Bersyukurlah : Why Me?



Setiap hari, kadang kita sering mengeluh, merasa beban terasa berat, dan selalu menyalahkan Takdir. Karena melihat kehidupan orang lain lebih baik dari hidup kita, hingga kita berucap : Why me?

Padahal Jika kita ingin meluaskan cara pandang kita, hidup kita lebih beruntung dari orang lain di luar sana. Ada seorang teman sering sekali mengeluh, bahwa hidupnya selalu merasa kekurangan dan Allah selalu tidak adil padanya, karena ia selalu kerja siang malam, namun gajinya di bawah standar upah minimum.

Jika kita memang melihat dalam satu arah, yang ada kita "makan hati" dan menzalimi diri sendiri, karena kita hanya terfokus dengan pikiran yang selalu berkata "akulah Korban"

Coba bayangkan, berapa juta orang di Luar sana, yang begitu sulitnya mencari pekerjaan, setiap hari menangis memohon kepada Tuhan untuk bisa mendapatkan pekerjaan di posisi kita sekarang. Maka Bersyukurlah. Lihatlah selalu ke bawah, karena di bawah masih banyak yang kurang beruntung dari kita.

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah, terima kasih atas Kemurahan Hati-Mu membantu Hidupku, Sang Pengeluh ulung ini, Sang pendosa ini...

Sekarang Rubahlah pemikiran Why Me? ke Pikiran yang Huznuzon (berbaik sangka) kepada Allah Subhana Wa ta'lla. Setiap ada masalah menghampiri hidup kita, ucaplah Why Me? Allah begitu baik, hingga Ia sedang melihatku sekarang. maka aku janganlah bersedih, karena Allah bersamaku kini jika aku bisa bertahan". Ketahuilah, orang-orang sabar adalah hamba-hamba pilihan Allah Subhana Wa'taalla yang Ia cintai.

Dan Allah Subhana Wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:153)

Begitu juga didalam Ayat ini, Allah Subhana Wa' Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأَمْوَالِ وَالأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah:155)

Jadi beruntunglah Kita, Jika Allah sedang menguji Kita, karena Allah sedang memperhatikan kita. Bersyukurlah, karena Pahala orang yang bersabar tidak ada batasnya.

Dan Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar:10)

Aku teringat dengan ucapan Pamanku, yang baru pulang dari Tanah Suci tahun ini, beliau bilang : "Di Mekkah, sangat Gersang, tidak ada pohon dimana-mana, Panasnya bukan main, makanya disana selalu ingat Rumah, karena di rumah sering hujan, Pepohonan rimbun, hijau merata dari ujung ke ujung.."

Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Semesta Alam atas berkah dan rahmatnya untuk segala Makhluk di bumi dan langit.

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.“ (QS. 2:172)

Dan ketika hati selalu mencengkram akal dan emosi, saat merasa paling sengsara, Ingatlah ucapan cinta Allah kepada kita:

Maka Nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55:21)

Lihatlah Sekelilingmu, Kamu berada di tempat dimana Allah akan membuat hidupmu lebih bermakna dan mengenalkan diri-nya serta menjadi dekat Pada-Nya.

Allah SWT berfirman, ”Rahmat (kasih sayang)-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS Al-A’raf [7]: 156).

”Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadaAmu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS Hud [11]: 3

Tangan Allah terbuka setiap saat bagi orang yang mau bertobat.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertobat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertobat. (Ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah Barat (HR Muslim).

Dia akan mengampuni semua dosa, sekalipun dosanya sepenuh isi bumi, “Wahai manusia, sekiranya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa seisi bumi kemudian kamu bertemu Aku dengan dalam kedaan tidak menyekutukan Akudengan sesuatu apa pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan membawa ampunan seisi bumi pula,” demikian bunyi sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.