Al Waqiyah, Yasin dan Al Mulk adalah Penawar Rasa Kesedihanku




Teman, kalian pernah sedih gak? tentu pernah khan? Sedih berarti hati menjadi terluka, kecewa dan hingga air mata keluar tanpa sadarnya. Sebagai manusia biasa, tentu saja aku pernah sedih. Sedih karena merasa banyak Dosa, Sedih karena di tipu teman, Sedih karena Gagal Ujian, sedih karena patah hati, Sedih karena di fitnah orang, Sedih di lecehkan,dansedih ketika ditipenerbit j- oleh orang yang kita sayangi.

Sedih tentu saja berhubungan dengan Hati. Hati kita akan merasa terluka, jika kita mengalami kegagalan, dan musibah, sekuat apapun kita menutupinya, kesedihan pasti akan membekas. dan jika kita tidak dapat menguasainya dengan baik, ia pasti akan membuat kita tenggelam dalam kesedihan sehingga kita menjadi sesuatu yang kurang Produktif dikehidupan.

Allah SWT berfirman, agar kita tidak bersedih:
"Dan, janganlah kamu bersikap lemah dan jangan (pula) bersedih hati"
(QS. Ali 'Imran: 139)

Karena Sesungguhnya kesedihan kita akan di ganti Allah dengan banyaknya kemudahan-kemudahan dalam hidup kita,
“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(Al-Insyirah:5-6)

Kesedihan pula yang menghambat jalan otak di pikiran kita, lebih mengutamakan emosi dan merasa paling sengsara tanpa memikirkan banyak Nikmat Tuhan yang sudah Dia berikan kepada kita melebihi orang lain di luar sana yang juga merasa kesusahan.

Itu pernah terjadi padaku, Suatu waktu sekitaran setahunan ini, aku mengalami sydrom kesedihan yang sangat. Sesuatu yang belum pernah terjadi didalam hidupku, lalu aku diberikan ujian tersebut oleh Allah ,Alhamdulillah Hanya Allah-lah yang bisa membantuku keluar dari kesedihan itu dan diganti Allah dengan banyak hikmah, hingga hatiku menjadi tentram dan bahagia. Subhanallah.

Aku ingat Sebuah tulisan di Buku karangan Sean Covey tentang 7 kebiasaan remaja yang efektif, yaitu ketika kita menyandarkan keinginan kita kepada manusia, ia akan runtuh,dan tidak akan menolong kita, yang hanya bisa bisa menolong kita adalah ketika kita menyandarkan keinginan kita kepada prinsip-prinsip yang baik seperti bersabar, dan tidak mudah menyerah.

Hal ini senada di katakan oleh Allah SWT,Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar".

Maka, ketika aku sedih waktu itu, aku pelan-pelan bersabar, tak ingin melawan fitrahku dengan menuhankan Emosi seperti yang dulu-dulu, meski sebenarnya aku bisa melawan, namun itu bukan sebuah penyelesaian yang baik,hati malah semakin sakit. Jadi lebih baik bertahan, dan mencoba selalu mengingatNya dengan mengamalkan surah Al Waqiyah, Yasin, dan Al Mulk.

Pertama-tama memang belum terasa,masih terasa berat,melawan kata hati untuk marah, untuk mengeluh, untuk meratapi segala hal, namun aku percaya, Allah tidak akan pernah meninggalkan HambaNya, ketika hambanya benar-benar membutuhkannya.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar” (Qs. Al-Baqarah 153).

Namun lama kelamaan, sudah mulai terasa. Sudah terlihat pelan-pelan, hati jadi lebih tentram, emosi sudah mulai terjaga. Ini buktinya, dari berbagai macam masalah di hidupku, mungkin aku mengira aku adalah orang sengsara tapi sungguh aku merasa bahagia :

1.Pernah di fitnah orang yang dulu aku percayai, harusnya kalau nhanha yang dulu,pasti akan melawan, dan mengajak duel (mungkin teman2 dekatku pada tahu aku ini bagaimana, apalagi emosiku yang kadang berlebihan), tapi karena Allah lewat surah Al Waqiyah, Al Mulk dan Yasin , bisa mengademkan hatiku,dan memaafkannya.Karena aku pikir, aku ini siapa? buat apa marah dan menjadikannya dendam, toh endingnya aku adalah penghuni kubur, yang jika zalim kepada orang lain,Allah akan mengazabku. Jadi aku harus berubah.Aku harus menolong diriku sendiri dengan menguasai kemarahanku dengan kemaafan dan memaklumi bahwa manusia bukanlah makhluk yang sempurna.

