Kisah Pengamen dengan Kisah Doa yang belum Dikabulkan

Teruslah berbaik sangka dengan Allah SWT 


Kenapa Sih Doa-Doaku tidak terkabul,padahal aku sudah berdoa terus-terusan dan selalu mendekat kepada Tuhan. sedangkan ada orang lain,jago maksiat tapi doa-doanya selalu terkabul, kok bisa ya? kenapa Allah tidak adil?-itulah ucapan kita, dikala sudah merasa optimal meminta kepada Allah, tapi Allah belum juga mengabulkannya.

Teman, Berbaik sangkalah kepada Allah. Allah sedang ingin menguji kesabaranmu, Allah sedang memperhatikanmu,maka teruslah berdoa, teruslah mendekatkan diri pada Nya.

Seperti tulisan Muhammad Assad di bukunya Notes From Qatar, tentang kisah Pengamen. Andai khan Pengamen yang datang ke hadapanmu adalah orang yang bau, rambutnya gondrong urakan, giginya hitam, suaranya cempreng, kamu pasti akan pengen cepat-cepat memberikan uang kepada pengamen itu. Tapi andai kata, sipengamen itu secantik Angelina Jolie, badannya wangi, giginya putih bersih, suaranya indah,kamu pasti pengen berlama-lama dengannya, dan meminta nambah lagi lagunya, malahan di akhir lagunya,kamu memberi uang yang lebih kepadanya.

Nah sama juga dengan kisah pengabulan doa dari Allah SWT.
Karena kita ingin berbaik sangka dengan Allah,maka berpikirlah bahwa Mungkin saja, Allah berkata begini dengan Malaikat ketika bertemu dengan orang yang berdoa tapi bermaksiat :
"sudah berikan saja padanya"

Sedangkan dengan orang yang datang, memohon doa dengannya dengan selalu mendakatkan diri padaNya,Mungkin saja Allah berkata begini dengan malaikat:
"nanti dulu wahai malaikat, aku masih ingin mendengar keluh kesahnya,aku masih ingin mendengar rintihannya memohon padaku, hingga nanti akan ku tambah nikmat untuknya dari apa yang ia minta.. karena aku mencintai hamba ini"

Subhanallah, begitu baik Allah SWT, Dia tidak pernah menzalimi hamba-Nya, dengan rencananya yang Indah, membantu Hamba-hambanya semakin dekat dengannya dengan berbagai ujian, cobaan dan musibah selama di dunia,agar manusia meminta pertolongan kepadanya,karena hanya Allah yang bisa memberi pertolongan kepada kita.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) daripada Allah sesudah itu? Kerana itu hendaklah kepada Allah sahaja orang-orang mukmin bertawakkal. (Q.S. ‘Ali Imran: 160)