Jangan Pernah Tinggalkan Shalat




Bagi yang dulu pernah membaca sedikit cerita di status facebookku tentang bagaimana malasnya aku shalat sehingga Tuhan memberiku peringatan keras, hingga membuat aku mengira waktu itu, adalah akhir ending hidupku. Ini akan aku ceritakan lagi, lebih lengkapnya.

Di suatu ketika, didalam sebulan itu, shalat ogah-ogahan, dan puncaknya dalam seminggu aku benar-benar dengan sengaja meninggalkan Shalat, waktu itu aku benar-benar marah sama Allah. Karena merasa tidak adil, dan aku merasa Tuhan tidak melihatku. Aku benci denganNya dahulu.

Hingga aku meninggalkan Shalat. Sampai, kadang di sisi hatiku yang lain bilang, "kamu bakalan nyesel, shalat itu penting Nha". Tapi tetep aku cuekin aja.

Sampai akhirnya, aku mau menantang TUHAN, "oke, aku akan turuti perintahmu, tapi buktikan kehebatanmu padaku" Aku berjanji waktu itu, dengan merasa bersalah, tapi tetep masih melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan, maka aku bilang : Ya Allah, coba datangkan hewan yang paling aku takuti yaitu kalabitak (Laba-laba hitam yang besar) jika aku gak shalat lima waktu, Biar Syetan di badanku, dan aku jera, ya Tuhan.

Menunggu. Sehari, dua hari. Gak ada reaksi. Ah pikirku. Tuhan gak pengen liat aku khan.. (benar-benar bahasa yang reaktif, sangat tidak baik buat di contoh, karena aku lebih memikirkan kemarahanku, dibanding lebih bersabar dan menuruti perintah Allah).

Namun , tepat seminggu, disaat aku Jalan habis pulang ngantarkan Ponakanku pulang sekolah, Tiba-tiba Hewan itu datang, langsung menempel kuat di pelipis dahiku, padahal saat itu aku berhelm, dan keadaan aku bermotor sangat laju, kalau secara logika, kok bisa hewan itu langsung muncul, dan menempel kuat, lalu mengigit pelipis dahi disamping kiriku. Tapi kalau Allah mau, semuanya akan menjadi kenyataan.

Maka pada saat itu, Allah memberi peringatan keras padaku, Bukan main sakitnya dahiku, hampir pingsan. lalu di rumahpun , kakiku tidak bisa digerakkan, badanku lemah, dan langsung jatuh, namun masih sadar, kepalaku sakit semua.

Benar, ucapan Allah dalam Al Quran:
فويل للمصلين. الذين هم عن صلاتهم ساهون [
“Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya (menunda-nunda sehingga keluar dari waktunya).” (Al-Ma’un : 4-5)

maka celakalah aku, Tuhan sedang marah padaku. Ya Allah ampuni aku.

Semua keluarga bukan main jadi repot (maafkan aku, makasih buat ponakan-ponakanku yang membantu waktu itu, meski masih kecil tapi membawakan minyak tawon), Coba lihat.. Bagaimana Allah SWT meski dia memberi aku peringatan, Allah SWT masih memberi aku harapan, perbaikan,

Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman, : فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)

dan itu Benar semua. Meski dalam sakit, hatinya juga senang, ternyata ponakan-ponakanku masih bisa empati dan hikmah dari kejadian ini.

Lalu selama seminggu, Mukaku bengkak. tiap hari sakit dan gatal. namun di hari-hari itu, aku sudah gak pengen lagi menduakan Tuhan dengan emosiku. Mulai pelan-pelan mendekatinya, meski gak sempurna, yang penting aku selalu bersamanya, cuma DIA yang bisa membantuku.

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًۭا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” [Ali 'Imran 173]

akhirnya setelah berakhir, aku gak berani lagi ninggalin , meskipun karena takut Kalabitak itu datang dan melukaiku lagi, tapi karena Janjiku sama Allah, akan terus aku lakukan, sampai nyawa sudah tidak ada lagi.

karena shalat sebenarnya bukan untuk Allah, Shalat itu untuk diriku sendiri. Karena di dunia, banyaknya Godaan dari diri sendiri, dari luar yaitu Syetan, jin dan manusia yang membuat kita merugi di dunia, maka dengan Shalatlah, Allah memberi Kemurahan hatinya untukku. masih di beri kemurahan hati berjumpa dengan Shalat.

Karena lambat laun, Shalat menjadi pendingin emosiku.

.Rasululloh Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tahukah kamu, apabila di dekat pintu rumahmu terdapat sebuah sungai dan kamu mandi lima kali sehari? Apakah badanmu masih kotor? Para sahabat menjawab : Tidak! Nabi bersabda lagi : begitulah halnya shalat yang lima kali sehari, Allah menghapuskan dosa-dosa manusia dengan shalat itu.” (Hadits Muttafaq Alaih)

Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Tonggak pemisah antara seseorang muslim dengan kafir adalah shalat.” (Riwayat Muslim).

