Sedekah dan Doa Orang Tua



Banyak hal yang aku katakan, Tuhan selalu membantuku, selalu ada disaat benar-benar aku butuhkan, dan Allah tidak pernah sekalipun meninggalkanku. Dulu waktu kisaran tahun 2004, aku diminta untuk meneruskan kuliah di Jurusan Administrasi Negara, aku menolak keras, karena minatku lebih ke Ilmu Jurnalistik, aku ingin menjadi wartawan waktu itu, tapi orang tuaku tidak meridhai, maka ku pikir dari pada aku menjadi anak yang durhaka (meskipun masih banyak dosa, gak pengen nambahin doa kemarahan dari orang tua lagi), akhirnya aku memilih Administrasi negara. Selama Kuliah aku yang "merasa" tidak sesuai keinginanku ini, jadi ogah-ogahan kuliah, namun orang tuaku selalu mendoakan setiap saat, bilang Mamaku , "semoga kamu lulus cepat Nha", kata Abahku, berdoa untukku, "gak perlu jadi wartawan, nanti kamu disana jadi juara satu di jurusanmu". 

Aku cuman cemberut seperti biasa. karena aku merasa Tuhan gak adil padaku, kenapa harus administrasi negara? kenapa bukan wartawan?, itu terus yang aku pikirkan, dan aku selalu mikir, kenapa orang tuaku memaksakan kehendaknya, dan selalu berdoa , itu-itu terus, kalau gak di meja makan, saat kumpul keluarga, doa itu selalu terdengar. 

Hingga di pertengahan kuliahku, aku merasa menjadi cinta dengan jurusanku ini, mungkin karena selama di SMA, pelajaran yang aku suka adalah tata negara,makanya mulai suka, meski tidak menantang diriku. Namun untuk Orang Tuaku, aku lakukan saja, sesuai dengan keinginan mereka. 

Lama kelamaan, nilaiku menandakan kemajuan. Abahku dan mamaku sering bilang kalau mau berhasil, minta doa orang tua dan perbanyak sedekah. Waktu itu sedekahku masih minim, maklum mahasiswa (alasan klise ya.. ), cuman 2000 atau paling banyak 10 ribuan.. tapi meski sedikit itu, Allah mengabulkan semua doa-doaku, dan mengabulkan doa orang Tuaku.

Selama kuliah di Administrasi Negara Universitas Mulawarman di Tahun 2004-2008 , mendapatkan 5 kali beasiswa dari pemrov, pemkot dan pemda, mendapatkan 2 kali Award dari Unmul dan Fakultas Isipol sebagai Lulusan terbaik pertama. 

Dan rasanya mudah sekali, disaat ditahun itu juga, langsung mendaftar menjadi mahasiswa S2. dengan hanya bermodal Doa orang Tua dan Sedekah, semua menjadi terkabul, dan bisa lulus dengan lulusan tercepat 2 tahun 8 bulan di tahun 2010.


Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), MAKA ALLAH MELIPAT GANDAKAN PEMBAYARAN KEPADANYA DENGAN LIPAT GANDA YANG BANYAK. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.  (Surah Al Baqarah, Ayat 245)

Jadi aku mikir, pelan-pelan. Tuhan, Allah sama sekali bukan tidak adil. Aku dulu kebanyakan ngeluh, kebanyakan menyalahkan orang lain, merasa paling sengsara, padahal sesuatu yang aku suka itu belum tentu baik untukku, seperti kata Allah SWT :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. Al Baqarah : 216)

Mungkin, jika dulu aku melawan orang tua, hal tersebut tidak akan terjadi, apalagi disaat itu, aku ketemu dengan teman-teman yang baik, yang sampai sekarang masih berhubungan, teman-teman yang aku bersyukur pernah berjumpa dengan mereka, lalu bertemu dengan dosen-dosen yang baik hati, hingga sekarang beliau-beliau sering jadi inspirasiku. Jadi dengan Doa orang tua dan sedekah, Allah SWT membantu hidupku. 

malah diriku lah sebagai penyebab utama keresahan dan kegalauan hatiku. Yang membuat aku menjadi menzalimi hidupku sendiri, Tapi Allah tidak pernah salah, Ia memberikan Hikmah dan keajaiban , dari makna menuruti Perintah Orang Tua dan selalu mengamalkan sedekah, meski sedikit yang pasti Ikhlas. Karena sesungguhnya Allah menyukai sesuatu yang sedikit tetapi Langgeng. dan itu terbukti di hidupku. 

Jadi Perbanyaklah Meminta Doa kepada Orang Tua, selama orang Tuamu hidup, berbaik-baiklah kepada mereka, dan perbanyaklah Sedekah. Semoga semua hajatmu bisa dikabulkan Allah SWT. karena Allah itu Maha Baik, dia akan LEBIH memberikan sesuatu yang kamu inginkan, diluar apa yang kamu pinta. 

“... Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim/14: 7)