Surga Dan Neraka

mendengar kata Surga, mengigatkanku dahulu ketika kecil, adalah pada manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur, selalu berpenampilan baik, bahasapun tertata dengan bijak.

dan ketikaku mendengar kata Neraka,, menggigatkanku pula pada manusia-manusia yang keji, berbahasa kasar, bengis dan kejam pada sesamanya.

Akhirnya lah, terpasang paradigmaku waktu itu. Siapa-siapa yang berbudi pekerti luhur, berpenampilan baik, bahasa tertata bijak, maka ia akan masuk Surga.

serta siapa-siapa yang berbudi keji, bengis, bahasa kasar dan kejam pada sesamanya , maka ia akan masuk Neraka.

Hingga berjalannya waktu,, Kubaru sadari. "belum Jelas siapa-siapa saja yang berjihad di Mata Gusti Allah". 

Jangan mengira, orang pernampilan baik, berbudi luhur, bahasa tertata, tidak akan bisa masuk neraka, apabila ia sombong hingga akhir hayatnya, tak mau berbagi ilmu apalagi merendahkan orang lain, karena ia lebih sholeh dari manusia lainnya.

Itulah yang dinamakan kesolehan membawa bencana.

Jangan mengira, orang yang berbudi keji, bengis, berbahasa kasar, dan kejam pada sesamanya, tidak akan bisa masuk surga, Apabila ia merasamenyesal akan dosa-dosanya berlimpah ruah,dan berjanji tak mengulanginya lagi, takut akan hukuman dari Sang Gusti Allah.

Itulah yang dinamakan dengan Dosa-Dosanya ia meraih Ridha Sang Pemilik Seluruh Jagad Raya.

Jika Tuhan sudah Ridha, Pintu Surga Manapun ia berhak masuki.

Hingga aku merasa, tidak ada gunanya mengkotak-kotakan paradigma Surga dan Neraka ke orang-orang yang pernah aku jumpai di dunia ini dengan karakter yang aku suka maupun yang amat aku benci.

Karena belum tentu apa-apa yang aku benci, tidak baik untukku,, dan belum tentu apa-apa yang aku cintai, menjadi baik buatku,, oleh karena itu sederhanalah untuk keduanya.

Aku mulai mengerti apa maksud nasehat ibunda , "untuk menjadi orang Jahat tidak perlu belajar, karena orang jahatpun bisa menjadi baik, jika ia mau belajar utk menjadi baik"

mom.. I miss U so much..