Allah itu Maha Baik, coba lihat baik-baik, adakah Ciptaannya yang tidak seimbang? semua seimbang. Disaat Syetan menjadi Musuh nyata bagi kaum Manusia, Allah memberikan penawarnya dengan Shalat, dan pembasminya di tangan Nabi Muhammad SAW, karena Kunci Surga, dan terbebas dari Api neraka adalah penyataan :Ashadualla Ilahailallah, Wa'ashadu anna Muhammad Rasulullah.

Zikir yang bikin panas Syetanpun ialah Laillahaillah Muhammadar Rasululllah.

Allah itu Maha Baik, dengan pendosa-pendosapun ia masih sangat pemurah, menunjukkan jalan. Bahwa Shalat bukanlah sesuatu yang sulit, karena Shalat itu menandakan kita membutuhkan Tuhan, dan meminta ampun serta keselamatan untuk diri kita.

Aku saja yang dulu sering gampang bosan, padahal Allah tidak pernah Bosan, seperti yang diucapkan seorang Sahabat Rasulullah SAW saat bertanya kepada beliau : "lalu Rasul, jika manusia itu setelah bertobat, berdosa lagi, dan ia ingin bertobat lagi, apakah Allah akan memaafkannya?"lalu ucap Rasulullah SAW " Allah akan memaafkannya" "sampai kapan ya Rasulullah..?" Ucap sahabat beliau lagi. "sampai manusia itu bosan untuk bertobat".

Jangan Pernah Tinggalkan Shalat, ini adalah Wasiat Rasulullah SAW sebelum beliau meninggal, karena Shalat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, dan shalat pula yang menjadi penghulu segala amal Ibadah.

“Dan kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45).

Dan Shalat Pula yang akan pertama kali di hisab di Akhirat kelak, seperti Sabda Rasulullah SAW :
Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)

Pentingnya Shalat hingga Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ -

“Wahai Rabbku, jadikanlah aku orang yang senantiasa mendirikan shalat dan juga anak keturunanku. Wahai Rabb kami, terimalah doa kami.” (QS. Ibrahim [14]: 40)

Maka Shalat itu SANGATLAH PENTING. janganlah meninggalkannya. Seperti pengalamanku, yang mudahnya meninggalkan karena merasa Allah tak adil, emosi yang selalu meningkat, enggan mau ikhlas, enggan mau berserah diri, hingga Allah memberiku Azab , dengan peringatan keras, yang membuat aku Sadar, Aku gak boleh kaya gini terus, aku sudah menzalimi diriku sendiri, aku sudah salah, aku sudah merusak hati yang seharusnya fitrah sebagai manusia, yaitu beribadah dan selalu mengingat Rabb-Nya.

Seperti Doa Nabi Yunus memohon ampun:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illa anta. Subhaanaka, innii kuntu minaz zhaalimiin

“Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri (zalim) ”.(QS Al-Anbiya’ : 87).

Seperti Doa nabi Adam As:

"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

Ya Allah, sesungguhnya akulah yang Salah, aku lah sendiri yang menzalimi diriku, Tolonglah ya Allah Tunjukkan aku jalan yang Lurus, Jalan orang-orang yang Kau Ridhai.

Sesungguhnya Allah tidak berbuat Zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri sendiri". (Q.S. Yunus(10) : 44)

Jika itu terjadi kepadaku, mungkin hal itu juga bisa terjadi padamu, Jika kamu meninggalkan Shalat. Mungkin saat ini masih santai-santai saja, tidak ada masalah, namun Allah berdasarkan janjinya di Al Quran, Azab itu akan di tangguhkan, Allah akan membuat yang mereka pikir itu baik, lalu nanti akan Allah turunkan Azab kepada mereka, tapi mereka tak bisa berkata-kata lagi, karena berputus asa.

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS al-Qiyamah: 37)

Maka bersykurlah, ketika Allah masih mau memberikan keringanan azabnya diberikan di dunia selama masih hidup, selama masih bisa kita memperbaiki diri, karena jika nyawa sampai di kerongkongan, tidak ingin bertobat, maka Azab Allah sangatlah keras.

ditangguhkan siksanya hingga di akhirat, Nabi Muhammad Sallahu alaihi Wassalam bersabda,
وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Dan jika Allah menghendaki keburukan atas hamba-Nya, maka Allah akan menangguhkan hukuman atas dosanya, hingga dia akan membawa dosanya itu pada Hari Kiamat.” (HR Tirmidzi, al-Albani mengatakan shahih)

seperti ucapan Allah didalam Al Furqon:

Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh. (QS al-A’raf: 183)

Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan….” (QS an-Nahl: 61)

Terima kasih kalibitak. Sekarang, kalau lihat Kalabitak, aku sudah mulai bisa tersenyum, aku bilang gini: "dari dulu kamu selalu menolong kami, dulu kamu nolong Nabi Muhammad SAW di Goa, sekarang kamu nolong aku biar aku tahu siapa Tuhanku, Makasih ya kalabitak"

Jadi Aku bersyukur, Allah masih mau mengingatkan aku selama masih di dunia, jadi sekarang lebih bisa menyikapi bahwa banyak kejadian yang membuat hidup lebih berkah dari pada hanya mengeluh, dan menyalahkan keadaan. Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah, pencipta penjuru alam semesta.

Nabi Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا
“Jika Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia akan menyegerakan hukumannya di dunia” (HR Tirmidzi, al-Albani mengatakan shahih)