Dialah Malaikatku

Ibu dan ibu.... mendengar seseorang menyebutnya saja,, atau tak sengaja terlintas di pikiranku,, aku langsung teramat merindukannya,, 18 Desember 2009 ibundaku meninggal,, beliau meninggal karena komplikasi tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes. 

beliau adalah sosok wanita yang tangguh, bukan karena beliau kuat tenaga, tapi karena beliau mempunyai hati yang kuat, kesabaran beliau sungguh indah. Yang sering membuat aku merasa tak boleh menyerah,, meskipun banyak orang merendahkan diriku,, meskipun semua orang menghina diriku atas ketidak mampuanku dalam banyak hal.

 Dan beliaulah alasanku untuk hidup. Aku ingin bertemu beliau dengan cara yang baik, maka harus hidup dengan cara yang baik. aku berusaha. Untuk bunda.Membuka kisah dan bercerita tentang bunda,, tak akan pernah habis,, lebih dari sekian ribu kisah, karena cerita dan kasih beliau teramat tak terhingga,, beliau adalah malaikat didalam keluarga kami. 

Tapi aku harus sabar, dan yakin, bahwa ini adalah jalan terbaik yang di pilihkan Tuhan untuk hidup ku,, hidup ibundaku, dan keluargaku. karena penyakit beliau memang sulit untuk sembuh, dan terlihat ibunda sering kesakitan,, dengan di gunting-gunting daging di belakang beliau, tidur di miringkan, kemudian di operasi lagi paha beliau, untuk mengeluarkan cairan nanah yang membengkak. itu paha sebelah kiri, kemudian 2 hari berselang,, paha sebelah kanan lagi yang di operasi,, sekitaran 30 cm, paha beliau di belah,, dan di keluarkan nanahnya,kemudian setiap kalau mau di ganti perban, selalu kesakitan, dan sehari sebelum mama meninggal,, beliau sambil meringgis sedikit sakit (mama gak pernah mengeluh, beliau selalu pendam sendiri semua masalah), dan 

Saat itu aku melihat beliau sepertinya sudah pasrah dan tak mampu berjuang lagi.. "Na, mama mau pulang,, disini gak enak... sakit..." mendengar itu hatiku campur aduk,, sedih menghiasi hati,, tapi aku gak boleh menangis di hadapan orang2 apalagi keluargaku,, aku harus kuat. karena kalau orang lain melihatku menangis,, mereka akan bersedih, dan aku gak mau buat mereka bersedih. aku harus tetap tersenyum,, seperti mama dari awal hidupnya hingga akhir hidupnya selalu tersenyum.

Selama Hidup beliau,, beliau adalah wanita yang tangguh, Ibunda dari 9 orang anak. dan aku adalah anak bungsu dari kesembilan bersaudara. mama sering cerita tentang kisahnya bersama keluarganya,, hidup serba kekurangan, dan makan saja sering dibagi dalam satu piring,, dan makan sayur2 kangkung di dalam selokan, dengan harus diam-diam untuk mengambilnya...

aku ingat,, mama juga pernah cerita kalau saat dia melahirkan anak dan anaknya meninggal sampai 4 kali (Kakakku yang diatasku) ,, tapi karena sakit, kakak-kakakku itu meninggal setelah 2 hari mereka dilahirkan. Keluarga Ayahku sering menghina mama, katanya” seperti kucing saja, jangan melahirkan lagi, kalau akhirnya meninggal, menyusahkan orang saja”. Saat mama cerita itu, mata mama berairan. Aku pun sedih. Padahal selama ini mamaku gak pernah ikut campur urusan orang apalagi menyusahkan orang lain.  Beliau berpesan padaku.. ” na, sabar adalah harta yang paling berharga dan bersyukur adalah kunci kehidupan.. ” pesan itu terpatri dihati kecilku.. 

