Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2013

Dendam itu aku akhiri

Dear diriku,
apa kamu sanggup menanggung karma atas amarah yg kamu ciptakan sendiri?
Dear diriku,
berhentilah disini.
Dendammu, terlihat sia-sia jika kau balas dgn angkara.

Dear diriku,
jangan pedulikan lagi.
Anggap itu tak pernah ada.
Berdamailah dgn hatimu.

Dear diriku,
maafkanlah dirimu.
Ingatlah diriku,
antagonis dendammu
tak akan pernah
membahagiakanmu.

Lapangkanlah dan Luaskanlah.

Belajar Bersabar dari pengkhianatan

Kenapa sebuah ketulusan selalu dikhianati?
apakah memang didunia ini selalu ada yang namanya, kejahatan dan kebencian. 
Hingga sebabkan sebuah pengkhianatan.
Memang selalu ada dua hal itu, karena ini dinamakan pelajaran hidup.
Apakah kita bisa bersabar, dan tak kenal menyerah. 
Untuk meluruskan yang memang seharusnya itu lurus.

Pengkhianatan mengajarkan kita untuk menjaga hati,
apakah mampu kita bertahan dari keterpurukan,
dari nama sebuah kepercayaan. Ataukah kita malah berhenti dari garis start sebelum berjuang. Bukankah mendapatkan keberhasilan, ada harga yang harus di bayar.

Ingatkah ketika, orang yang meninggal didera penyakit yang sangat ganas, ia memang terluka dan terpuruk, tapi setelah ia meninggal, Gusti Allah bukankah sudah menjanjikan bahwa setiap kesedihan, penyakit, dan rasa sakit yang tak kunjung berhenti, akan Ia ganti dengan kenyamanan, ketenangan, serta kebahagiaan seutuhnya.

Maka, berjuanglah. Hai hati yang lemah, berdirilah dengan tegak kembali. Perjuangan ini belum selesai,…

REWARD

ada kalanya kita berpikir, Sebuah reward yang besar dari pekerjaan kita bisa membuat kita senang dalam menjalaninya. Ternyata tidak juga.
Reward bukan segalanya, tapi disaat kita merasa pekerjaan itu sudah melekat didalam hidup kita.

Itulah Reward terbesar yang tak ada tandingannya dengan uang sebanyak apapun.

Melekat, berarti kita tidak diperintah untuk melaksanakannya, karena tanpa diminta dan disuruh, kita dengan senang hati melakukannya. dan dikala rasa lelah menghampiri, pekerjaan kita, bisa menjadi penetral rasa menjadi bahagia.

seperti pekerjaan Ibu rumah tangga, selalu saja ibundaku, Inspirasiku dalam menulis.

Sering kali, orang menyangka, pekerjaan ibu rumah tangga adalah hal yang lumrah, dan rendahnya dibandingkan lainnya. Namun ternyata, zaman membuktikan.. Bahwa sosok Ibu adalah orang pertama yang membentuk sifat dan perangai anaknya.

Ibu Jugalah, yang membangkitkan semangat, disaat satupun didunia ini, tak ingin melirik kearah kita. Dan disaat Anaknya memeluk erat, dan keluarga…

Bangga Membuat Kita Lupa

Sebenarnya apa yang bisa kita banggakan dari diri kita. Jawabannya adalah sama sekali tidak ada.
kita sekarng memang bisa merasakan hidup, tapi hidup tak akan selamanya, karena setiap yang bernyawa akan merasakan kematian.

Saat kita tertawa akan kesuksesan kita, tak lupakah kita, disaat kita lihat bahwa suatu kala, kita akan menangis di ujung napas, betapa sombongnya kita tak pernah merasa merendah, selalu ingin terasa tinggi di hadapan orang lain.

Saat diri ini merasa bisa dari yang lain, tak lupakah kita.. disaat kita Lihat kita dirundung sebuah sakit bernama demam Flu, semua kerjaan terbengkalai, dan akhirnya slogan bisa kita terpecahkan. Karena kita adalah manusia.

Dan manusia adalah tidak sempurna.

