Akhirnya, Saya terima saja kejadian2 peristiwa yang terjadi diluar akal sehat saya selama saya menginap di rumah sakit jiwa, dari gorden yang berjalan sendiri, wajah kakak saya seperti dajjal banyak matanya, atau kejadian diluar akal sehat lainnya.
Dua hari saya bermalam disana, saya mulai terbiasa dengan ketakutan2 saya itu, saya nikmatin saja, saya bawa bahagia dan bersyukur, saya senyumin semua orang termasuk pasien2 di rumah sakit jiwa, malah saya menjabat tangan mereka.

Lucunya, mereka tidak marah, malah bahagia. Mereka tersenyum balik pada saya. Malahan ada pasien rumah sakit jiwa yg saat saya makan siang di sana dimasukkan di ruang isolasi, wajahnya putih banget, dia berteriak dikamarnya. Lalu tak lama mengintip di jendela kamarnya. Saya penasaran, ingin berteman dengannya. Yang lucunya, wajahnya mirip dengan teman wanita saya dikantor yang selalu bilang saya gila. Saya bukannya takut, malah bahagia. Saya menyapanya dan ingin bersalaman dengannya, namun dia malah membuang muka dan menjauhi saya, mungkin dia aneh ataupun takut dengan keramahan saya.

Hari 3 saya menginap disana, saya hampir pulih dari ketakutan2 saya, karena saya nikmatin saja apa yg saya lihat, termasuk saya melihat perawat yg mirip dengan org yang pernah saya sukai di pedalaman kalimantan serta perawat yng mirip dengan teman di pelatihan saya yg suka memanggil saya "mba hanna".

Saya nikmatin saja, saya bersyukur saja.
Namun sayapu  manusia biasa, saat ada ceramah arifin ilham di tv, tak lama air mata saya mengalir, mengingat saya tak menyangka, orang-orang yang saya sayangi dan saya selalu saya sebut namanya di doa saya, membuat saya dibilang gila. Tak lama saya menangis, ada seorang pasien disana yang sudah sehat dan dikenal sama perawat2nya, menghampiri saya, dan berkata : "jangan bersedih, semua sedihmu itu nanti akan diganti Allah dengan bahagia"
Masya Allah. Tambah deres saya nangisnya. Hahaha...
Terharu, orang yang tinggal di rumah sakit jiwa ini dan orang yng tidak mengenal saya ini dapat menghibur saya dan mengetahui isi hati saya. Alhamdulillah, Allah masih sayang sama saya. Sama dia. Sama kalian juga yang baca cerita ini ;)
Lalu saya seka air mata saya, saya bangkit dari tempat duduk di ruang tamu kamar perawatan di rumah sakit jiwa itu, saya banyak2 bersyukur saja. Saya lalu memaafkan mereka. Ini yang terbaik menurut Allah.
Kalau tidak seperti itu, mungkin tulisan ini tidak sampai kalian baca untuk memotivasi teman2 agar tidak bersedih.
Yang saya tidak suka dari pengobatan saya adalah harus minum obat, yang obatnya menurut saya adalah obat tidur dan bikin fly, bikin kita gak bisa berpikir. Padahal saya kalau pagi, suka menulis dan membaca. Itu selama pengobatan, tidur terus, gak ngerti apa yang terjadi di dunia, hehehe.

Saya lalu berpikir, mungkin benar kata seseorang yang berbudi baik, yang saya lupa namanya , pernah saya tonton di acara kick Andi tentang seorang wanita muda yang mendedikasikan hidupnya menghibur orang2 yang dirawat di rumah sakit jiwa, dia berkata bahwa : sebenarnya tak ada orang gila di dunia ini, yang ada hanya karena orang2 disekitarnya tidak mampu berkomunikasi dengan baik dengan mereka. Perempuan muda itu sering disebut princess dengan orang2 yang dirawat di rumah sakit jiwa itu, dia tertawa bersama mereka, mereka tidak mengganggu perempuan muda tersebut malahan mereka bersahabat dan selalu curhat dengan wanita berbudi luhur itu.

Mungkin saja,orang2 yang dirawat dirumah sakit jiwa tidak bisa menjadi normal lagi, kalau selalu diminumin obat fly, bikin tidur setiap hari.

