Belajar Bersabar dari pengkhianatan


Kenapa sebuah ketulusan selalu dikhianati?
apakah memang didunia ini selalu ada yang namanya, kejahatan dan kebencian. 
Hingga sebabkan sebuah pengkhianatan.
Memang selalu ada dua hal itu, karena ini dinamakan pelajaran hidup.
Apakah kita bisa bersabar, dan tak kenal menyerah. 
Untuk meluruskan yang memang seharusnya itu lurus.

Pengkhianatan mengajarkan kita untuk menjaga hati,
apakah mampu kita bertahan dari keterpurukan,
dari nama sebuah kepercayaan. Ataukah kita malah berhenti dari garis start sebelum berjuang. Bukankah mendapatkan keberhasilan, ada harga yang harus di bayar.

Ingatkah ketika, orang yang meninggal didera penyakit yang sangat ganas, ia memang terluka dan terpuruk, tapi setelah ia meninggal, Gusti Allah bukankah sudah menjanjikan bahwa setiap kesedihan, penyakit, dan rasa sakit yang tak kunjung berhenti, akan Ia ganti dengan kenyamanan, ketenangan, serta kebahagiaan seutuhnya.

Maka, berjuanglah. Hai hati yang lemah, berdirilah dengan tegak kembali. Perjuangan ini belum selesai, jangan kembali menyerah. Setiap kesedihan itu akan di bayar dengan sebuah kebahagiaan. Karena sesungguhnya siapa saja, yang melakukan transaksi dengan Gusti Allah, ia akan selamat dalam kedamaian hidupnya.

Pengkhianatan tak selalu buruk, jangan bersedih wahai hati. Bangkitlah, karena dengan Pengkhianatan itulah kita mampu belajar akan tangga-tangga kesabaran.