Maka, hentikan kesombongan itu, Sombong membuat kita Lupa, kadar intensitas keberadaan kita di dunia ini. tak ada apa2nya kita,

karena diatas langit ada langit, diatas cahaya ada cahaya, diatas kesuksesan kita ada yang lebih sukses dari kita, diatas kepandaian kita ada yang lebih pandai dari…

Surga Dan Neraka

mendengar kata Surga, mengigatkanku dahulu ketika kecil, adalah pada manusia-manusia yang berbudi pekerti luhur, selalu berpenampilan baik, bahasapun tertata dengan bijak.

dan ketikaku mendengar kata Neraka,, menggigatkanku pula pada manusia-manusia yang keji, berbahasa kasar, bengis dan kejam pada sesamanya.

Akhirnya lah, terpasang paradigmaku waktu itu. Siapa-siapa yang berbudi pekerti luhur, berpenampilan baik, bahasa tertata bijak, maka ia akan masuk Surga.

serta siapa-siapa yang berbudi keji, bengis, bahasa kasar dan kejam pada sesamanya , maka ia akan masuk Neraka.

Hingga berjalannya waktu,, Kubaru sadari. "belum Jelas siapa-siapa saja yang berjihad di Mata Gusti Allah". 

Jangan mengira, orang pernampilan baik, berbudi luhur, bahasa tertata, tidak akan bisa masuk neraka, apabila ia sombong hingga akhir hayatnya, tak mau berbagi ilmu apalagi merendahkan orang lain, karena ia lebih sholeh dari manusia lainnya.

Itulah yang dinamakan kesolehan membawa bencana.

Jangan mengira, ora…

Aku Bukan Hakim Mereka

Aku seperti manusia kebanyakan, yang marah bisa marah, yang sedih bisa nangis, yang kecewa bisa terluka. begitulah.
tapi tak pernah merasa ingin merendahkan orang lain, meski sebenarnya bisa berbuat seperti itu. hanya saja, yang diajarkan semenjak kecil, yang namanya hinaan, memperolok-olok suatu kaum, bukan barang Halal. 

memang agak "tidak biasa" ungkapanku itu. tapi hinggaku senang mengandaikan sebuah yang ku tak suka, agar benar-benar kuhindari, makanya hingga kini, diam saja, jika marah. karena jika terucap, pasti akan menyakiti hati orang yang melukai hati, meski secara tidak sengaja maupun sengaja.

Buat apa aku merendahkan orang lain,, memangnya diriku sempurna? Gusti Allah sajalah yang sekarng sedang berbaik hati denganku,, menutup segala aib kejelekanku. Padahal jikalau Ia mau, Ia bisa tampakkan dengan mudah. 

Apa hakku, menghakimi orang lain? aku bukan hakim mereka.. sedangkan aku sendiri, segala yang aku lakukan harus aku pertanggung jawabkan nanti,, apa-apa yang aku …

Dialah Malaikatku

Ibu dan ibu.... mendengar seseorang menyebutnya saja,, atau tak sengaja terlintas di pikiranku,, aku langsung teramat merindukannya,, 18 Desember 2009 ibundaku meninggal,, beliau meninggal karena komplikasi tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes. 
beliau adalah sosok wanita yang tangguh, bukan karena beliau kuat tenaga, tapi karena beliau mempunyai hati yang kuat, kesabaran beliau sungguh indah. Yang sering membuat aku merasa tak boleh menyerah,, meskipun banyak orang merendahkan diriku,, meskipun semua orang menghina diriku atas ketidak mampuanku dalam banyak hal.
Dan beliaulah alasanku untuk hidup. Aku ingin bertemu beliau dengan cara yang baik, maka harus hidup dengan cara yang baik. aku berusaha. Untuk bunda.Membuka kisah dan bercerita tentang bunda,, tak akan pernah habis,, lebih dari sekian ribu kisah, karena cerita dan kasih beliau teramat tak terhingga,, beliau adalah malaikat didalam keluarga kami. 
Tapi aku harus sabar, dan yakin, bahwa ini adalah jalan terbaik yang di pilih…