2. Saat Abahku masuk Rumah sakit, dan aku hampir 2 minggu tidak turun kantor, dan di beri peringatan oleh Kantorku,aku sudah pasrah, jika memang akan di berhentikan,karena aku memilih abahku. Namun saat aku ingin mengucapkan itu kepada pimpinan kantorku, Abahku lebih memilih Bertemu Allah, karena Allah lebih sayang Abah. Hatiku pasrah dan lega karena Abah bisa bertemu dengan Mama dengan wajah yang tenang dan ganteng,kalau aku bilang abah kaya ulama-ulama zaman dulu. Subhanallah, Allah memperlihatkan kekuasaannya. Saat itu hati kecilku bilang gini, mungkin ini bisikan syetan, karena ini berbisik dengan jahat : " Loh Nha, kamu kok gak nangis meronta-ronta, ini abah mu loh nha..? orang yang paling kamu sayangi,orang yang selalu manjain kamu lebih dari segalanya". Tapi karena sebelum-sebelumnya aku mengamalkan 3 ayat kesayanganku,al waqiyah, almulk dan yasin, sebagian hati kecilku yang lain bilang begini,lebih tenang dan adem degerinnya: "loh ngapain sedih, Abah sudah berada di tangan yang tepat, Allah, Abah udah gak sakit lagi, gak menderita lagi, dan abah sudah bisa ketemu mama, bukankah itu suatu yang berkah? apalagi abah meninggalnya hari jumat, itu menandakan Abah meninggal khusnul khotimah".
dan tentu saja aku lebih memilih kata hatiku yang ngademin.dan aku percayai itu.Aku kira itu bukan sesuatu kebetulan.Karena dulu,waktu aku belum mengamalkan 3 surah itu, aku meronta-ronta menangis, waktu abahku,pertama kali masuk rumah sakit. Namun Berkat kemurahan Allah SWT, Ia membuat aku menjauhi sifat tercela itu. Alhamdulillah. Suatu berkah dari 3 surah, Al Waqiyah, Yasin dan Almulk.

3. Saat masuk kantor pertama kali setelah abahku meninggal, aku "terlalu" berharap pimpinan kantorku mengucapkan bela sungkawa.ternyata yang aku dapatkan adalah kemarahan, karena kelalaianku tidak masuk kerja dengan alasan yang sama. Kalau nana yang dulu, mungkin akan marah,dan berontak. Tapi saat itu, aku hanya bisa terdiam syok, hingga menangis terbata-bata. Yang kuingat waktu itu,adalah ketika kita berharap terhadap manusia terlalu banyak, maka kita akan mendapatkan kerugian, karena perlindungan itu yang sebaik-baiknya adalah kepada Allah SWT saja.

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.” [Surah At-Taubah:129]

dari situ pula, aku bisa mengerti akan kesalahanku dan mulai memahami, bahwa apa yang kita rasakan belum tentu dapat pula dirasakan oleh orang lain meskipun kita merasa sebaliknya.Aku tetap berbaik sangka, dengan pimpinanku, mungkin dengan begitu aku bisa lebih berdisiplin dan giat lagi dalam bekerja. Karena Al Waqiyah, Yasin dan Al Mulk itulah aku menganggap Pimpinanku malah membantuku,memperbaiki diriku dengan memberikan hikmah agar aku jangan terlalu berharap dan menyandarkan harapan kepada manusia. Karena jika dahulu aku tidak mengenal dan mengamalkan 3 ayat ini, mungkin segala hal bisa aku lakukan. Astagfirullah. Terima Kasih Allah, sudah banyak menyelamatkan hidupku.

dan banyakk lagi cerita-cerita sedihku yang berubah menjadi kebahagiaan, karena 3 surah ini, amalkanlah agar hidupmu berkah dan tidak merasa sedih.

“Hanya dengan mengingat-KU, hati akan menjadi tenang.” (QS. Ar-Ro’d [13]: 28)

Allah dalam Al Quran surat At-Taubah ayat 40 memberitahukan, “La Tahzan, Innallaha Ma’ana.” (Jangan kamu berduka cita sesungguhnya Allah beserta kita).”

Semoga pengalamanku ini bermanfaat, bagi teman-teman yang bersedih, amalkan 3 surah ini secara konsisten. dan Ingat pesan Rasulullah SAW, ketika beliau sedih,maka beliau akan Shalat dan mengingat Allah SWT.Jadi tetap semangat,jangan pernah berputus asa, karena Saat ini Allah sedang ingin mengujimu, dan Allah sedang ingin memperbaiki dirimu.Bersabarlah dan jadikan Shalat sebagai penolongmu.

“… ..dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” [Surah Yusuf:12]


terinspirasi dari buku karya H.M Qusairi Hamzah berjudul amalan-amalan yang bagus untuk diamalkan oleh kaum muslimin yang dilengkapi kumpulan doa, Surah Yasin, Al waqiyah dan Al - Mulk.

dan Buku Majmu Syarif terjemahan penerbit J-ART