Sayapun tidak menyukai psikiater saya, karena dia bilang saya harus minum obat seumur hidup saya. Saya tak mau. Obat yang dia berikan itu racun dan berbahaya buat akal sehat saya. Kalau saya minum obat2an itu, mungkin saya tak bisa menulis setiap pagi, malam, dan setiap hari maupun tak mampu membaca buku2 kesukaan saya dan mencoba menghapal surah-surah di alquran, semoga Allah izinkan saya bisa hapal Alquran, aamiin ya Rabb.
Alquranlah, obat segala obat penyakit didunia ini. Saya pernah membaca buku, selintas di gramedia, tentang keajaiban membaca dan menghapal alquran, ada yang divonis dokter akan meninggal karena kanker, namun beliau bertekad menghapal Alquran, Alhamdulillah penyakit beliau sembuh dan bebas dari kanker. Alquranlah biangnya keajaiban, keistimewaan dan pembeda abadi Muhammad SAW yang diturunkan untuk rahmat seluruh alam.
Doain saya bisa hapal Alquran ya kawan-kawa  yang baik.. makasih ya..
Masa saya suka ceritaan gini dibilang Gila? Bukankah kata Ippo santosa, "tingkatkan kekuatanmu bukan kelemahanmu", nah menurut saya, minat utama saya adalah bercerita apa saja, dan saya kuatkan dengan menulis, semoga suatu hari nanti impian saya menulis buku, yang royaltinya saya akan sumbangkan semuanya dapat tercapai (hehehe, mimpi besar dulu boleh dong, meskipun buku saya belum terbit, saya sudah mencicilnya, dengan menulis di blog ini) hehehe, doain lagi yaaa... makasih banyak buat doanya ya ^_^

Mereka bilang saya Gila. Aahh.. biarin.. saya sudah terbiasa dengan kata-kata Gila. Kalau gila beneran juga alhamdulillah... soalnya bisa masuk surga tanpa hisab.. hehehe.. semoga karena saya ceritaa  tentang teman2 saya di rumah sakit jiwa, jika nanti dia masuk surga tanpa hisab bisa menarik saya juga kesana.. termasuk buat kamu yang sudah mau baca sepanjang ini di ceritaan saya hehehe. Terima kasih untuk tidak bosan membacanya, semoga kalian disayangin Allah, aamiin ya Rabb..

Mereka bilang saya gila, Aaah..biarin.. orang sebaik, setulus, sebudi luhur, akhlak mulia seperti Nabi Besar Muhammad SAW saja dibilang Gila karena membawa keajaiban berupa Alquran yang mulia. Ajarannya yang indah diperintahkan Allah untuk diberikan kepada seluruh umat manusia sebagai kabar gembira dan sebagai peringatan bagi yang mempunyai mata untuk melihat dan mempunyai telinga untuk mendengar tanda-tanda kebesaran dan keperkasaan Allah SWT sebagai Tuhannya yang zatnya berbeda dari makhluk manapun, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

Semoga Allah selalu memberikan ilham untuk kita untuk sering bersyukur atas nikmat dan karunianya yang diberikan kepada kita dan orang tua kita serta dapat memasukkan ke dalam golongan orang-orang dijalan yang lurus, jalan yang Allah Ridhoi, aamiin ya Robbal Alamin...

Saling mendoakan yang baik ya sahabat-sahabat yang insya Allah disayang Allah semuanya...♡♡

Gambar-gambar dibawah ini adalah ketika saya umroh gratis kedua kalinya di raudah, subhanlah sahabat,  semua doa-doa saya disana dikabulkan dengan Allah, benar adanya kata2 Rasulullah SAW, di Raudah adalah tempat doa yang mustajab (dikabulkalkan Allah), karena Raudah adalah taman-taman surga. Pantas saja ketika memasuki raudah, perempuannya harus menunggu lama dan mengantri, gambar kedua itu adalah gambar candid camera, saya tak tahu kakak perempuan saya memotret saya yang bahagia dan bersyukur bisa masuk kembali ke Raudah dan berziarah ke makam Nabi Besar Muhammad SAW, wajah saya terlihat bahagia, karena waktu itu di raudah lapang dan mudah masuknya. Alhamdulillah.
Saya doain bagi semua bisa ke Raudah juga, aamiin ya Rabb..