Aku Bukan Hakim Mereka


Aku seperti manusia kebanyakan, yang marah bisa marah, yang sedih bisa nangis, yang kecewa bisa terluka. begitulah.
tapi tak pernah merasa ingin merendahkan orang lain, meski sebenarnya bisa berbuat seperti itu. hanya saja, yang diajarkan semenjak kecil, yang namanya hinaan, memperolok-olok suatu kaum, bukan barang Halal. 

memang agak "tidak biasa" ungkapanku itu. tapi hinggaku senang mengandaikan sebuah yang ku tak suka, agar benar-benar kuhindari, makanya hingga kini, diam saja, jika marah. karena jika terucap, pasti akan menyakiti hati orang yang melukai hati, meski secara tidak sengaja maupun sengaja.

Buat apa aku merendahkan orang lain,, memangnya diriku sempurna? Gusti Allah sajalah yang sekarng sedang berbaik hati denganku,, menutup segala aib kejelekanku. Padahal jikalau Ia mau, Ia bisa tampakkan dengan mudah. 

Apa hakku, menghakimi orang lain? aku bukan hakim mereka.. sedangkan aku sendiri, segala yang aku lakukan harus aku pertanggung jawabkan nanti,, apa-apa yang aku ucapkan,, benakan hati yang mendendam, ucapan yang menyinggungkan hati, kesalahan yang menggunung, 

sanggupkah menghakimi mereka? toh dosa-dosapun seluas samudera tak akan bisa untuk menjadi hakim mereka.

aku jelas bukan Hakim mereka, 

hanya ingin meminta kasih sayang dan Ridha-Nya sang Empu Jagad Raya untukku 

agar bisa berjumpa dengan orang-orang yang kusayang di akhir waktu.