Mamaku bukan perempuan dari kalangan akademisi, bukan dari kalangan bangsawan,, beliau malah hanya seorang rakyat jelata,, aku ingat juga kisah beliau saat pada saat masih peperangan di Indonesia, beliau bersembunyi di bawah tanah bersama nenek dan orang2 kampung, hingga pagi datang,, beliau bukan orang yang sombong,, apalagi memamerkan kelebihan maupun kecantikan,, beliau adalah bidadari surga di hati kami dan beliau adalah ibu periku... kecantikannya selalu indah,,ia selalu berbakti pada abah,, ia selalu mengajarkan arti kebaikan-kebaikan pada anak2nya,, ia tak pernah mengejar untuk Investasi dunia.. 

aku juga pernah bilang begini sama mama " ma, bentar lagi ulun (aku) udah mau wisuda s1,, mama senang khan? nanti sebentar lagi ulun masuk S2 buat mama juga.. biar mama senang.." ucapku saat menjalani kuliah S1. aku tak menyangka jawaban beliau tidak kuduga. "na, klaupun kamu gak bisa S1 dan S2,, mama tetap senang kok nak,, tak masalah kamu tak lulus, atau tak S2, yang penting kamu harus baik sama orang lain, patuh sama orang tua, dan kalau nanti mama meninggal, selalu mendoakan mama di kubur nanti.."

aku terkesima, mendengar ucapanya mama waktu itu, kenapa mama tiba2 ngomong seperti itu, teramat tidak kuduga, betapa kasih sayang beliau amat tulus dan ikhlas. Tapi aku pengen membahagiakan beliau,, 

aku lulus S1 langsung ngelamar ke kuliah S2, dengan bermodalkan doa mama,, aku bisa terus menjalankan perkuliahan, aku masuk akhir tahun 2008,, dan saat mama meninggal,, aku baru semester 2 di kampus S2,, sungguh berat rasanya,, malaikatku harus pergi secepat ini, padahal aku mau nunjukin aku bisa lulus dengan baik,, aku bisa juga S2 seperti kakak-kakakku,, aku juga bisa bilang sama mama,, kalau mama bukan melahirkan anak kucing,, aku adalah anak ke sembilan,, yang seluruh keluarga abah menyuruh untuk di gugurkan saat beliau mengandungku, karena mama sudah 4 kali anaknya meninggal. tapi mamaku berkeras. Hidup beliau ditentukan akan Ridha Allah dan keikhlasan. Maka akupun harus belajar Ikhlas dan belajar meluaskan hati seperti lautan dalam lapang dada, agar aku bisa terus hidup. 

Dan akhirnya,, aku selamat, hingga sekarang, dan tahun ini aku sudah lulus S2, begitu ingin aku sampaikan sama mama,, aku berhasil, aku bisa buktikan sama orang2 yang dulu pernah menghina mama, bahwa aku bisa berhasil, dan bukan makhluk yang harus direndahkan, aku adalah anak mama. seorang perempuan yang tangguh. Dia bukan manusia yang rendah, dia adalah manusia Surga. 

Belum lagi Saat aku KKN(Kuliah kerja Nyata) S1pun,, beliau selalu menelponku tiap malam,, menanyai kabarku,, dan selalu mengkhawatirkanku.. dia selalu mengajari aku hidup untuk apa adanya dan tidak perlu takut menjadi diri sendiri...dan saat beliau berkunjung ke daerah tempatku KKN S1,, beliau membawakan banyak makanan,, makanan kesukaanku,, sayur kari terong, ikan patin bumbu kuning, hingga kerupuk ikan gabus yang paling aku suka:D aku sungguh rindu beliau, dengan kasih sayangnya,, perhatiannya yang selalu bilang " gak usah diet na, kalau mau makan coklat, makan aja,, kalau mau makan es krim makan aja... selama Allah memberi kesempatan.." Subhanallah Ma... aku rindu sangat padamu. Terlantun Al-fathihah untukmu, Ma. malaikatku.

Ibundaku.. Ibundaku.. I Love You Forever.

-Tulisan ini: Memenangkan Lomba Penulisan Kompetisi Blog 1000 Kisah Tentang Ibu (chocolatos dan Band Ungu) 2010

Tulisan ini kembali aku publish, karena 1 Muharam ini, tepat beliau meninggalkan kehidupanku, Malaikat itu telah pergi, tapi selamanya aku gak akan pernah melupakanmu, Mama...
4 tahun telah berlalu, tapi aku selalu mencintaimu Ma... so much :)